Geger Penemuan Tulang Belulang Terbungkus Kain Kafan di Perum Griya Salak Kota Madiun, Ternyata…
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Warga di lingkungan Perum Griya Salak Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun digegerkan dengan penemuan kerangka tengkorak yang terbungkus kain kafan pada Selasa (28/7/2026). 2 bungkus kain diketahui pertama kali oleh seorang tukang tengah menggali tanah di pekarangan salah satu warga. Warga pun langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
Herman Hidayat, Ketua RW 06 mengaku mendapat laporan dari warga terkait penemuan kain kafan mencurigakan tersebut. Dirinya langsung melapor melalui call center kepolisian 110 untuk penanganan lebih lanjut.
“Tadi saya di rumah dilaporin ada penemuan pocong dua. Terus saya lihat ke lokasi. Satunya dibuka ada kerangka itu. Saya teruskan laporan ke pihak keamanan,” jelasnya.
Warga sempat berbondong-bondong untuk melihat penemuan tersebut. Pantauan di lokasi kejadian, kepolisian memasang garis polisi. Sementara itu, Polsek Taman beserta tim Inafis Satreskrim Polres Madiun Kota melakukan pemeriksaan terhadap kerangka tersebut.
“Ya warga sempat khawatir. Takut ada apa-apa to. Mangkanya langsung lapor kepada kepolisian tadi,” imbuh Herman.
Usai dilakukan identifikasi, tulang belulang itu bukan kerangka manusia seperti informasi yang beredar di masyarakat. Dari ciri-cirinya diduga kuat itu merupakan kerangka hewan.
“Setelah kita melaksanakan olah TKP bersama tim Dokkes Polres Madiun Kota, ternyata itu bukan kerangka manusia. Itu kerangka atau tulang belulang dari binatang. Kita belum memastikan kerangka binatang jenis apa,” terang IPDA Heri, Kaur Identifikasi Inafis Satreskrim Polres Madiun Kota.
Hal itu diketahui dari temuan gigi taring dari kedua kerangka. Pihak kepolisian pun memberikan informasi hasil olah TKP.
“Susunan gigi taringnya itu di bagian tengkorak mengarah ke binatang,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




