Berita Terkini
Trending Tags

Harga Tembakau Anjlok, Petani Magetan Merana Akibat Cuaca Tak Menentu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 255
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani tembakau mengeluhkan harga jual tembakau yang anjlok di pasaran. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau tahun ini menjadi cobaan berat bagi petani di Desa Getas Anyar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Cuaca yang tak menentu, serangan hama, hingga persoalan pupuk membuat hasil panen jauh dari harapan. Alih-alih bisa menopang ekonomi keluarga, harga jual tembakau justru anjlok di pasaran.

Biasanya, daun tembakau basah dari kebun bisa laku hingga Rp5.000 per kilogram. Namun tahun ini, harga hanya berkisar Rp4.000 per kilogram. Mayoritas petani memilih menjual hasil panennya langsung dalam bentuk daun utuh setelah dipetik, tanpa sempat diolah lebih lanjut.

“Ketika daun siap dipanen malah turun hujan, hasilnya jadi jelek. Daun bagian bawah cepat mengering, kemungkinan karena pupuk urea berlebihan, ditambah lagi serangan ulat,” jelas Suyono yang sudah menanam tembakau sejak 1979.

Ia menambahkan, harga tembakau tahun ini jauh dari memuaskan. “Kalau daun basah hanya Rp4.000 per kilogram, padahal dulu bisa Rp5.000,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Magetan, Siswanto, mengungkapkan persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan, melainkan juga di daerah lain. Menurutnya, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau.

“Tahun ini cuaca benar-benar menguji. Kualitas tembakau yang biasanya bisa mencapai grade E, kini hanya sampai grade D. Selain itu, karena panas tidak maksimal, daun tidak bisa kering sempurna. Itu dapat membuat kualitas turun hingga dua tingkat,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, harga tembakau rajangan halus masih relatif lebih baik, berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, meski sebagian petani memilih menunda penjualan sambil menunggu harga naik.

“Strategi kami adalah memperkuat pasar lokal dan memperbaiki proses pengeringan agar kualitas tetap terjaga. Minimal, hasil panen petani tetap bisa terserap pasar dan ada keuntungan yang bisa dirasakan,” tambahnya.

Meski harga anjlok, petani di lereng Gunung Lawu tetap berharap ada perbaikan pasar. Selain menjual dalam bentuk daun basah, sebagian mencoba mengolah rajangan halus atau menjual varietas unggulan seperti Kemloko untuk mitra perusahaan.

“Kami berharap ke depan ada kepastian pasar dan dukungan sarana prasarana agar petani tidak selalu merugi ketika cuaca tidak berpihak,” tutup Siswanto.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital Melejit, Kota Madiun Borong Tiga Penghargaan di Ajang TOP Digital Awards 2025

    Transformasi Digital Melejit, Kota Madiun Borong Tiga Penghargaan di Ajang TOP Digital Awards 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Tidak salah jika Kota Madiun getol dalam penerapan digitalisasi melakui program Smart City. Bahkan, kinerja digitalisasi Pemerintah Kota Madiun menorehkan prestasi tingkat nasional. Dalam ajang TOP Digital Awards 2025, Kota Madiun sukses memborong tiga penghargaan sekaligus. Tiga penghargaan tersebut yakni TOP Digital Implementation 2025 #Stars 5 untuk Pemerintah Kota Madiun, TOP […]

    Bagikan
  • Bukan Sekedar Praktik, Manasik Haji Jadi Bekal Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    Bukan Sekedar Praktik, Manasik Haji Jadi Bekal Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Madiun mengikuti manasik haji terintegrasi di Asrama Haji Kota Madiun pada Senin (16/02/2026). Mereka mengikuti rangkaian manasik secara lengkap. Mulai dari niat ihram di miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, hingga tawaf ifadah dan sai. Kepala Kantor Kementerian Haji dan […]

    Bagikan
  • Tersangka Kasus Sabu Menikah di Polres Ngawi, Kapolres : Hak Warga Tetap Dihormati

    Tersangka Kasus Sabu Menikah di Polres Ngawi, Kapolres : Hak Warga Tetap Dihormati

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah peristiwa yang tidak biasa terjadi di lingkungan Polres Ngawi. Dua tersangka kasus peredaran narkotika jenis sabu yang tengah menjalani proses hukum resmi melangsungkan akad nikah di Masjid Miftahul Huda Polres Ngawi, Sabtu (13/6/2026). Pernikahan tersebut melibatkan ND (30) alias Sinyo dan OST (31), dua tersangka yang sebelumnya diamankan Satresnarkoba Polres […]

    Bagikan
  • Pohon Pasang Tumbang Tutup Total Jalan Sarangan–Cemorosewu, Akses Sempat Lumpuh

    Pohon Pasang Tumbang Tutup Total Jalan Sarangan–Cemorosewu, Akses Sempat Lumpuh

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah pohon pasang berdiameter sekitar 90 sentimeter tumbang dan menutup total akses Jalan Raya Sarangan–Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa hujan berintensitas ringan yang mengguyur wilayah Plaosan […]

    Bagikan
  • Ketahuan Kembali Mencuri, Residivis di Ponorogo Ketagihan Karaoke Bareng LC

    Ketahuan Kembali Mencuri, Residivis di Ponorogo Ketagihan Karaoke Bareng LC

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang residivis kasus pencurian di Ponorogo kembali berulah. Tommy Edy Saputro (28), warga Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Ponorogo, ditangkap polisi usai membobol rumah tetangganya sendiri, Novia Martin. Dalam aksinya, Tommy berhasil menggasak sepeda motor, telepon genggam, dan uang tunai Rp. 600.000. Tommy melancarkan aksinya saat malam hari, ketika penghuni rumah […]

    Bagikan
  • Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan, Jenangan dan Bungkal Mulai Terdampak

    Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan, Jenangan dan Bungkal Mulai Terdampak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan mulai 1 Juli 2026 selama 90 hari. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan berdasarkan buletin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang […]

    Bagikan
expand_less