Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Miris! 40 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Madiun hingga September 2026

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Madiun — Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Madiun masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencatat 40 kasus kekerasan dengan 57 korban, terdiri dari 48 anak dan 9 perempuan dewasa.

Data tersebut tercatat sejak Januari hingga September 2026. Dari total 40 kasus, korban anak mendominasi dengan 31 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan dewasa tercatat sebanyak 9 kasus.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Kabupaten Madiun, Yeni Mayawati, mengatakan jenis kasus yang tercatat cukup beragam. Kasus terbanyak justru berkaitan dengan perilaku atau kelakuan menyimpang yang melibatkan anak, yakni 16 kasus.

“Untuk perilaku menyimpang ada 16 kasus. Kemudian kekerasan fisik atau KDRT sebanyak 12 kasus,” kata Yeni, Jumat (25/9/2026).

Selain itu, DPPKBP3A mencatat 11 kasus kekerasan seksual, dengan rincian 7 korban anak dan 4 perempuan dewasa. Kekerasan fisik atau KDRT sebanyak 12 kasus terdiri dari 9 kasus terhadap anak dan 3 terhadap perempuan dewasa.

Sementara itu, kekerasan verbal, bullying, dan psikis tercatat 4 kasus. Penelantaran sebanyak 4 kasus, terdiri dari 3 anak dan 1 perempuan dewasa. Kemudian terdapat 1 kasus eksploitasi anak serta 2 kasus anak yang terpapar radikalisme.

Yeni mengungkapkan sejumlah kasus perilaku menyimpang yang ditangani pihaknya memiliki bentuk yang beragam. Beberapa di antaranya adalah siswa yang mengonsumsi minuman keras di lingkungan sekolah, pencurian, kecanduan gawai hingga menolak bersekolah, serta tindakan kekerasan terhadap teman.

Menurut Yeni, setiap kasus tidak hanya ditangani dari sisi korban, tetapi juga melalui pendampingan terhadap anak agar perilaku tersebut tidak berulang.

“Kami lakukan pendampingan langsung setiap kasus agar perilaku tersebut berhenti. Bahkan ada yang harus kami rehabilitasi supaya anak bisa berubah,” ujarnya.

Jumlah kasus hingga September 2026 juga sudah mendekati total kasus sepanjang 2025. Pada tahun lalu, DPPKBP3A mencatat 42 kasus, sedangkan tahun ini baru memasuki September sudah mencapai 40 kasus.

DPPKBP3A menyebut tingginya angka laporan tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus kekerasan mengalami peningkatan. Menurut Yeni, bertambahnya laporan juga dapat menunjukkan masyarakat semakin berani melaporkan kasus yang terjadi di lingkungan mereka.

“Dengan banyak laporan masuk, artinya semakin banyak kesempatan korban bisa langsung diselamatkan dan mendapatkan penanganan,” katanya.

Yeni menyebut sejumlah faktor dapat memicu kekerasan terhadap anak maupun perempuan, mulai dari persoalan ekonomi, lingkungan yang tidak ramah anak hingga minimnya pengawasan orang tua.

Karena itu, DPPKBP3A terus melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi ke sekolah maupun desa agar masyarakat lebih peka terhadap indikasi kekerasan.

“Kami sebenarnya juga sudah melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi dan edukasi ke sekolah bahkan ke desa-desa untuk selalu aware dan peduli tentang kekerasan anak maupun perempuan,” tandasnya.

DPPKBP3A Kabupaten Madiun berharap masyarakat tidak hanya melaporkan kasus setelah kekerasan terjadi, tetapi juga ikut membangun lingkungan yang aman bagi anak dan perempuan agar kasus serupa dapat dicegah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Petugas Damkar Evakuasi 2 Kambing Warga Madiun yang Tercebur Sumur 

    Aksi Petugas Damkar Evakuasi 2 Kambing Warga Madiun yang Tercebur Sumur 

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua ekor kambing milik warga di Desa Krebet, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, ditemukan tewas setelah tercebur ke dalam sumur sedalam 5 meter pada Sabtu (11/7/2026) pagi. Kedua hewan ternak tersebut diduga kuat mati akibat lemas setelah menghirup gas metana yang mengendap di dalam sumur. Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol […]

    Bagikan
  • Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Magetan Pasang Traffic Light Baru Dipasang di Perempatan Takeran

    Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Magetan Pasang Traffic Light Baru Dipasang di Perempatan Takeran

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya peningkatan keselamatan berkendara kembali dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magetan. Perempatan Takeran, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, kini resmi dilengkapi traffic light baru. Titik tersebut berada tepat di depan Mapolsek Takeran dan Kantor Kecamatan Takeran, sekaligus menjadi jalur penghubung utama Magetan–Madiun. Pemasangan dan pengoperasian lampu […]

    Bagikan
  • Longsor Beruntun di Banaran, Tiga Rumah Terisolasi dan Akses Jalan Terputus

    Longsor Beruntun di Banaran, Tiga Rumah Terisolasi dan Akses Jalan Terputus

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo menjadi wilayah paling terdampak bencana tanah longsor dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang mengguyur sejak awal April memicu longsor beruntun di kawasan perbukitan tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat, Desa Banaran menjadi titik dengan kejadian terbanyak, yakni sembilan kasus longsor dari total 25 […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    Kemenhaj Kota Madiun Catat 1 Jemaah Haji Meninggal Dunia, 1 Jemaah Dirawat di ICU

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun telah menerima laporan terkait kondisi terkini 227 jemaah haji Kota Madiun. Tercatat, 1 jemaah haji meninggal dunia atas nama Djurianto warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman pada Sabtu (30/5/2026) di RS King Faisal Makkah, Arab Saudi. Sementara itu, 1 jemaah yakni […]

    Bagikan
  • Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojol Republik Hore Kota Pendekar turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan salah satu pengemudi ojek online yang wafat saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) kemarin. Koordinator komunitas, Moch Adi Saputro atau yang akrab disapa Adi Jaguar, menegaskan bahwa pihaknya ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. […]

    Bagikan
  • KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah catatan penting kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan setelah melakukan pendampingan tata kelola pemerintahan daerah pada September 2025. Hasil pendampingan itu menyoroti sejumlah aspek pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih perlu diperbaiki. Dalam laporan tersebut, KPK menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, khususnya […]

    Bagikan
expand_less