Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 213
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata tengah melaksanakan Lempar Jumroh, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Sinergia | Mina,Arab Saudi – Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata. Usai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dengan murur, jemaah Sindo Wisata pun bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah. Pada 10 Dzulhijjah 1444 H, jemaah berangkat menuju ke Jamarat atau tempat melempar jumrah di Mina sekitar pukul 02.00 Waktu Arab Saudi.

Dari Ma’tab, jemaah Sindo Wisata berjalan kaki menuju ke Jamarat. Para jemaah tetap memakai Ihram dan telah dibekali dengan batu kerikil untuk melempar jumrah Aqabah.

“Alhamdulillah, para jemaah sudah bersiap untuk berangkat menuju Jamarat. Sudah disediakan juga dari Tim Sindo Wisata batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah nanti,” terang Dieskha Idella, Reporter Haji Sinergia.

Image Not Found
Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Hanya berjarak sekitar 1 km dari Ma’tab ke Jumrah Aqabah. Jemaah pun penuh semangat dan lantang meneriakkan Bismillahi Allahu Akbar, jemaah Sindo Wisata melempar 7 batu kerikil ke Jumrah Aqabah.

Diketahui, melontar jumrah ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS ketika diuji oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dalam perjalanan melaksanakan perintah tersebut, iblis beberapa kali muncul dan mencoba menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail agar membatalkan perintah Allah.

Setiap lemparan merupakan simbol penolakan terhadap godaan setan dan keteguhan iman kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa setan akan terus mencoba menyesatkan manusia dari jalan kebenaran, dan setiap Muslim harus siap melawannya dengan tekad dan keimanan.

“Alhamdulillah baru selesai lempah Jumrah Aqabah dengan lancer. Lega sekali rasanya, selesai Wukuf, Mabit dan ini tadi lempar jumrah,” ujar Zainal Arifin, jemaah Sindo Wisata.

Usai melaksanakan lempar jumrah, jemaah Sindo Wisata melaksanakan Tahallul atau memotong rambut. Tahallul ini sebagai tanda bahwa jemaah haji telah melepaskan diri dari keadaan ihram dan diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.

Image Not Found
Nafar Tsani, Jemaah Sindo Wisata Melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Nafar Tsani, Jemaah Sindo Wisata Melempar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

Jemaah haji dalam melempar jumrah dapat memilih untuk melaksanakan dengan Nafar Awal atau Nafar Tsani. Hal itu, mengacu pada dua pilihan waktu bagi jemaah haji untuk meninggalkan Mina setelah melontar jumrah. Keduanya memiliki aturan yang berbeda, terutama terkait jumlah hari dan jumlah lontaran batu kerikil yang harus dilakukan. 

Nah, untuk Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata memilih untuk melaksanakan dengan Nafar Tsani. Jemaah yang memilih nafar tsani akan tinggal di Mina satu hari lebih lama dan melempar jumrah pada tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah. Dengan demikian, Nafar Tsani memberikan kesempatan bagi jemaah untuk menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah hingga hari terakhir.

Dalam lempar jumrah kali ini, jemaah Sindo Wisata menyiapkan 21 batu kerikil untuk dilemparkan di Jumrah Ula, Wusta dan Aqbah secara berurutan. Masing-masing jemaah melemparkan 7 batu kerikil di tiap jumrah. Meski hanya dibutuhkan 21 batu kerikil, namun jemaah tetap membawa cadangan batu kerikil.

Image Not Found
Lempar Jumrah, Simbol Keteguhan Iman kepada Allah SWT dan Penolakan Terhadap Godaan Setan, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Lempar Jumrah, Simbol Keteguhan Iman kepada Allah SWT dan Penolakan Terhadap Godaan Setan

Jumrah Ula secara simbolis jumrah ini melambangkan godaan awal yang sering kali berupa rayuan halus dari setan. Godaan ini bisa datang dalam bentuk keinginan untuk melakukan dosa-dosa kecil yang tampaknya sepele, namun bisa membawa manusia jauh dari jalan kebenaran. Jumrah Wusta, godaan yang lebih kuat dibandingkan godaan awal. Dalam kehidupan ini bisa berupa godaan kekayaan, kekuasaan, atau hawa nafsu yang lebih besar.

Melempar Jumrah Wusta mengajarkan jemaah untuk tetap teguh dalam menghadapi godaan yang lebih berat dan tidak tergoda oleh hal-hal yang bisa merusak keimanan merekA. Jumrah Aqabah adalah jumrah terbesar yang dilontarkan. Hal itu melambangkan godaan terbesar yang bisa dialami oleh manusia. Setiap jemaah haji melempar tujuh kerikil ke jumrah ini sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan yang paling berat.

