Berita Terkini
Trending Tags

Miris! 40 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Madiun hingga September 2026

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Madiun — Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencatat 40 kasus kekerasan dengan 57 korban, terdiri dari 48 anak dan 9 perempuan dewasa.

Data tersebut tercatat sejak Januari hingga September 2026. Dari total 40 kasus, korban anak mendominasi dengan 31 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan dewasa tercatat sebanyak 9 kasus.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Kabupaten Madiun, Yeni Mayawati, mengatakan jenis kasus yang tercatat cukup beragam. Kasus terbanyak justru berkaitan dengan perilaku atau kelakuan menyimpang yang melibatkan anak, yakni 16 kasus.

“Untuk perilaku menyimpang ada 16 kasus. Kemudian kekerasan fisik atau KDRT sebanyak 12 kasus,” kata Yeni, Jumat (25/9/2026).

Selain itu, DPPKBP3A mencatat 11 kasus kekerasan seksual, dengan rincian 7 korban anak dan 4 perempuan dewasa. Kekerasan fisik atau KDRT sebanyak 12 kasus terdiri dari 9 kasus terhadap anak dan 3 terhadap perempuan dewasa.

Sementara itu, kekerasan verbal, bullying, dan psikis tercatat 4 kasus. Penelantaran sebanyak 4 kasus, terdiri dari 3 anak dan 1 perempuan dewasa. Kemudian terdapat 1 kasus eksploitasi anak serta 2 kasus anak yang terpapar radikalisme.

Yeni mengungkapkan sejumlah kasus perilaku menyimpang yang ditangani pihaknya memiliki bentuk yang beragam. Beberapa di antaranya adalah siswa yang mengonsumsi minuman keras di lingkungan sekolah, pencurian, kecanduan gawai hingga menolak bersekolah, serta tindakan kekerasan terhadap teman.

Menurut Yeni, setiap kasus tidak hanya ditangani dari sisi korban, tetapi juga melalui pendampingan terhadap anak agar perilaku tersebut tidak berulang.

“Kami lakukan pendampingan langsung setiap kasus agar perilaku tersebut berhenti. Bahkan ada yang harus kami rehabilitasi supaya anak bisa berubah,” ujarnya.

Jumlah kasus hingga September 2026 juga sudah mendekati total kasus sepanjang 2025. Pada tahun lalu, DPPKBP3A mencatat 42 kasus, sedangkan tahun ini baru memasuki September sudah mencapai 40 kasus.

DPPKBP3A menyebut tingginya angka laporan tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus kekerasan mengalami peningkatan. Menurut Yeni, bertambahnya laporan juga dapat menunjukkan masyarakat semakin berani melaporkan kasus yang terjadi di lingkungan mereka.

“Dengan banyak laporan masuk, artinya semakin banyak kesempatan korban bisa langsung diselamatkan dan mendapatkan penanganan,” katanya.

Yeni menyebut sejumlah faktor dapat memicu kekerasan terhadap anak maupun perempuan, mulai dari persoalan ekonomi, lingkungan yang tidak ramah anak hingga minimnya pengawasan orang tua.

Karena itu, DPPKBP3A terus melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi ke sekolah maupun desa agar masyarakat lebih peka terhadap indikasi kekerasan.

“Kami sebenarnya juga sudah melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi dan edukasi ke sekolah bahkan ke desa-desa untuk selalu aware dan peduli tentang kekerasan anak maupun perempuan,” tandasnya.

DPPKBP3A Kabupaten Madiun berharap masyarakat tidak hanya melaporkan kasus setelah kekerasan terjadi, tetapi juga ikut membangun lingkungan yang aman bagi anak dan perempuan agar kasus serupa dapat dicegah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Pembiayaan Kreatif Proyek Strategis, Pemkab Madiun Sabet Juara 1 Paling Inovatif Oleh Kemendagri

    Skema Pembiayaan Kreatif Proyek Strategis, Pemkab Madiun Sabet Juara 1 Paling Inovatif Oleh Kemendagri

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia| Kab Madiun – Bumi kampung pesilat kembali dilirik Pemerintah pusat. Bukan soal pendekarnya. Namun kinerja totalitas terkait anggaran. Pemkab Madiun dinilai sebagai daerah paling inovatif di Indonesia dalam menciptakan terobosan pendanaan pembangunan di luar anggaran konvensional APBD. Keberhasilan ini diraih berkat kemampuan daerah mengoptimalkan sumber daya, mulai dari pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, digitalisasi keuangan, […]

    Bagikan
  • Ribuan Biker Motor Antik Padati Kota Madiun Meriahkan Jamnas MACI ke-30

    Ribuan Biker Motor Antik Padati Kota Madiun Meriahkan Jamnas MACI ke-30

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sekitar 3.000 pengendara motor antik dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kota Madiun untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Motor Antique Club Indonesia (MACI) ke-30. Acara yang dipusatkan di Stadion Wilis itu berlangsung sejak Jumat (05/09/2025) hingga akhir pekan. Ketua Panitia Jamnas ke-30 MACI, Abadi Arius atau akrab disapa Ateng, […]

    Bagikan
  • Lonjakan Sampah Selama Lebaran, TPA Milangasri Kian Tertekan

    Lonjakan Sampah Selama Lebaran, TPA Milangasri Kian Tertekan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lonjakan volume sampah selama libur Idulfitri 2026 membuat beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semakin berat. Dalam sepekan terakhir, timbunan sampah tercatat meningkat dan memperparah kondisi TPA yang sudah kelebihan kapasitas. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan, produksi sampah pada 18–25 Maret mencapai rata-rata […]

    Bagikan
  • Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo Play Button

    Penuh Luka Lebam, Visum Ungkap Dugaan Kekerasan pada Jenazah Warga Sukorejo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Nur Aini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengungkap adanya sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat kekerasan benda tumpul. Visum dan autopsi dilakukan oleh tim medis forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur […]

    Bagikan
  • Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satuan radar di bawah kendali Komando Sektor II (Kosek II) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi mendeteksi keberadaan pesawat asing. Pesawat tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin terbang (Flight Clearance), sehingga memicu respons cepat dari unsur pertahanan udara. Komandan Lanud Iswahjudi segera menginstruksikan unsur tempur Skadron Udara 15 […]

    Bagikan
  • Sirkuit Suryo Magetan Didorong Jadi Arena Balap Berstandar dan Penggerak Ekonomi Daerah

    Sirkuit Suryo Magetan Didorong Jadi Arena Balap Berstandar dan Penggerak Ekonomi Daerah

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai pembangunan Sirkuit Suryo di Kabupaten Magetan menunjukkan kemajuan pesat dan melampaui ekspektasi awal. Saat pertama kali ditinjau, kondisi lintasan dinilai belum memenuhi standar sirkuit, namun kini telah berkembang signifikan. “Kalau dibandingkan dengan peninjauan awal, progresnya sudah jauh lebih baik dan semakin mendekati standar sirkuit […]

    Bagikan
expand_less