Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Harga Tembakau Anjlok, Petani Magetan Merana Akibat Cuaca Tak Menentu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani tembakau mengeluhkan harga jual tembakau yang anjlok di pasaran. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau tahun ini menjadi cobaan berat bagi petani di Desa Getas Anyar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Cuaca yang tak menentu, serangan hama, hingga persoalan pupuk membuat hasil panen jauh dari harapan. Alih-alih bisa menopang ekonomi keluarga, harga jual tembakau justru anjlok di pasaran.

Biasanya, daun tembakau basah dari kebun bisa laku hingga Rp5.000 per kilogram. Namun tahun ini, harga hanya berkisar Rp4.000 per kilogram. Mayoritas petani memilih menjual hasil panennya langsung dalam bentuk daun utuh setelah dipetik, tanpa sempat diolah lebih lanjut.

“Ketika daun siap dipanen malah turun hujan, hasilnya jadi jelek. Daun bagian bawah cepat mengering, kemungkinan karena pupuk urea berlebihan, ditambah lagi serangan ulat,” jelas Suyono yang sudah menanam tembakau sejak 1979.

Ia menambahkan, harga tembakau tahun ini jauh dari memuaskan. “Kalau daun basah hanya Rp4.000 per kilogram, padahal dulu bisa Rp5.000,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Magetan, Siswanto, mengungkapkan persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan, melainkan juga di daerah lain. Menurutnya, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau.

“Tahun ini cuaca benar-benar menguji. Kualitas tembakau yang biasanya bisa mencapai grade E, kini hanya sampai grade D. Selain itu, karena panas tidak maksimal, daun tidak bisa kering sempurna. Itu dapat membuat kualitas turun hingga dua tingkat,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, harga tembakau rajangan halus masih relatif lebih baik, berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, meski sebagian petani memilih menunda penjualan sambil menunggu harga naik.

“Strategi kami adalah memperkuat pasar lokal dan memperbaiki proses pengeringan agar kualitas tetap terjaga. Minimal, hasil panen petani tetap bisa terserap pasar dan ada keuntungan yang bisa dirasakan,” tambahnya.

Meski harga anjlok, petani di lereng Gunung Lawu tetap berharap ada perbaikan pasar. Selain menjual dalam bentuk daun basah, sebagian mencoba mengolah rajangan halus atau menjual varietas unggulan seperti Kemloko untuk mitra perusahaan.

“Kami berharap ke depan ada kepastian pasar dan dukungan sarana prasarana agar petani tidak selalu merugi ketika cuaca tidak berpihak,” tutup Siswanto.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Ponorogo Soroti Sinergitas BUMDes dan Koperasi Merah Putih dalam RPJMD 2025-2029

    DPRD Ponorogo Soroti Sinergitas BUMDes dan Koperasi Merah Putih dalam RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – DPRD Ponorogo memberikan sejumlah catatan penting terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo tahun 2025–2029. Salah satu sorotan utama adalah pentingnya menjaga sinergitas antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih di setiap desa. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Ponorogo, Dwi […]

    Bagikan
  • Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas lambatnya serapan gabah oleh Perum Bulog Madiun. Hal itu sangat dikeluhkan para petani. Rapat yang berlangsung pada Rabu (26/03/2025) yang dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Wahyu Widayat ini juga menghadirkan perwakilan petani. Wakil Ketua Petani Milenial, Husein Fata […]

    Bagikan
  • Perjalanan Politik Muhtarom di PKB Madiun, Dari Pendiri hingga Tongkat Regenerasi Kepemimpinan

    Perjalanan Politik Muhtarom di PKB Madiun, Dari Pendiri hingga Tongkat Regenerasi Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Nama H. Muhtarom tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Madiun. Sejak ikut membesarkan partai pada awal berdirinya tahun 1998, ia menjadi salah satu figur kunci yang mengawal pertumbuhan sekaligus konsolidasi politik PKB di daerah tersebut. Selama lebih dari dua dekade, Muhtarom dikenal sebagai sosok yang […]

    Bagikan
  • Tas Berisi Ratusan Peluru Ditemukan di Tol Madiun, Polisi  Periksa Sejumlah Saksi

    Tas Berisi Ratusan Peluru Ditemukan di Tol Madiun, Polisi  Periksa Sejumlah Saksi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Penemuan sebuah tas berisi ratusan amunisi peluru di pinggir jalan Tol Madiun KM 604 A pada jumat (15/08/2025) mengejutkan publik. Tim unit satreskrim Polres Madiun telah mengamankan barang bukti yang ditemukan oleh petugas kebersihan jalan tol itu.  Berdasarkan olah TKP sementara tas kuning berisi ratusan butir peluru di KM 604A, […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun Tegur Kinerja ASN dan Soroti Soal Kebersihan Kota

    Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun Tegur Kinerja ASN dan Soroti Soal Kebersihan Kota

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan arahan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun terkait kinerja dan kebersihan kota. Hal tersebut disampaikan saat apel kerja ASN di halaman Balai Kota Madiun, Senin (30/3/2026). Dalam arahannya, Bagus menekankan bahwa seluruh ASN harus memiliki […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar untuk penataan kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Program tersebut akan menyasar perbaikan infrastruktur dasar hingga pengelolaan lingkungan guna meningkatkan kualitas permukiman dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemkot Madiun melaksanakan rapat koordinasi penataan kawasan kumuh bersama Dinas Perumahan Rakyat, […]

    Bagikan
expand_less