
Sinergia | Kab. Magetan – Suasana parkir timur Alun-Alun Magetan yang biasanya dipenuhi aroma makanan kaki lima mendadak sepi dalam beberapa hari terakhir. Bukan karena minim pembeli, tapi karena para pedagang tak lagi bisa berjualan akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Bahkan, harga tabung gas melon pun melonjak Rp. 26ribu hingga Rp. 28 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dapat satu tabung saja harus berebut. Padahal saya butuh tiga tabung untuk jualan,” ujar Eko, penjual batagor, Selasa (24/06/2025).
Kelangkaan sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, namun dampak terparah dirasakan dalam tiga hari terakhir. Di sejumlah titik, termasuk dalam kota, hampir seluruh pangkalan kehabisan stok. Sejumlah pelaku usaha kecil di sektor kuliner terpaksa mematikan kompor dan mengurangi jam operasional karena keterbatasan pasokan gas.
Purnomo (25), pedagang seblak, mengaku mematikan salah satu kompor karena hanya memiliki satu tabung tersisa.
“Katanya karena banyak acara hajatan, tapi kami yang kena imbas. Sulit cari nafkah kalau begini terus,” ucapnya.
Senada, Ratin (50), penjual mie ayam, memilih tutup lebih awal setiap hari untuk menghindari risiko kehabisan gas saat melayani pelanggan.
“Takutnya pas masak malah gas habis. Pelanggan kecewa, bisa-bisa nggak balik lagi,” ujarnya.
Di wilayah Pasar Parang, Damiati (45) bahkan menutup warung kopinya karena tak mendapatkan gas.
“Kalau nggak ada gas ya tutup. Saya nggak bisa pakai kayu bakar, tempat saya sempit,” katanya.
Kelangkaan gas subsidi tidak hanya menghantam pedagang, tapi juga warga rumah tangga. Sulis, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus berkeliling ke banyak tempat namun tetap tak menemukan tabung gas.
“Alasannya macam-macam, libur panjang, hajatan. Tapi ujungnya ya kami yang susah,” keluhnya.
Ia mendesak pemerintah untuk membenahi sistem distribusi dan memastikan subsidi tepat sasaran. Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Sucipto, menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pemangku kebijakan lainnya.
“Ada 19 agen dan 826 pangkalan dengan alokasi harian rata-rata 23.277 tabung. Data dari Pertamina menyatakan penyaluran dalam kondisi normal,” jelasnya.
Namun, sebagai bentuk antisipasi, Disperindag menyebutkan akan ada tambahan distribusi sebanyak 19.040 tabung gas elpiji mulai Rabu hingga Sabtu pekan ini, menyambut momen 1 Muharram. Sucipto juga menekankan bahwa elpiji bersubsidi 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro, bukan untuk restoran, hotel, hajatan, maupun peternakan.
Kusnanto – Sinergia