Berita Terkini
Trending Tags

MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan guru bantu disiapkan jelang MPLS Sekolah Rakyat. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Sebanyak 262 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Jumat, 31 Juli 2026. Selama dua hingga tiga pekan, para peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan dibekali proses adaptasi sebelum memulai pembelajaran di sekolah berkonsep asrama tersebut.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, mengatakan guru-guru bantuan akan mendampingi proses pembelajaran hingga tenaga pendidik hasil seleksi Kementerian Sosial mulai bertugas.

“Untuk sementara kami dibantu guru tamu agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Nantinya akan dikoordinasikan dengan guru PPPK yang ditetapkan Kementerian Sosial,” katanya.

Saat ini, sebanyak 43 guru bantuan telah disiapkan, terdiri dari 12 guru jenjang SD, 14 guru SMP, dan 17 guru SMA.

Selain tenaga pendidik, sekolah juga menyiapkan sistem pendampingan siswa di lingkungan asrama. Setiap wali asrama akan mendampingi sekitar dua kamar, sedangkan satu wali asuh bertanggung jawab terhadap 10 siswa.

Menurut Rohmah, pelaksanaan MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup mandiri bagi para siswa yang akan tinggal di asrama.

“Anak-anak akan menjalani masa transisi selama kurang lebih dua hingga tiga minggu. Mereka dibiasakan bangun tepat waktu, beribadah, makan teratur, hingga menjalani rutinitas kehidupan berasrama sebelum masuk ke proses pembelajaran,” ujar Rohmah.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, sekolah menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur guna memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sementara.

Rohmah menambahkan, jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai sekitar 341 orang. Namun, sebagian di antaranya merupakan siswa yang akan mengikuti skema penempatan sementara, termasuk calon siswa dari Sekolah Rakyat Ponorogo.

Selain menyiapkan tenaga pendidik, pemerintah juga masih mengebut penyelesaian infrastruktur sekolah yang hingga kini telah mencapai sekitar 94 persen.

Image Not Found
Guru bantu siap dampingi MPLS Sekolah Rakyat Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Madiun, Anton Susilo, memastikan seluruh persiapan pelaksanaan MPLS hampir rampung. Meski demikian, belum seluruh siswa akan langsung menempati asrama karena pembangunan fasilitas masih dalam tahap penyelesaian.

“Pelaksanaan MPLS tetap dimulai pada 31 Juli. Namun untuk penempatan di asrama akan menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan petunjuk dari Kementerian Sosial,” kata Anton.

Ia menjelaskan, jumlah siswa yang telah ditetapkan melalui surat keputusan bupati saat ini mencapai 262 orang dari total kuota 270 siswa.

Komposisinya terdiri dari 57 siswa SD, 114 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Delapan kursi yang masih kosong akan diisi apabila nantinya terdapat penambahan peserta melalui perubahan surat keputusan.

Anton menyebut antusiasme calon siswa cukup tinggi. Banyak orang tua maupun peserta didik yang mulai menanyakan jadwal masuk sekolah. Namun pemerintah memilih menunggu seluruh fasilitas siap agar proses belajar berlangsung aman dan nyaman.

“Kami ingin anak-anak masuk ketika semuanya sudah benar-benar siap, baik sarana maupun tenaga pendidiknya,” ujarnya.

Ia memastikan tenaga pendidik, wali asuh, hingga wali asrama telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relokasi Pasar Hewan, Ini Jeritan Supartini, Tukang Pijat Lansia di Totog Maospati Terancam Tergusur

    Relokasi Pasar Hewan, Ini Jeritan Supartini, Tukang Pijat Lansia di Totog Maospati Terancam Tergusur

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Rencana pemindahan Pasar Hewan Pahingan Maospati ke area belakang Puskesmas Maospati, Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan, menyisakan sejumlah pertanyaan dan kekhawatiran dari warga yang terdampak. Sekitar 23 bangunan yang telah lama ditempati oleh 18 kepala keluarga (KK) di kawasan Totog terancam dibongkar seiring dengan pemanfaatan lahan oleh pemerintah setempat. Program relokasi […]

    Bagikan
  • Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

    Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang jebol beberapa waktu lalu. Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/4/2026) bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat […]

    Bagikan
  • Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 […]

    Bagikan
  • Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    Gempa 2,8 Magnitudo Guncang Magetan! Berpusat di Darat

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi pada Minggu (21/9/2025) dini hari sekitar pukul 01.32 WIB. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bermagnitudo 2,8 tersebut berpusat 17 kilometer barat daya Magetan, tepatnya di koordinat 7,71 LS dan 111,19 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Meski episodenya terdeteksi cukup dekat, […]

    Bagikan
  • Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi […]

    Bagikan
  • Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan bagi masyarakat melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Beberapa RTH yang telah di bangun Pemerintah Kota Madiun, antara lain RTH Nusa Penida, RTH Kanigoro Selo, dan RTH Telaga Mas semakin diminati oleh warga lokal. 1. RTH Nusa Penida RTH Nusa […]

    Bagikan
expand_less