Diduga Penjaga Perlintasan JPL Kertosono Tertidur, Truk Kontainer Nyaris Tertemper KA Brantas
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Nganjuk – Detik-detik mencekam terekam oleh pemilik akun Instagram @zukoardianlibra4 pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam rekaman video yang beredar, nyaris terjadi kecelakaan antara KA Brantas dengan truk kontainer di JPL Kertosono Nganjuk. Pasalnya, palang pintu perlintasan tidak tertutup sehingga kendaraan masih melintas.
Dari penuturannya, yang bersangkutan hafal waktu tersebut KA Brantas akan melintas di JPL Kertosono. Namun, dirinya kaget lantaran pintu pelintasan tidak ditutup. Bahkan, beberapa truk masih mencoba melintas hingga dirinya meminta berhenti karena kereta sudah dekat.
Bahkan, KA Brantas sampai membunyikan klakson panjang hingga melewati perlintasan sebidang. Zuko bahkan berteriak di Pos JPL hingga seorang warga mengedor jendela.
“Untunge tak setop Iki mau rek. Kereta Brantas aku lak anyar ngomong Iki mau. Enek semboyan soale (Untungnya tak stop ini tadi rek. Kereta Brantas aku baru ngomong ini tadi. Ada semboyan soalnya),” ujar perekam.
Penjaga perlintasan diduga ketiduran hingga dibangunkan oleh warga. “Pagi ini pukul 01.45 Rabu 22 juli 2026 di JPL Kertosono hampir saja terjadi kecelakaan antara KA Brantas tujuan St. Blitar dgn truk kontainer di karenakan penjaga JPL yang ketiduran hingga tdk menutup palang perlintasan rel untung saja ada pedagang asongan yang teriak dsna,” tulis Zuko di caption Instagramnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian di JPL 303A KM 213+705 petak jalan Kertosono–Papar, di mana palang pintu perlintasan tidak tertutup saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar melintas. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian tersebut disebabkan petugas jaga perlintasan tidak melaksanakan prosedur pengamanan perlintasan sebagaimana mestinya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini. Keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap bentuk pelanggaran terhadap prosedur operasional yang dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan,” ujar Tohari.
Lebih lanjut, Tohari menjelaskan bahwa petugas yang bersangkutan telah dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat disiplin, meningkatkan pengawasan, serta memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan kepada seluruh petugas perlintasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. KAI berkomitmen menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan,” lanjut Tohari.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat dampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun andil keterlambatan perjalanan KA. KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin saat akan melintasi perlintasan sebidang. Jangan bergantung pada keberadaan palang pintu, karena palang pintu hanyalah alat bantu. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan. Baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga, berpalang pintu maupun tidak berpalang pintu, keselamatan berawal dari kewaspadaan dan kepatuhan setiap pengguna jalan. Mari bersama-sama mewujudkan perjalanan yang selamat dengan selalu mendahulukan perjalanan kereta api,” tutup Tohari.
Tentunya hal ini patut menjadi perhatian serius pihak terkait dalam hal ini KAI Daop 7 Madiun. Sebelumnya, di JPL 103 petak Jalan Bagor-Saradan di Nganjuk terjadi kecelakaan antara KA Logawa dengan truk Ekspedisi. Akibat kecelakaan tersebut 1 orang meninggal dunia dan beberapa orang terluka.
Dari rekaman CCTV yang beredar, kecelakaan terjadi dugaan akibat penjaga perlintasan telat menutup palang pintu. Akibatnya, truk ekspedisi yang melintas tertemper KA Logawa. Hingga kini, KAI Daop 7 Madiun juga belum memberikan keterangan resmi terkait hasil investigasi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




