Berita Terkini
Trending Tags

Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
APTRI saat pemanenan tebu, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Ketika banyak petani tebu di Kabupaten Madiun mengeluhkan pembayaran hasil panen yang macet, petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Rejoagung Baru justru tak mengalami masalah serupa. Mereka menerima pembayaran hasil giling tebu setiap pekan sesuai harga pokok penjualan (HPP) Rp14.500 per kilogram.

Sekretaris DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) wilayah PG Rejoagung Baru, Aji Kurniawan, menjelaskan keberhasilan itu berkat perencanaan giling yang matang.

 “Sejak awal giling tahun ini, kami sudah menyiapkan plan A dan B. Gula petani bisa dilelang atau diamankan langsung oleh manajemen PG Rejoagung hingga akhir giling Oktober mendatang. Setiap Rabu, petani bisa mengambil pembayaran tanpa hambatan,” ujar Aji di Madiun, Selasa (26/8/2025).

Menurut Aji, produksi tebu di PG Rejoagung saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per minggu. Kapasitas giling pabrik sebenarnya bisa mencapai 60 ribu kuintal, tetapi pasokan tebu hanya sekitar 50 ton, dengan rendemen masih di bawah 7 persen. Meski begitu, pembayaran tetap lancar.

Aji menilai kondisi petani tebu PG Rejoagung lebih baik dibandingkan petani di wilayah Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang kesulitan pencairan pembayaran dan terpaksa menjual gula di bawah harga Rp14.500 karena tekanan biaya operasional.

 “Di PG Rejoagung, petani fokus menyelesaikan panen tanpa pusing soal pembayaran,” katanya.

Terkait rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Badan Pangan Nasional, Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), dan pedagang gula, Aji menyebut pemerintah menekan AGRI agar gula rafinasi tidak bocor ke pasar konsumsi.

“Sejauh ini di Madiun belum terlihat gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi,” jelasnya.

Mengenai rencana pemerintah pusat menggandeng Danatara untuk menyerap gula petani, Aji menganggap langkah itu lebih pada mengamankan harga.

 “Sepengetahuan kami, Danatara tidak bisa membeli gula langsung, tetapi bisa menginvestasikan dana ke Bulog atau ID Food sesuai penugasan pemerintah. Jika alokasi Rp1,5 triliun setara sekitar 103 ribu ton gula, itu hanya mampu menutup sekitar tiga minggu produksi petani,” papar Aji.

Diharapkan pemerintah tegas dalam mengamankan harga gula saat petani memasuki musim panen atau giling. 

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Polisi Berpangkat IPTU Terlibat Narkoba, Kapolres Madiun Kota : Dalam Penyelidikan

    Oknum Polisi Berpangkat IPTU Terlibat Narkoba, Kapolres Madiun Kota : Dalam Penyelidikan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Oknum polisi berinisial Iptu BS anggota Polsek Manguharjo Polres Madiun Kota ditangkap tim Satresnarkoba Polres Madiun Kota. Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 37 gram. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kasus masih dalam proses penyidikan sehingga belum […]

    Bagikan
  • Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Demonstrasi ribuan massa dari berbagai elemen—mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga umum—di depan Gedung DPRD Kota Madiun berujung ricuh pada Sabtu (30/08/2025). Massa melemparkan batu hingga botol air kearah gedung wakil rakyat. Pihak kepolisian yang berjaga dan koordinator aksi berusaha meredam aksi anarkis massa. Usai kericuhan meredam, perwakilan massa melakukan […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Banjir di Magetan, Tanggul Jebol hingga Jalan Rusak

    Hujan Deras Picu Banjir di Magetan, Tanggul Jebol hingga Jalan Rusak

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026) sore, memicu banjir di sejumlah titik. Air meluap ke permukiman warga hingga ruas jalan utama, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan arus lalu lintas. Salah satu kejadian paling parah terjadi di Jalan Raya Magetan–Sarangan, tepatnya di depan SMA Negeri 3 […]

    Bagikan
  • Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

    Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tradisi andum kereweng selalu tidak terlewatkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Tradisi ini menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena makna sosial dan moral yang dikandungnya. Pada Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 tahun ini tradisi andum kereweng kembali digelar di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, […]

    Bagikan
  • Sejumlah Pejabat Teras Pemkab Ponorogo Penuhi Undangan Evaluasi APBD di KPK

    Sejumlah Pejabat Teras Pemkab Ponorogo Penuhi Undangan Evaluasi APBD di KPK

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (22/10/2025). Pertemuan yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tersebut bukan agenda pemeriksaan, melainkan rapat evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024–2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut, […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
expand_less