H. Ulul Azmi, Pimpin dan Sindo Wisata Jawa Timur yang turut mendampingi terus mengajak jemaah untuk meneguhkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,. Setiap selesai menjalankan lempar jumrah pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah mengajak untuk berdoa bersama.

“Terus memohon ampunan kepada Allah SWT. Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan sehingga kita bisa sampai dititik ini, menjalankan rukun Islam yang ke 5 ini. Mudah-mudahan jemaah Sindo Wisata senantiasa diberikan kesehatan, murah rezeki dan dalam perlindungan Allah SWT., dan bisa kembali lagi ke Tanah Suci ini, Aamiin Ya Rabbal Allamin,” doa H. Ulul Azmi yang diamine jemaah Sindo Wisata.

Image Not Found
Rukun dan Wajib Haji di Armuzna Selesai, Jemaah Kembali ke Hotel Transit, Foto : Tim Liputan Haji Sinergia

Rukun dan Wajib Haji di Armuzna Selesai, Jemaah Kembali ke Hotel Transit

Alhamdulillah, perjalanan Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata dalam menjalankan rukun dan wajib haji telah usai. Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah hingga lempah jumrah di Mina telah dilalui dengan penuh khitmad dan perjuangan yang tak kenal lelah. Usai menjalani lempar jumrah terakhir pada 13 Dzulhijjah, jemaah Sindo Wisata bersiap untuk kembali ke hotel transit di Aziziah.

Banyak kesan mendalam dirasakan oleh seluruh jemaah Sindo Wisata selama di Armuzna. Perjalanan spiritual yang tidak akan dilupakan dengan penuh perjuangan dan air mata hingga sampai dititik rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan khitmad dan lancar.

Tim Liputan Haji – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Kedelai di Magetan Terus Menyusut, Pedagang Kini Bergantung pada Pasokan Impor

    Lahan Kedelai di Magetan Terus Menyusut, Pedagang Kini Bergantung pada Pasokan Impor

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Luas lahan pertanian kedelai di Kabupaten Magetan terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya produksi kedelai lokal hingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Akibatnya, para pedagang kini lebih banyak mengandalkan pasokan kedelai impor untuk memenuhi permintaan konsumen. Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) […]

    Bagikan
  • Duh..10 Ribu Dosis Vaksin PMK Kadaluarsa

    Duh..10 Ribu Dosis Vaksin PMK Kadaluarsa

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 141
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak kembali merebak di wilayah Kabupaten Ngawi. Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi telah memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap upaya pencegahan. Namun sayangnya, berkaca dari tahun sebelumnya, beberapa peternak menolak untuk dilakukan vaksin pada hewan ternak mereka. “Sebelumnya kami sudah terjun untuk melakukan vaksinasi PMK […]

    Bagikan
  • Laptop Berisi Data Kerja Raib, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Keamanan Perkantoran

    Laptop Berisi Data Kerja Raib, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Keamanan Perkantoran

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus pencurian tujuh laptop dan satu hard disk di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Hilangnya perangkat kerja tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas pemerintahan karena sebagian data pekerjaan pegawai diduga ikut hilang. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan, Hendrawan Prastawa Adhi, menjelaskan perangkat yang dicuri […]

    Bagikan
  • Sarasehan Kebangsaan, Suarakan Pancasila Sebagai Harapan Bersama

    Sarasehan Kebangsaan, Suarakan Pancasila Sebagai Harapan Bersama

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, sarasehan kebangsaan diselenggarakan di ruang pertemuan baru Paroki Mater Dei, Kota Madiun, Minggu (01/06/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Merasakan Pancasila di Tahun Pengharapan Yubileum 2025” dan menjadi ruang perjumpaan lintas iman untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar berbangsa. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai […]

    Bagikan
  • Ironis ! Lansia 55 Tahun di Ponorogo Rudapaksa Keponakan karena Kecanduan Film Porno

    Ironis ! Lansia 55 Tahun di Ponorogo Rudapaksa Keponakan karena Kecanduan Film Porno

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sungguh biadab aksi pria lanjut usia di Ponorogo ini. ME ditangkap polisi karena mencabuli keponakan sendiri yang masih berusia 7 tahun. Perbuatan bejat pria 55 tahun itu dilakukan berulang kali sejak korban berusia 5 tahun hingga terbongkar pada 2025. Pelaku ditangkap Tim Reserse Kriminal Polres Ponorogo pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, umat Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang atau patung dewa-dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Minggu (26/1/2025). Ritual yang biasa disebut Kimsin itu rutin dilakukan setiap tahun. Cara membersihkan rupang dari kotoran dan debu menggunakan air diberi bunga […]

    Bagikan
expand_less