MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 10
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Sebanyak 262 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Jumat, 31 Juli 2026. Selama dua hingga tiga pekan, para peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan dibekali proses adaptasi sebelum memulai pembelajaran di sekolah berkonsep asrama tersebut.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, mengatakan guru-guru bantuan akan mendampingi proses pembelajaran hingga tenaga pendidik hasil seleksi Kementerian Sosial mulai bertugas.
“Untuk sementara kami dibantu guru tamu agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Nantinya akan dikoordinasikan dengan guru PPPK yang ditetapkan Kementerian Sosial,” katanya.
Saat ini, sebanyak 43 guru bantuan telah disiapkan, terdiri dari 12 guru jenjang SD, 14 guru SMP, dan 17 guru SMA.
Selain tenaga pendidik, sekolah juga menyiapkan sistem pendampingan siswa di lingkungan asrama. Setiap wali asrama akan mendampingi sekitar dua kamar, sedangkan satu wali asuh bertanggung jawab terhadap 10 siswa.
Menurut Rohmah, pelaksanaan MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup mandiri bagi para siswa yang akan tinggal di asrama.
“Anak-anak akan menjalani masa transisi selama kurang lebih dua hingga tiga minggu. Mereka dibiasakan bangun tepat waktu, beribadah, makan teratur, hingga menjalani rutinitas kehidupan berasrama sebelum masuk ke proses pembelajaran,” ujar Rohmah.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, sekolah menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur guna memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sementara.
Rohmah menambahkan, jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai sekitar 341 orang. Namun, sebagian di antaranya merupakan siswa yang akan mengikuti skema penempatan sementara, termasuk calon siswa dari Sekolah Rakyat Ponorogo.
Selain menyiapkan tenaga pendidik, pemerintah juga masih mengebut penyelesaian infrastruktur sekolah yang hingga kini telah mencapai sekitar 94 persen.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Madiun, Anton Susilo, memastikan seluruh persiapan pelaksanaan MPLS hampir rampung. Meski demikian, belum seluruh siswa akan langsung menempati asrama karena pembangunan fasilitas masih dalam tahap penyelesaian.
“Pelaksanaan MPLS tetap dimulai pada 31 Juli. Namun untuk penempatan di asrama akan menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan petunjuk dari Kementerian Sosial,” kata Anton.
Ia menjelaskan, jumlah siswa yang telah ditetapkan melalui surat keputusan bupati saat ini mencapai 262 orang dari total kuota 270 siswa.
Komposisinya terdiri dari 57 siswa SD, 114 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Delapan kursi yang masih kosong akan diisi apabila nantinya terdapat penambahan peserta melalui perubahan surat keputusan.
Anton menyebut antusiasme calon siswa cukup tinggi. Banyak orang tua maupun peserta didik yang mulai menanyakan jadwal masuk sekolah. Namun pemerintah memilih menunggu seluruh fasilitas siap agar proses belajar berlangsung aman dan nyaman.
“Kami ingin anak-anak masuk ketika semuanya sudah benar-benar siap, baik sarana maupun tenaga pendidiknya,” ujarnya.
Ia memastikan tenaga pendidik, wali asuh, hingga wali asrama telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




