Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Pemuda Magetan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Solusi Lingkungan Bernilai Ekonomi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Doni Eko Hardianto, warga Desa Manjung menciptakan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Kepedulian terhadap lingkungan mendorong Doni Eko Hardianto, warga Desa Manjung, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, menciptakan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Lewat alat buatannya sendiri, Doni mampu mengubah tumpukan plastik tak terpakai menjadi solar, minyak tanah, hingga bensin.

Berawal dari keprihatinan melihat sampah plastik yang menumpuk di sekitar rumah warga, Doni tergerak mencari solusi. Ia kemudian merakit alat pirolisis sederhana, reaktor berbahan logam yang digunakan untuk membakar plastik dalam suhu tinggi dan minim oksigen. Hasilnya, uap dari proses pembakaran dialirkan ke dalam tangki kondensasi dan berubah menjadi cairan BBM.

“Awalnya saya prihatin melihat masyarakat membuang sampah sembarangan. Dari situ saya mencari ide untuk mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Doni, Sabtu (05/07/2025).

Proses pembakaran dilakukan di dalam tungku pada suhu sekitar 300 derajat Celsius. Uap yang keluar kemudian ditampung dan didinginkan, menghasilkan tiga jenis bahan bakar: minyak tanah, bensin, dan solar. BBM hasil olahan ini sudah digunakan oleh warga sekitar, terutama untuk mengoperasikan mesin diesel penggiling padi dan pompa air, juga mesin pertanian lainnya.

Priyono, salah satu warga, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan inovasi tersebut. Ia bahkan secara sukarela mengumpulkan sampah plastik dari rumahnya untuk diserahkan ke Doni.

“Daripada dibuang sembarangan atau dibakar, lebih baik diberikan ke Pak Doni. Selain lingkungan bersih, hasilnya juga bisa dipakai bersama. Kami biasa pakai solar olahan ini untuk mesin dos padi,” ungkap Priyono.

Sayangnya, hingga kini inovasi Doni belum mendapatkan perhatian atau dukungan dari pemerintah desa maupun daerah. Padahal, selain memberi solusi terhadap persoalan sampah, karyanya juga berpotensi menciptakan kemandirian energi masyarakat.

“Harapannya, kalau ini bisa dikembangkan dan mendapat dukungan, tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi dari sampah plastik yang sebelumnya dianggap tak bernilai,” imbuh Doni.

Di tengah mahalnya harga BBM dan semakin peliknya persoalan sampah plastik, langkah Doni Eko Hardianto menjadi bukti bahwa solusi bisa datang dari desa, dari tangan warga biasa yang punya niat luar biasa.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Knalpot Brong Disita, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kab. Madiun Turun

    Ratusan Knalpot Brong Disita, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kab. Madiun Turun

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polres Madiun menyita 127 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong selama Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar pada 14–27 Juli lalu. Selain penindakan pelanggaran lalu lintas, kepolisian juga mencatat penurunan angka kecelakaan dibanding periode yang sama tahun lalu. “Jumlah kecelakaan lalu lintas turun 13 kasus dibandingkan 2024,” kata Kapolres […]

    Bagikan
  • Panik Ada Tikus di Mobil, Kijang Hantam Median Jalan di Kota Madiun

    Panik Ada Tikus di Mobil, Kijang Hantam Median Jalan di Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kaget dan Panik. Itulah yang dialami oleh Heri Purwanto saat mengemudikan mobil Kijang nopol AE 1387 BV bersama keluarganya di Jalan Soekarno Hatta Kota Madiun pada Selasa (13/01/2026). Kepanikan dipicu lantaran ada seekor tikus di dalam mobil. Akibat panik dan kurang konsentrasi, mobil tersebut menabrak media jalan. Kasat Lantas Polres […]

    Bagikan
  • Ayo…Jangan Lewatkan Festival Kampung Pecinan Madiun

    Ayo…Jangan Lewatkan Festival Kampung Pecinan Madiun

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Festival Kampung Pecinan Madiun resmi dibuka Minggu (26/1/2025) di kawasan Kampung Pecinan Jalan Barito Kota Madiun. Pembukaan festival ini dihadiri oleh Pj. Walikota Madiun, Eddy Supriyanto dan Wali Kota Madiun terpilih, Maidi serta dibanjiri masyarakat. Festival Kampung Pecinan Madiun 2025 menghadirkan berbagai acara menarik, mulai dari pertunjukan seni barongsai, lapak […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Hari Raya Idul Adha 2026, perajin tusuk sate di Kabupaten Madiun justru kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga luar provinsi hingga luar Pulau Jawa. Lonjakan pesanan itu dirasakan Nahrowi, perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Dalam tiga pekan […]

    Bagikan
  • Embung Mengering, Warga Berbondong-bondong Berebut Ikan

    Embung Mengering, Warga Berbondong-bondong Berebut Ikan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Musim kemarau panjang membuat Embung Titang Krajan, yang oleh warga setempat lebih dikenal sebagai Embung Duwet Sewu, mengering. Kondisi tersebut justru dimanfaatkan warga sekitar untuk menangkap ikan yang selama ini hidup di embung. Sejak air embung menyusut hingga menyisakan genangan air dan lumpur, warga berdatangan membawa berbagai peralatan sederhana untuk menangkap […]

    Bagikan
expand_less