
Sinergia | Surabaya – Sejumlah organisasi masyarakat nasionalis yang tergabung dalam Aliansi Merah Putih (AMP) Bergerak Wilayah Jawa Timur menyampaikan pernyataan sikap menolak segala bentuk aksi yang mereka nilai sebagai kegiatan separatis oleh kelompok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (24/11/2025) sebagai bentuk komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam rilis resminya, Aliansi Merah Putih menegaskan bahwa AMP KK Surabaya merupakan kelompok ilegal yang dinilai memiliki afiliasi dengan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka menilai aktivitas kelompok tersebut berpotensi memengaruhi mahasiswa Papua dan dianggap merusak masa depan generasi muda dengan berlindung di balik isu demokrasi.
Aliansi juga menyoroti rencana kegiatan AMP pada 1 Desember 2025 yang disebut sebagai peringatan “Hari Kemerdekaan Papua”. Menurut mereka, aksi turun ke jalan yang biasa dilakukan AMP berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum di Kota Surabaya.
“Kami meminta agar gerombolan liar AMP tidak melakukan aksi turun ke jalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tulis Aliansi Merah Putih dalam pernyataan yanv ditandatangani oleh Ketua Aliansi Merah Putih Bergerak Wilayah Jawa Timur, Sahrul Alamsyah, Senin (24/11/2025).
Lebih jauh, aliansi tersebut menegaskan bahwa apabila imbauan tersebut tidak diindahkan dan aparat keamanan tidak mengambil tindakan, mereka menyatakan siap bergerak bersama elemen masyarakat lainnya untuk menghadang dan membubarkan aksi yang dinilai bersifat separatis.
Pernyataan sikap ini, menurut mereka, merupakan bentuk perlawanan moral masyarakat Surabaya terhadap kegiatan yang dianggap dapat mengganggu kehidupan sosial serta keamanan publik. (Ist/Krs)