Berita Terkini
Trending Tags

Angka Stunting Turun Tapi Lambat, Bupati Madiun Soroti Akurasi Pendataan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau salah satu kegiatan posyandu di Desa Uteran Kecamatan Geger. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Upaya Pemerintah Kabupaten Madiun menekan angka stunting menunjukkan tren positif, tetapi penurunannya masih berjalan lambat. Hingga Juli 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen, turun tipis dari 5,14 persen pada 2025.

Data tersebut menunjukkan prevalensi stunting hanya turun sekitar 0,12 persen dalam setahun. Sebelumnya, angka stunting juga turun dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025 atau sekitar 0,34 persen.

Angka terbaru itu disampaikan dalam kegiatan Monitoring Bulan Timbang Kabupaten Madiun pada Agustus 2026 di Desa Uteran Kecamatan Geger, Selasa (11/8/2026). Dengan jumlah balita di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 30 ribu anak, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk mempercepat penurunan kasus stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, dalam sambutanya menjelaskan Bulan Timbang menjadi salah satu upaya untuk memastikan pertumbuhan balita terpantau sekaligus memperkuat pencegahan stunting.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi monitoring dan evaluasi pelaksanaan Bulan Timbang di Posyandu, tetapi juga edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting.

“Prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025, dan pada Juli 2026 menjadi 5,02 persen. Jadi terjadi tren penurunan,” kata dr Heri.

Hingga 2025, Kabupaten Madiun memiliki 877 Posyandu aktif atau 100 persen dari seluruh Posyandu yang ada. Jumlah tersebut didukung sebanyak 6.449 kader.

Pada pelaksanaan Bulan Timbang serentak 2025, cakupan Posyandu juga mencapai 100 persen. Tahun ini, Pemkab Madiun kembali menargetkan seluruh Posyandu dapat melaksanakan Bulan Timbang sehingga seluruh balita memperoleh pemantauan pertumbuhan secara optimal.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai masih ada pekerjaan rumah dalam proses pencatatan maupun pengukuran balita. Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan angka prevalensi stunting.

Hari menyebut kehadiran dalam pelaksanaan Bulan Timbang mencapai sekitar 92 persen. Namun, ia mengingatkan para kader Posyandu agar mencatat hasil pengukuran sesuai kondisi sebenarnya dan tidak melakukan pembulatan angka.

Image Not Found
Kader Posyandu diminta akurat mengukur balita. Foto : Tova-Sinergia

“Harus ditulis apa adanya. Kalau misalnya 1,2 ya 1,2, jangan dibulatkan menjadi 1. Kalau 1,5 menjadi 2, tidak. Tetap komanya ditulis,” ujar Hari.

Menurutnya, kesalahan kecil dalam pencatatan dapat memengaruhi hasil penghitungan prevalensi karena data tersebut dikumpulkan dari jumlah balita yang cukup besar.

Selain pencatatan, Hari juga menyoroti masih adanya kendala dalam pengukuran tinggi badan balita. Karena itu, pemerintah akan memberikan pendalaman kepada kader Posyandu agar proses pengukuran dan pencatatan dilakukan sesuai standar.

“Ini termasuk cara mengukur tinggi badan. Kita masih ada beberapa kendala di pengukuran tinggi badan,” katanya.

Hari mengatakan Pemkab Madiun tidak hanya melakukan intervensi ketika anak sudah masuk kategori stunting. Upaya pencegahan dilakukan sejak usia sekolah hingga sebelum pasangan menikah.

Intervensi tersebut antara lain pemberian tablet tambah darah kepada remaja, edukasi kepada calon pengantin, hingga pemberian imunisasi.

Menurut Hari, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kasus stunting baru. Terlebih, anak yang telah melewati usia lima tahun tidak lagi masuk dalam kelompok data balita yang menjadi sasaran utama pengukuran stunting.

“Kalau sudah lewat lima tahun mereka sudah keluar dari data ini. Jadi kita harapkan yang menambah itu, seperti pasangan yang baru menikah, langkah intervensi ini supaya tidak menambah angka stunting ke depannya,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setiap penghujung bulan Ramadan, ribuan umat Islam dari berbagai daerah menyempatkan berkunjung ke Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis dinihari (27/3/2025).   Ribuan jamaah datang untuk menunaikan Sholat Lail dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Begitu imam bersiap memulai ibadah, seluruh lampu di area masjid dipadamkan, menciptakan […]

    Bagikan
  • 5 Korban Keracunan MBG Jalani Perawatan Intensif di RSUD Caruban, Dinkes Uji Sampel Sisa Makanan

    5 Korban Keracunan MBG Jalani Perawatan Intensif di RSUD Caruban, Dinkes Uji Sampel Sisa Makanan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menindaklanjuti kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan. Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memastikan penanganan cepat telah diberikan sejak kejadian berlangsung pada Kamis (27/11/2025). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Heri Setyana, menjelaskan sebanyak 51 siswa sempat mendapatkan perawatan di […]

    Bagikan
  • RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    RSUD Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Zona Integritas di Setiap Unit Kerja

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun merupakan rumah sakit kelas C milik Pemerintah Kota Madiun yang telah Terakreditasi Paripurna. Inovasi terus pelayanan publik terus dikembangkan RSUD Kota Madiun sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Hal itu sebagai target visi RSUD Kota Madiun, terwujudnya RSUD Kota Madiun yang berkualitas dan […]

    Bagikan
  • Terobos Lampu Merah, Truk Ekspedisi Terguling Usai Tabrak Pemotor

    Terobos Lampu Merah, Truk Ekspedisi Terguling Usai Tabrak Pemotor

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan padat kendaraan, tepatnya simpang 4 Jalan Kartini – Jalan dr. Soetomo, Kota Madiun, Senin siang (09/06/2025). Sebuah truk ekspedisi bermuatan paket dengan nomor polisi AE 8079 BC terguling setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Vario berplat AE 6603 CH. Truk yang dikemudikan Slamet […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Tetapkan Tersangka LKK Manguharjo, Kerugian Negara Senilai Rp 207 Juta

    Kejari Kota Madiun Tetapkan Tersangka LKK Manguharjo, Kerugian Negara Senilai Rp 207 Juta

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menetapkan satu tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) Manguharjo periode 2017–2022. Suyatno selaku Ketua LKK Manguharjo ditetapkan tersangka usai tim penyidik pidana khusus (pidsus) mengantongi alat bukti yang cukup. Penetapan tersangka tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Kota […]

    Bagikan
  • DPRD Soroti Sekolah Rusak, Tekankan Perbaikan Diminta Tepat Sasaran

    DPRD Soroti Sekolah Rusak, Tekankan Perbaikan Diminta Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kondisi banyaknya sekolah rusak di Kabupaten Madiun mendapat sorotan tajam dari DPRD setempat. Komisi A meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lebih selektif dalam mengklasifikasi tingkat kerusakan gedung sekolah agar penanganannya bisa diprioritaskan secara tepat. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, menekankan bahwa gedung sekolah yang masuk kategori rusak berat […]

    Bagikan
expand_less