Berita Terkini
Trending Tags

Harga Tembakau Anjlok, Petani Magetan Merana Akibat Cuaca Tak Menentu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani tembakau mengeluhkan harga jual tembakau yang anjlok di pasaran. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau tahun ini menjadi cobaan berat bagi petani di Desa Getas Anyar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Cuaca yang tak menentu, serangan hama, hingga persoalan pupuk membuat hasil panen jauh dari harapan. Alih-alih bisa menopang ekonomi keluarga, harga jual tembakau justru anjlok di pasaran.

Biasanya, daun tembakau basah dari kebun bisa laku hingga Rp5.000 per kilogram. Namun tahun ini, harga hanya berkisar Rp4.000 per kilogram. Mayoritas petani memilih menjual hasil panennya langsung dalam bentuk daun utuh setelah dipetik, tanpa sempat diolah lebih lanjut.

“Ketika daun siap dipanen malah turun hujan, hasilnya jadi jelek. Daun bagian bawah cepat mengering, kemungkinan karena pupuk urea berlebihan, ditambah lagi serangan ulat,” jelas Suyono yang sudah menanam tembakau sejak 1979.

Ia menambahkan, harga tembakau tahun ini jauh dari memuaskan. “Kalau daun basah hanya Rp4.000 per kilogram, padahal dulu bisa Rp5.000,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Magetan, Siswanto, mengungkapkan persoalan ini tidak hanya terjadi di Magetan, melainkan juga di daerah lain. Menurutnya, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas tembakau.

“Tahun ini cuaca benar-benar menguji. Kualitas tembakau yang biasanya bisa mencapai grade E, kini hanya sampai grade D. Selain itu, karena panas tidak maksimal, daun tidak bisa kering sempurna. Itu dapat membuat kualitas turun hingga dua tingkat,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, harga tembakau rajangan halus masih relatif lebih baik, berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, meski sebagian petani memilih menunda penjualan sambil menunggu harga naik.

“Strategi kami adalah memperkuat pasar lokal dan memperbaiki proses pengeringan agar kualitas tetap terjaga. Minimal, hasil panen petani tetap bisa terserap pasar dan ada keuntungan yang bisa dirasakan,” tambahnya.

Meski harga anjlok, petani di lereng Gunung Lawu tetap berharap ada perbaikan pasar. Selain menjual dalam bentuk daun basah, sebagian mencoba mengolah rajangan halus atau menjual varietas unggulan seperti Kemloko untuk mitra perusahaan.

“Kami berharap ke depan ada kepastian pasar dan dukungan sarana prasarana agar petani tidak selalu merugi ketika cuaca tidak berpihak,” tutup Siswanto.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fokus Tangani IPM dan Kemiskinan, DPRD Berikan Rekomendasi LKPJ TA 2025 ke Bupati Madiun

    Fokus Tangani IPM dan Kemiskinan, DPRD Berikan Rekomendasi LKPJ TA 2025 ke Bupati Madiun

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian keputusan DPRD terkait rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun Tahun Anggaran 2025, di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Kamis (2/4/2026). Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun […]

    Bagikan
  • Anak Terlibat Demo Dikumpulkan, Walikota Madiun: Harus Jadi Pelajaran

    Anak Terlibat Demo Dikumpulkan, Walikota Madiun: Harus Jadi Pelajaran

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar pembinaan terhadap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi di kantor DPRD Kota Madiun pada (30/08/2025) lalu. Dalam kegiatan yang dihadiri siswa, perwakilan OSIS, orang tua, guru, hingga kepala sekolah tersebut, para pelajar diminta menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya masing-masing. Walikota Madiun Maidi menegaskan, kegiatan […]

    Bagikan
  • Lansia Kini Lebih Nyaman Naik Kereta, KAI Daop 7 Siapkan Diskon dan Fasilitas Khusus

    Lansia Kini Lebih Nyaman Naik Kereta, KAI Daop 7 Siapkan Diskon dan Fasilitas Khusus

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan ramah bagi pelanggan lanjut usia (lansia) pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Jumat (29/5/2026). Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan momentum HLUN menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap akses layanan […]

    Bagikan
  • Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Madiun Ditangkap Saat Diduga Hendak Bobol Masjid

    Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung di Madiun Ditangkap Saat Diduga Hendak Bobol Masjid

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Setelah buron selama berbulan-bulan, pelaku pembunuhan terhadap Sundari alias Mak Santi akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Madiun. Tersangka berinisial PRJ alias SRT (46) diamankan di Sukoharjo, Jawa Tengah, saat diduga hendak melakukan aksi pencurian di sebuah masjid. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di […]

    Bagikan
  • Belum Ada Tersangka, Kejari Ngawi Masih Dalami Kasus Dugaan Gratifikasi Lahan Pabrik

    Belum Ada Tersangka, Kejari Ngawi Masih Dalami Kasus Dugaan Gratifikasi Lahan Pabrik

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Meski telah memeriksa lebih dari 25 saksi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan lahan untuk pabrik PT GFT Investment di Kecamatan Geneng. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ngawi, Eriksa Ricardo, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan internal berdasarkan hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • TMMD ke-124 Nganjuk, Mendukung Ketahanan Pangan dengan Pembangunan Sumur Bor

    TMMD ke-124 Nganjuk, Mendukung Ketahanan Pangan dengan Pembangunan Sumur Bor

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Nganjuk terus menunjukkan keperkasaannya dalam upaya mengakselerasikan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berbagai pembangunan infrastruktur terus dikejar dalam pelaksanaan TMMD di Kota Angin itu, sebutan lain untuk Kabupaten Nganjuk, Sabtu (10/05/2025). Termasuk pembangunan 5 unit sumur bor yang salah satunya di Dusun Bajulan, Desa […]

    Bagikan
expand_less