Minibus Rombongan Takziah Terjun ke Jurang 25 Meter di Madiun, 1 Penumpang Tewas dan 6 Terluka
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kecelakaan maut menimpa rombongan takziah di Kabupaten Madiun, Rabu (22/7/2026) malam. Sebuah minibus Toyota Avanza yang membawa tujuh penumpang terjun ke jurang sedalam sekitar 25 meter di Dukuh Seprau, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan. Akibat insiden tersebut, satu penumpang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di ruas jalan Dagangan–Segulung, tepatnya di kawasan Tanjakan Seprahu yang dikenal memiliki turunan curam dan tikungan tajam.
Kapolsek Dagangan AKP Eko Hari mengatakan kendaraan Toyota Avanza bernomor polisi AE 1627 GW yang dikemudikan oleh Yatim melaju dari arah timur menuju barat. Saat memasuki jalan menurun dan tikungan ke kanan, kendaraan diduga hilang kendali hingga keluar jalur dan terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter.

“Pengemudi diduga kurang konsentrasi saat mengemudikan kendaraan sehingga kendaraan hilang kendali dan jatuh ke jurang,” ujar AKP Eko Hari usai evakuasi kendaraan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan rombongan tersebut baru saja menghadiri takziah. Warga sekitar juga menduga pengemudi tidak menguasai medan karena mengikuti petunjuk aplikasi navigasi google map menuju lokasi tujuan.
Akibat kecelakaan itu, satu penumpang meninggal dunia dilokasi kejadian, korban diketahui bernama Suwarno, warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Korban diduga meninggal akibat benturan keras setelah kendaraan terjun ke dasar jurang.
Sementara enam korban lainnya langsung dievakuasi ke RSUD Dolopo untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka adalah Yatim yang mengalami luka berat, serta Mufadana Artha Miyazi, Pujiono, Anik Andarwati, Linda Retnaning Tyas, dan Fitri yang mengalami luka ringan.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi kendaraan berada di dasar jurang. Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi seluruh korban sebelum kendaraan akhirnya berhasil diangkat menggunakan mobil derek sekitar pukul 22.00 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, minibus mengalami kerusakan berat pada hampir seluruh bagian bodi. Polisi memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp 50 juta.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan analisis sementara, insiden diduga dipicu kelalaian pengemudi yang kurang berkonsentrasi saat melintas di jalur menurun dan menikung. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




