Berita Terkini
Trending Tags

Kejari Ponorogo Sita Lebih dari Rp 3 Miliar Terkait Kasus Dana BOS di SMK 2 PGRI

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menyita uang senilai Rp 3.175.000.000 dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menyita uang senilai Rp 3.175.000.000 dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK 2 PGRI Ponorogo. Kasus ini mencakup periode tahun 2019 hingga 2024 dengan total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 25 miliar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, mengatakan bahwa uang tersebut disita dari tiga orang saksi berinisial BS, AZ, dan MLH, yang terkait dengan perkara tersebut.

“Ketiga saksi ini secara sukarela mengembalikan uang ke negara dalam kasus penyalahgunaan dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo,” ujar Agung kepada awak media, Selasa (24/06/2025).

Menurut Agung, uang tersebut sebelumnya digunakan oleh tersangka SA untuk keperluan pribadi, termasuk membeli tanah dan membayar sejumlah pinjaman. Rinciannya, sekitar Rp 300 juta dan Rp 175 juta digunakan untuk membayar utang kepada para saksi, sementara sisanya dipakai untuk membeli tanah.

“Salah satu saksi merupakan penjual tanah. Karena transaksi masih dalam tahap uang muka (DP), yang bersangkutan bersikap kooperatif dan mengembalikan uang tersebut,” jelas Agung.

Saat ini, uang yang disita telah dimasukkan ke dalam rekening penampungan khusus. Penyidik juga masih terus menelusuri aset-aset lain yang berkaitan dengan perkara ini. Agung tidak menutup kemungkinan adanya barang bukti tambahan.

“Selain uang ini, kami sebelumnya juga telah menyita 14 unit kendaraan, terdiri dari 10 bus pariwisata, 3 minibus, dan satu unit mobil jenis Pajero,” tegasnya.

Sampai saat ini, Kejari Ponorogo telah memeriksa sedikitnya 40 orang saksi, baik dari internal sekolah maupun pihak luar. Terkait kemungkinan adanya tersangka baru, Agung menyatakan pihaknya masih menunggu fakta-fakta di persidangan.

“Penyitaan barang bukti ini merupakan bagian dari proses pembuktian atas perbuatan tersangka. Kami akan terus bekerja dan menyampaikan setiap perkembangan yang ada,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPI Madiun Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Transportasi FSTPT ke-28

    PPI Madiun Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Transportasi FSTPT ke-28

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun menjadi tuan rumah Simposium Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT) ke-28 yang digelar Sabtu (30/08/2025). Simposium tahun ini mengusung tema “Railways as the Backbone of Indonesia’s Future Transport”. Tema tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi […]

    Bagikan
  • DKPP Kota Madiun Galakkan Gemarikan, Tebar 42.000 Benih Ikan

    DKPP Kota Madiun Galakkan Gemarikan, Tebar 42.000 Benih Ikan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun terus menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Salah satu kegiatannya yakni tebar 42.000 benih ikan lele dan nila di kawasan kolam milik pemerintah kota pada Selasa (23/04/2025). Kegiatan ini juga diisi dengan aksi tangkap ikan oleh anak-anak sekolah dasar yang tampak antusias karena […]

    Bagikan
  • Tiga Jembatan Garuda Rampung, Warga Ponorogo Kini Menyeberang dengan Aman

    Tiga Jembatan Garuda Rampung, Warga Ponorogo Kini Menyeberang dengan Aman

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Senyum lega kini dirasakan warga di sejumlah desa setelah pembangunan Jembatan Garuda Tahap III mulai memberikan manfaat nyata. Program pembangunan akses penghubung tersebut menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menantang arus sungai demi beraktivitas sehari-hari. Pada tahap ketiga ini, empat Jembatan Garuda dibangun di Kecamatan Bungkal, Sambit, Jambon, […]

    Bagikan
  • Libur Idul Adha, Arus Kendaraan Keluar GT Madiun Naik Hampir 18 Persen

    Libur Idul Adha, Arus Kendaraan Keluar GT Madiun Naik Hampir 18 Persen

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Arus lalu lintas kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Madiun mulai mengalami lonjakan libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat volume kendaraan keluar GT Madiun meningkat 17,98 persen selama periode 26-27 Mei 2026 dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Berdasarkan data PT JNK, sebanyak […]

    Bagikan
  • Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Panen kentang di Plaosan, Kabupaten Magetan, yang biasanya membawa harapan besar bagi petani, justru berubah menjadi beban. Supriyono, petani asal Desa Pacalan, hanya bisa pasrah melihat kentang di lahannya mulai membusuk karena tidak kunjung diambil oleh pabrik mitra. “Lahan hampir satu hektare saya terancam sia-sia. Pabrik cuma menyerap sekitar 40 persen […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jabatan Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, tengah menjadi sorotan setelah Sigit Supriyadi diketahui membuat surat pengunduran diri. Dokumen tersebut ditandatangani pada 19 Desember dan dibubuhi materai sebagai bentuk keabsahan. Dalam isi surat itu, Sigit menegaskan bahwa keputusan mundur dilakukan atas keinginan pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. […]

    Bagikan
expand_less