Akses Dusun Ngukir Madiun Kembali Terbuka Usai Longsor, Gotong Royong TNI dan Warga Jadi Kunci
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Akses jalan di Dusun Ngukir, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, yang sempat tertutup longsor selama satu hari, kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui warga, Rabu (8/4/2026).
Jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Selain menjadi penghubung antarwilayah, akses ini juga merupakan jalur utama untuk aktivitas harian seperti menuju ladang, mencari pakan ternak, hingga akses pendidikan dan perputaran ekonomi warga.
Kembalinya akses jalan disambut lega oleh masyarakat. Rasa syukur terlihat dari warga yang kini dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Alhamdulillah senang, jalannya bisa dilalui lagi. Kalau tidak ada jalan ini, bingung mau lewat mana lagi, karena rumah saya terpencil dan ini jalan satu-satunya,” ujar Kateno, warga setempat, usai mencari pakan ternak.
Pembukaan akses dilakukan melalui kerja bakti antara aparat TNI dan warga. Material longsor dibersihkan secara manual hingga jalur kembali normal dan aman dilintasi.
Warga pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam membantu proses evakuasi material longsor.
“Saya bersama warga di sini juga berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang kemarin telah bergotong royong bersama kami membersihkan timbunan longsor,” tambah Kateno.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto memberikan apresiasi atas respons cepat jajaran di lapangan dalam menangani bencana tersebut. Menurutnya, langkah sigap tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada anggota Kodim 0803/Madiun yang telah mampu bertindak cepat. Ini merupakan bentuk kehadiran kami, TNI, untuk terus membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di kawasan lereng Gunung Wilis masih tergolong tinggi. Warga diminta segera melapor kepada aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda longsor atau kondisi yang membahayakan.
Sebelumnya, pada Selasa (7/4/2026), longsor menutup akses jalan di Dusun Ngukir akibat tingginya intensitas hujan sejak malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi labil dan akhirnya ambrol menutup badan jalan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






