Berita Terkini
Trending Tags

Harga Tembakau Anjlok, Petani Magetan Merana Akibat Cuaca Tak Menentu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani tembakau mengeluhkan harga jual tembakau yang anjlok di pasaran. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau tahun ini menjadi cobaan berat bagi petani di Desa Getas Anyar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Cuaca yang tak menentu, serangan hama, hingga persoalan pupuk membuat hasil panen jauh dari harapan. Alih-alih bisa menopang ekonomi keluarga, harga jual tembakau justru anjlok di pasaran.

Biasanya, daun tembakau basah dari kebun bisa laku hingga Rp5.000 per kilogram. Namun tahun ini, harga hanya berkisar Rp4.000 per kilogram. Mayoritas petani memilih menjual hasil panennya langsung dalam bentuk daun utuh setelah dipetik, tanpa sempat diolah lebih lanjut.

“Ketika daun siap dipanen malah turun hujan, hasilnya jadi jelek. Daun bagian bawah cepat mengering, kemungkinan karena pupuk urea berlebihan, ditambah lagi serangan ulat,” jelas Suyono yang sudah menanam tembakau sejak 1979.

Ia menambahkan, harga tembakau tahun ini jauh dari memuaskan. “Kalau daun basah hanya Rp4.000 per kilogram, padahal dulu bisa Rp5.000,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Magetan, Siswanto, mengungkapkan persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan, melainkan juga di daerah lain. Menurutnya, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau.

“Tahun ini cuaca benar-benar menguji. Kualitas tembakau yang biasanya bisa mencapai grade E, kini hanya sampai grade D. Selain itu, karena panas tidak maksimal, daun tidak bisa kering sempurna. Itu dapat membuat kualitas turun hingga dua tingkat,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, harga tembakau rajangan halus masih relatif lebih baik, berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, meski sebagian petani memilih menunda penjualan sambil menunggu harga naik.

“Strategi kami adalah memperkuat pasar lokal dan memperbaiki proses pengeringan agar kualitas tetap terjaga. Minimal, hasil panen petani tetap bisa terserap pasar dan ada keuntungan yang bisa dirasakan,” tambahnya.

Meski harga anjlok, petani di lereng Gunung Lawu tetap berharap ada perbaikan pasar. Selain menjual dalam bentuk daun basah, sebagian mencoba mengolah rajangan halus atau menjual varietas unggulan seperti Kemloko untuk mitra perusahaan.

“Kami berharap ke depan ada kepastian pasar dan dukungan sarana prasarana agar petani tidak selalu merugi ketika cuaca tidak berpihak,” tutup Siswanto.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Siagakan Ratusan Personel Amankan PSU Pilkada Magetan

    Polres Magetan Siagakan Ratusan Personel Amankan PSU Pilkada Magetan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Polres Magetan menyiagakan ratusan personel guna mengamankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Magetan yang akan digelar pada Sabtu, 22/03/2025. Pengamanan ini diawali dengan apel gelar pasukan dan pergeseran personel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan AKBP Satria Permana pada Kamis (20/3/2025) di Mapolres Magetan. Sebanyak 400 personel Polri dari […]

    Bagikan
  • Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Padat, Simak Penjelasan KAI

    Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Padat, Simak Penjelasan KAI

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket jelang Angkutan Lebaran 2026. Meski demikian, KAI memastikan tiket kereta api reguler masih tersedia di sejumlah jadwal dan menghimbau masyarakat agar fleksibel memilih tanggal keberangkatan. Hingga Senin (9/2/2026), pemesanan tiket telah dibuka untuk perjalanan sampai H+4 Lebaran […]

    Bagikan
  • Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    Balita 1,5 Tahun di Ngawi Tewas Tertabrak Mobil Pick Up

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Karangjati, Kabupaten Ngawi, digemparkan oleh insiden tragis pada Senin (11/08/2025) siang. Seorang balita perempuan, AS meninggal dunia setelah tertabrak mobil pikap milik orang tuanya sendiri di halaman rumah. Menurut Kepala Dusun setempat, Aryanto Adi, peristiwa bermula ketika mobil pikap pengangkut ayam milik keluarga korban baru selesai dicuci. Sopir, Aries Diantoro […]

    Bagikan
  • Guru Garda Terdepan Perubahan, Pemkot Madiun Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

    Guru Garda Terdepan Perubahan, Pemkot Madiun Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-80, Dinas Pendidikan Kota Madiun menggelar apel peringatan pada Selasa (25/11/2025). Apel berlangsung khidmat diikuti para kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Madiun, serta dipimpin langsung Wali Kota Madiun, Maidi. Yang menarik, peserta upacara mengenakan pakaian adat dari Sabang hingga Merauke, menampilkan […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Hadirkan “Sore di Kabupaten”, Event Berkesan dan Ingin Mengulang

    Pemkab Madiun Hadirkan “Sore di Kabupaten”, Event Berkesan dan Ingin Mengulang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) sukses meluncurkan gelaran baru bertajuk “Sore di Kabupaten” dengan tagline “Merayakan Senja, Menyambut Senin”. Agenda yang digelar di Gedung Padepokan Kampung Pesilat (GPKP) Caruban, yang kini tengah diproyeksikan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas seni, budaya, dan kepemudaan. Kepala Disparpora Kabupaten […]

    Bagikan
  • Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

    Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore. Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) […]

    Bagikan
expand_less