
Sinergia | Kota Madiun – Upaya Pemerintah Kota Madiun dalam memperindah dan memajukan kotanya melalui pembangunan berbagai miniatur ikon dunia. Salah satu ikon yang paling menarik perhatian adalah miniatur Kakbah yang berada di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC), lengkap dengan replika kain Kiswah. Miniatur ini kerap dijadikan lokasi edukasi keagamaan dan tempat berfoto bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar kota.
Namun sayangnya, keindahan miniatur Kakbah tersebut harus tercoreng akibat ulah tangan-tangan jahil. Permukaan kain terlihat dipenuhi dengan coretan tangan sejumlah pengunjung. Tindakan vandalisme ini disayangkan banyak pihak, karena tidak hanya menghilangkan nilai estetika, tetapi juga mencederai makna religius dari bangunan yang dianggap sakral, meskipun hanya berupa miniatur.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Madiun, Maidi, menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah tegas. Salah satunya adalah dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi miniatur Kakbah dan memberikan papan peringatan kepada pengunjung.
“Itu mungkin yang mencoret anak kecil, mungkin ndak tahu. Nanti kita akan tulisi ‘dilarang dicoret-coret’, jadi kita cari tahu dulu. Kalau anak kecil, ya dimaklumi. Mungkin dia juga iseng, tapi tidak tahu bahwa itu Kakbah,” jelas Maidi, Sabtu (14/06/2025).
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa bila pelaku vandalisme ternyata sudah cukup umur, maka motifnya akan ditelusuri.
“Nanti kita edukasi dan lakukan pengawasan ketat agar dapat mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.
Dengan hadirnya enam miniatur ikon dunia di Kota Madiun, termasuk miniatur Kakbah, diharapkan masyarakat bisa turut menjaga dan merawat setiap fasilitas yang telah disediakan demi kemajuan kota dan edukasi publik.
Surya – Sinergia