Pemkab Madiun Gandeng UNS Percepat Skrining TBC Lewat Mobil Rontgen Keliling, Warga Bisa Periksa Gratis
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban Madiun. Kerja sama itu ditandai dengan penyerahan teknologi Tibi Smart untuk mendukung layanan skrining TBC menggunakan mobil rontgen milik Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Penyerahan dilakukan dalam rangkaian program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi.
UNS Kampus Caruban menyerahkan hasil hilirisasi riset berupa aplikasi Tibi Smart, sistem deteksi dini TBC berbasis citra toraks yang terintegrasi dengan mobil rontgen dan perangkat tablet. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat skrining TBC di berbagai wilayah Kabupaten Madiun, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan lebih cepat dan akurat.
Selain penguatan layanan kesehatan, Bahana Bersahaja juga menghadirkan puluhan layanan publik yang dipusatkan di Desa Dempelan. Mulai dari administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan perizinan, koperasi, perdagangan, pertanian, peternakan, hingga pasar murah.
Dalam sarasehan bersama warga pada Selasa (21/7/2026) malam, Bupati Hari Wuryanto mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan agar masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah di satu tempat.

“Besok seluruh kepala OPD akan memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Dempelan. Ini menjadi kesempatan yang baik karena masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah di satu lokasi,” kata Hari Wuryanto.
Menurut Hari, kehadiran seluruh OPD di desa merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
“Saya bersama Wakil Bupati dan seluruh jajaran OPD memohon maaf apabila selama ini pelayanan yang diberikan belum maksimal. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin baik dan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hari turut menyoroti kondisi Pasar Desa Dempelan yang dinilai membutuhkan pembangunan kembali. Ia meminta Dinas Perdagangan segera melakukan peninjauan dan menyiapkan tindak lanjut sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui program Bahana Bersahaja, Pemkab Madiun berharap pelayanan publik semakin mudah dijangkau warga. Sementara itu, dukungan teknologi dari UNS diharapkan mampu memperluas cakupan skrining TBC, mempercepat penemuan kasus sejak dini, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Madiun. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




