Berita Terkini
Trending Tags

Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 382
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
APTRI saat pemanenan tebu, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Ketika banyak petani tebu di Kabupaten Madiun mengeluhkan pembayaran hasil panen yang macet, petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Rejoagung Baru justru tak mengalami masalah serupa. Mereka menerima pembayaran hasil giling tebu setiap pekan sesuai harga pokok penjualan (HPP) Rp14.500 per kilogram.

Sekretaris DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) wilayah PG Rejoagung Baru, Aji Kurniawan, menjelaskan keberhasilan itu berkat perencanaan giling yang matang.

 “Sejak awal giling tahun ini, kami sudah menyiapkan plan A dan B. Gula petani bisa dilelang atau diamankan langsung oleh manajemen PG Rejoagung hingga akhir giling Oktober mendatang. Setiap Rabu, petani bisa mengambil pembayaran tanpa hambatan,” ujar Aji di Madiun, Selasa (26/8/2025).

Menurut Aji, produksi tebu di PG Rejoagung saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per minggu. Kapasitas giling pabrik sebenarnya bisa mencapai 60 ribu kuintal, tetapi pasokan tebu hanya sekitar 50 ton, dengan rendemen masih di bawah 7 persen. Meski begitu, pembayaran tetap lancar.

Aji menilai kondisi petani tebu PG Rejoagung lebih baik dibandingkan petani di wilayah Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang kesulitan pencairan pembayaran dan terpaksa menjual gula di bawah harga Rp14.500 karena tekanan biaya operasional.

 “Di PG Rejoagung, petani fokus menyelesaikan panen tanpa pusing soal pembayaran,” katanya.

Terkait rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Badan Pangan Nasional, Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), dan pedagang gula, Aji menyebut pemerintah menekan AGRI agar gula rafinasi tidak bocor ke pasar konsumsi.

“Sejauh ini di Madiun belum terlihat gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi,” jelasnya.

Mengenai rencana pemerintah pusat menggandeng Danatara untuk menyerap gula petani, Aji menganggap langkah itu lebih pada mengamankan harga.

 “Sepengetahuan kami, Danatara tidak bisa membeli gula langsung, tetapi bisa menginvestasikan dana ke Bulog atau ID Food sesuai penugasan pemerintah. Jika alokasi Rp1,5 triliun setara sekitar 103 ribu ton gula, itu hanya mampu menutup sekitar tiga minggu produksi petani,” papar Aji.

Diharapkan pemerintah tegas dalam mengamankan harga gula saat petani memasuki musim panen atau giling. 

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Pencak Silat di Ponorogo Meninggal Dunia Saat Latihan, Diduga Asma Kambuh

    Siswa Pencak Silat di Ponorogo Meninggal Dunia Saat Latihan, Diduga Asma Kambuh

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang siswa pencak silat asal Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, Ponorogo, meninggal dunia saat mengikuti latihan pada Selasa (20/5/2025) malam. Korban bernama Mandala Putra Priatmaja (17), pelajar kelas 1 SMK. Ia sempat dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong. Peristiwa terjadi di area Kantor Desa Josari, tempat salah satu perguruan pencak silat […]

    Bagikan
  • Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh di Tanggal 1 Maret 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Yogyakarta – PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1446 hijriah. Dikutip dari keterangan resmi yang disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti melalui konferensi pers dalam website resmi muhammadiyah.or.id Rabu (12/2/2025). Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Agung Danarto. “Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Dezi Setiapurnama Dicopot, Ditarik ke Kejagung Setelah Pemeriksaan Internal

    Kajari Magetan Dezi Setiapurnama Dicopot, Ditarik ke Kejagung Setelah Pemeriksaan Internal

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Magetan kembali berganti. Dezi Setiapurnama, yang belum genap tiga bulan memimpin institusi tersebut, dikabarkan ditarik ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan oleh tim internal. Perubahan pucuk pimpinan ini menambah panjang dinamika di lingkungan Kejaksaan Negeri Magetan.  Dimana, sebelumnya Kejari Magetan dipimpin Yuana Nurshiyam sebelum […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, masih dalam penyelidikan kepolisian. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengungkapkan hingga kini sudah 41 orang diperiksa. Mereka terdiri dari korban, pihak terkait, hingga pengusaha katering yang menyediakan makanan. Selain itu, polisi juga […]

    Bagikan
  • Harga Beras Terus Naik, Warga Keluhkan Beras SPHP Tak Kunjung Turun ke Pasaran

    Harga Beras Terus Naik, Warga Keluhkan Beras SPHP Tak Kunjung Turun ke Pasaran

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Harga beras di Kabupaten Madiun terus mengalami kenaikan meski saat ini telah memasuki masa panen. Kondisi ini dikeluhkan warga yang terpaksa mengorbankan kebutuhan lainnya demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pantauan di Pasar Tradisional Pagotan, Sabtu (26/07/2025), harga beras lokal tembus Rp14.000 per kilogram. Sementara, beras kualitas medium dijual Rp15.000 dan […]

    Bagikan
  • Dampak Banjir Bandang, Pondasi Jembatan Ngale Ambles, Warga Swadaya Lakukan Perbaikan

    Dampak Banjir Bandang, Pondasi Jembatan Ngale Ambles, Warga Swadaya Lakukan Perbaikan

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Jembatan Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun Jawa Timur ambles akibat diterjang banjir pada Senin Sore (27/01/2025) lalu. Agar bisa dilalui, ratusan warga desa setempat berusaha memperbaiki konstruksi jembatan pada Kamis pagi (30/01/2025).  Beberapa konstruksi badan jembatan yang ambles yakni pada sisi utara dan selatan jembatan diperbaiki agar dapat dilintasi […]

    Bagikan
expand_less