Berita Terkini
Trending Tags

Harga Sembako Naik, Warga Kabupaten Madiun Rela Antre Demi Paket Murah Bersubsidi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pasar murah Bahana Bersahaja diserbu ratusan warga Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ratusan warga memadati pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Rabu (22/7/2026). Mereka rela mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras dan telur ayam.

Pasar murah tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) yang digelar selama dua hari. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun membuka dua titik layanan agar lebih banyak warga dapat mengakses sembako dengan harga di bawah pasaran.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pokok belakangan ini menjadi alasan utama tingginya antusiasme masyarakat. Pemerintah Kabupaten Madiun pun memberikan subsidi langsung berupa potongan harga pada setiap komoditas yang dijual.

Binti, salah seorang warga yang mengantre sejak pagi, mengaku sengaja datang untuk membeli beras, minyak goreng, dan telur karena selisih harganya cukup jauh dibanding di pasar.

“Selisihnya hampir 20 persen. Sekarang harga beras, minyak, dan telur sedang naik. Telur di luar bisa Rp 25 ribu per kilogram, di sini hanya Rp 19.500. Sangat membantu kami sebagai masyarakat kecil,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mariyam. Ia mengaku memanfaatkan kedatangannya di Bahana Bersahaja tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga memeriksakan kesehatan.

Image Not Found
Harga telur naik, pasar murah jadi pilihan warga Madiun. Foto : Tova-Sinergia

“Tadi saya periksa kesehatan dulu, lalu belanja beras, telur, minyak goreng, dan bawang putih. Saya rela antre karena harganya jauh lebih murah daripada di pasar,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun, Budi Santoso, mengatakan pihaknya menyiapkan stok dalam jumlah besar selama pelaksanaan pasar murah.

“Untuk kegiatan ini kami menyediakan beras sebanyak 3 ton, minyak goreng 2.000 liter, gula pasir 2.000 kilogram, telur ayam 300 kilogram, dan bawang putih 300 kilogram,” ujar Budi.

Menurutnya, subsidi diberikan dalam bentuk pengurangan harga sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Beras premium yang di pasaran dijual sekitar Rp 15.000 per kilogram, di pasar murah hanya Rp 11.900 per kilogram. Minyak goreng turun dari sekitar Rp 22.000 menjadi Rp 18.000 per liter. Gula pasir dijual Rp 14.500 per kilogram dari harga pasar Rp 17.500. Telur ayam dijual Rp 19.500 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp 24.000 hingga Rp 25.000. Sementara bawang putih dijual Rp 29.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 33.000.

Budi menjelaskan, kenaikan harga telur ayam menjadi yang paling terasa dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi meningkatnya permintaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan usai masa libur sekolah.

“Kalau yang terlihat naik sekarang memang telur. Karena program MBG sudah berjalan lagi sehingga permintaan meningkat dibanding saat masa liburan,” katanya.

Untuk pemerataan, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu paket sembako dengan menunjukkan satu KTP. Satu paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, telur ayam 1 kilogram, bawang putih 500 gram, dan cabai rawit 100 gram.

Budi menambahkan, tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap sembako bersubsidi masih sangat tinggi. Bahkan, pada hari sebelumnya sebagian stok sempat habis lebih cepat karena banyaknya pembeli yang datang sejak pagi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru 3 Bulan Menjabat, Kajari Kota Madiun Kena Mutasi, Ada Apa ?

    Baru 3 Bulan Menjabat, Kajari Kota Madiun Kena Mutasi, Ada Apa ?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 31 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) berganti jabatan berdasarkan keputusan yang diteken pada 11 Februari 2026. Salah satunya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Madiun, Wahyu Triantono yang kini digantikan oleh Komaidi. Padahal, Wahyu Triantono baru menjabat di Kota Pendekar sekitar 3 bulan. Namun, tak hanya di posisi pucuk pimpinan, rotasi […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

    BPBD Magetan Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Pelaksana (Kalaksa) […]

    Bagikan
  • Dua Gugatan Gus Wahid Seret Pimpinan DPRD dan DPC PKB Magetan

    Dua Gugatan Gus Wahid Seret Pimpinan DPRD dan DPC PKB Magetan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konflik internal di tubuh Fraksi PKB DPRD Magetan memasuki babak baru. Anggota DPRD Magetan, Nur Wakhid atau yang akrab disapa Gus Wahid, resmi menyeret pimpinan DPRD Magetan ke Pengadilan Negeri (PN) setempat. Ia menggugat tiga pimpinan dewan atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang disebut […]

    Bagikan
  • Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan 

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani secara maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 936 kilometer, perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah […]

    Bagikan
  • MPLS 2026, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa

    MPLS 2026, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk memastikan kelancaran kegiatan, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun didampingi Kepala Dinas Pendidikan Lismawati meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMPN 13 Kota Madiun pada Senin (13/7/2026). Dalam […]

    Bagikan
  • Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengumumkan hasil efisiensi belanja daerah berhasil menghemat sekitar Rp. 44 miliar. Dana itu langsung dialokasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan porsi terbesar untuk sektor infrastruktur. Pj Sekda Magetan, Muchtar Wahid, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima kucuran dana terbesar, sekitar Rp12 […]

    Bagikan
expand_less