Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 408
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Foto menu MBG terlihat kotor di posting salah satu wali murid di media sosial, (24/2/2026)

Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal rasa atau porsi seperti sebelumnya, melainkan temuan satu butir telur rebus yang masih tampak kotor di bagian cangkangnya hingga viral di media sosial.

Foto yang diunggah oleh akun Facebook Tri Winarsih dalam grup Info Seputar Lembeyan memperlihatkan telur rebus dengan noda mencolok pada cangkang. Telur itu dikemas bersama roti tawar, kecap sachet, dan kacang tanah dalam plastik bening.

Melalui unggahannya, pengunggah meminta agar pihak terkait, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meningkatkan ketelitian dalam proses penanganan bahan makanan.

Image Not Found
Tangkapan layar postingan di forum facebook menunjukkan menu MBG terlihat kotor, (24/2/2026)

Dalam keterangan yang ditulisnya, ia menyampaikan, “Semoga ini bisa menjadi pelajaran agar lebih teliti… kok bisa ada kotoran sebesar itu tidak terlihat,” tulisnya.

Postingan tersebut langsung mendapatkan ratusan komentar. Warganet mempertanyakan proses penyortiran dan pembersihan telur sebelum direbus. Mereka menilai bahwa telur yang tidak dicuci dengan benar berpotensi membawa bakteri jika tidak mengikuti standar sanitasi.

Meski program MBG dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa, temuan ini memunculkan kembali diskusi mengenai kualitas pengolahan bahan pangan di lapangan. Banyak warganet menilai, satu kesalahan kecil yang tampak jelas dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Sejumlah komentar menekankan bahwa kebersihan dalam pengolahan bahan makanan untuk anak sekolah bukan sekadar faktor pendukung, melainkan syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Insiden ini menambah rentetan sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di Magetan. Masyarakat berharap pihak penyelenggara segera mengevaluasi standar kebersihan, mulai dari proses seleksi bahan makanan hingga pengemasan sebelum dibagikan ke siswa.

Kualitas program dinilai tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizi, tetapi juga oleh keseriusan penyelenggara dalam memastikan seluruh aspek, terutama sanitasi, benar-benar memenuhi standar. (Nan)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Rp3 Juta per RT Mulai Disalurkan di Magetan, Sasar 4.061 RT Desa

    Bantuan Rp3 Juta per RT Mulai Disalurkan di Magetan, Sasar 4.061 RT Desa

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi meluncurkan penyaluran bantuan keuangan sebesar Rp3 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT) melalui Program Guyub Rukun. Program yang menjadi salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Magetan tersebut mulai direalisasikan secara bertahap pada akhir Juni 2026. Peluncuran program dilakukan bersamaan dengan dimulainya penyaluran bantuan kepada […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Merajut Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar

    PSHT Pusat Madiun Merajut Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 melalui kegiatan pengajian bertema Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar di Graha Krida Budaya, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati sejumlah momentum sekaligus, yakni peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, HUT ke-104 PSHT, […]

    Bagikan
  • Ratusan Sekolah di Magetan Rusak, Dikpora Prioritaskan Perbaikan Kerusakan Sedang dan Berat

    Ratusan Sekolah di Magetan Rusak, Dikpora Prioritaskan Perbaikan Kerusakan Sedang dan Berat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peristiwa robohnya bangunan gudang di SDN 2 Bendo, Kecamatan Bendo, pada Minggu (12/4/2026) menjadi pengingat serius akan kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Magetan yang masih memprihatinkan. Gudang sekolah yang sudah tua itu ambruk usai diguyur hujan deras, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) […]

    Bagikan
  • Akses Vital Warga, Menanti Rencana Perbaikan Jembatan di Desa Ngale dan Desa Sugihwaras

    Akses Vital Warga, Menanti Rencana Perbaikan Jembatan di Desa Ngale dan Desa Sugihwaras

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Banjir bandang yang terjadi di akhir bulan Januari lalu,  sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat di Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan dan di Dusun/Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Rusaknya infrastruktur yang selama ini dijadikan akses jalan warga tersebut tak luput dari perhatian Legislatif.  Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    Menyamar Minta Donasi, Seorang Pria Gasak Dua Handphone Kasir Minimarket

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Aksi pencurian terjadi di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Minggu siang (23/3/2025). Seorang pria yang menyamar sebagai peminta donasi berhasil membawa kabur dua unit handphone milik karyawan Garon Mart, dengan total kerugian mencapai Rp 15 juta. Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), pelaku terlihat mengenakan masker dan menyerahkan […]

    Bagikan
  • Ratusan Sekolah di Madiun Kekurangan Pendaftar Siswa Baru, Hanya 14 Sekolah Penuhi Pagu

    Ratusan Sekolah di Madiun Kekurangan Pendaftar Siswa Baru, Hanya 14 Sekolah Penuhi Pagu

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Madiun telah berakhir pada (20/06/2025). Namun, jumlah pendaftar yang masuk belum merata di seluruh sekolah. Dari ratusan sekolah yang ada, hanya 14 sekolah yang memenuhi pagu penerimaan siswa baru. Sekretaris Dinas Pendidikan dan […]

    Bagikan
expand_less