Berita Terkini
Trending Tags

Harga Beras Naik, Penerima Bantuan Pangan di Magetan Melonjak 60 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penyaluran bantuan beras untuk warga Magetan terus berjalan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat bantuan pangan pemerintah semakin penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah meningkatnya beban kebutuhan pokok, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Magetan tahun ini melonjak hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Bulog menunjukkan, penerima bantuan pangan tahun ini mencapai 81.154 keluarga. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 50 ribu penerima.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan peningkatan jumlah penerima menunjukkan adanya perluasan sasaran masyarakat yang mendapatkan bantuan pangan.

“Untuk Kabupaten Magetan sendiri tahun ini penerimanya 81.154. Jumlah ini sebenarnya meningkat dari tahun lalu, yang sekitar 50 ribuan. Tahun ini menjadi 81 ribuan,” ujar Budiwan saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Magetan.

Bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bantalan bagi masyarakat ketika harga beras lokal mulai mengalami kenaikan. Kondisi produksi pertanian dan faktor cuaca, termasuk fenomena El Nino, turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pasokan gabah maupun beras.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kenaikan harga beras dapat langsung berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebagai kebutuhan pokok, konsumsi beras relatif sulit dikurangi sehingga kenaikan harga berpotensi mempersempit anggaran untuk kebutuhan lainnya.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, bantuan beras kali ini disalurkan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Dengan pola tersebut, penerima memperoleh bantuan sekaligus untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan.

Salah seorang penerima bantuan, Sumarsih (45), mengaku bantuan tersebut sangat dibutuhkan. Ia tidak memiliki sawah sehingga seluruh kebutuhan beras keluarganya harus dipenuhi dengan membeli.

“Sangat membutuhkan karena saya tidak punya sawah,” kata Sumarsih.

Kondisi serupa dirasakan Yunella Rikawati (28). Beras bantuan pemerintah tetap dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, meski dicampur dengan beras lain agar teksturnya lebih sesuai dengan selera.

“Dimakan, tetapi sebagai campuran beras lain agar lebih enak dan tidak keras nasinya,” ujarnya.

Image Not Found
Bantuan beras diberikan untuk alokasi Juli-September 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sementara itu, Kashi (65) mengambil bantuan beras untuk anaknya yang tercatat sebagai penerima. Namun, ia mengaku dirinya sendiri tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan pangan untuk Kabupaten Magetan mencapai 2.437.620 kilogram atau sekitar 2.437 ton.

Hingga monitoring penyaluran dilakukan, Bulog telah mendistribusikan 1.358.310 kilogram atau sekitar 1.358 ton kepada 45.277 PBP dari total 81.154 penerima.

Artinya, penyaluran masih terus berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai sekitar pertengahan September.

Budiwan mengatakan pemberian bantuan sekaligus untuk tiga bulan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan beras masyarakat yang masuk dalam daftar penerima.

Di tengah kenaikan harga beras di tingkat lokal, Bulog memastikan ketersediaan stok beras masih dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang tersedia disebut mencapai sekitar 102 ribu ton.

“Untuk stok beras, alhamdulillah kami pada hari ini ada sekitar 102 ribu ton. Kami perkirakan bisa bertahan sampai kuartal tahun depan atau mungkin akhir tahun masih aman,” jelas Budiwan.

Selain menjaga stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan beras dari petani. Dari target penyerapan sekitar 79.200 ton, realisasi yang dicapai telah berada di kisaran 80 ribu ton.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung petani ketika harga gabah berada pada level tinggi.

Untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen, Bulog juga menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko-toko dan jaringan ritel. Operasi pasar turut dilakukan di sejumlah wilayah.

Menurut Budiwan, ketersediaan stok yang memadai dan distribusi beras melalui berbagai saluran diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Stok yang kita jual banyak, kemudian serapan kita semuanya untuk kondisi ketahanan sebenarnya tidak ada masalah. Kita juga sudah menggelontorkan SPHP di toko-toko dan retail,” pungkasnya.

Dengan penerima bantuan yang meningkat menjadi lebih dari 81 ribu keluarga, efektivitas penyaluran menjadi semakin penting. Selain memastikan bantuan diterima oleh keluarga sasaran, stabilisasi pasokan dan harga beras juga menjadi faktor krusial agar kenaikan harga pangan tidak semakin menekan daya beli masyarakat Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pick up Terjun ke Sungai di Ngawi, Tiga Pekerja Tebu Terluka

    Pick up Terjun ke Sungai di Ngawi, Tiga Pekerja Tebu Terluka

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Sebuah mobil pick up terjun ke sungai sedalam lebih dari tiga meter setelah menabrak pagar jembatan. Akibat insiden tersebut, tiga orang yang berada di dalam kendaraan mengalami […]

    Bagikan
  • Menang Telak dari Kotak Kosong, Ony-Antok Ditetapkan Bupati-Wabup Terpilih Ngawi

    Menang Telak dari Kotak Kosong, Ony-Antok Ditetapkan Bupati-Wabup Terpilih Ngawi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab.Ngawi | Ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko resmi ditetapkan sebagai Bupati – Wakil Bupati terpilih Pemilihan tahun 2024. Hal itu berdasarkan Rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon Bupati Dan Wakil Bupati terpilih Pilkada 2024 yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Ngawi pada Kamis (09/01/2025) di Kurnia Convention Hall Ngawi. Pasangan petahana tersebut menang telak […]

    Bagikan
  • Berkas Korupsi Pokir DPRD Magetan P21, Tersangka Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

    Berkas Korupsi Pokir DPRD Magetan P21, Tersangka Segera Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menyatakan penyidikan perkara dugaan korupsi dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan tahun anggaran 2020–2024 telah rampung. Berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 dan segera memasuki tahap penuntutan. Kejari Magetan menjadwalkan pelimpahan tahap II berupa tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kamis (20/8/2026). Setelah […]

    Bagikan
  • Khidmatnya Pengendara di Kota Madiun Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI

    Khidmatnya Pengendara di Kota Madiun Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masyarakat yang tengah melintas di seputaran Tugu Nol Kilometer Kota Madiun harus berhenti sejenak pada Minggu (17/08/2025). Sekitar 5 menit, mereka melakukan penghormatan saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Prosesi tersebut digelar tepat pada pukul 10.00 WIB yang diyakini memiliki filosofi penting dalam menandai kemerdekaan RI. 5 anggota Pasukan […]

    Bagikan
  • Tanah Retak Dini Hari di Saradan Madiun, Dua Rumah Warga Terdampak

    Tanah Retak Dini Hari di Saradan Madiun, Dua Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bencana tanah retak terjadi di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/2) dini hari. Dua rumah warga dilaporkan terdampak akibat pergerakan tanah yang dipicu kondisi tanah labil. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Warga sempat mendengar […]

    Bagikan
  • Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena langka menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seekor anak sapi jantan hasil persilangan induk Simental dengan pejantan Limousin lahir dengan kelainan fisik berupa tiga mata, dua moncong, dua lidah, namun hanya memiliki satu kepala dan satu badan. Anak sapi tersebut lahir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul […]

    Bagikan
expand_less