Berita Terkini
Trending Tags

Harga Beras Naik, Penerima Bantuan Pangan di Magetan Melonjak 60 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penyaluran bantuan beras untuk warga Magetan terus berjalan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kenaikan harga beras lokal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membuat bantuan pangan pemerintah semakin penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah meningkatnya beban kebutuhan pokok, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Magetan tahun ini melonjak hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Bulog menunjukkan, penerima bantuan pangan tahun ini mencapai 81.154 keluarga. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 50 ribu penerima.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan peningkatan jumlah penerima menunjukkan adanya perluasan sasaran masyarakat yang mendapatkan bantuan pangan.

“Untuk Kabupaten Magetan sendiri tahun ini penerimanya 81.154. Jumlah ini sebenarnya meningkat dari tahun lalu, yang sekitar 50 ribuan. Tahun ini menjadi 81 ribuan,” ujar Budiwan saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Magetan.

Bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bantalan bagi masyarakat ketika harga beras lokal mulai mengalami kenaikan. Kondisi produksi pertanian dan faktor cuaca, termasuk fenomena El Nino, turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pasokan gabah maupun beras.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, kenaikan harga beras dapat langsung berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Sebagai kebutuhan pokok, konsumsi beras relatif sulit dikurangi sehingga kenaikan harga berpotensi mempersempit anggaran untuk kebutuhan lainnya.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat, bantuan beras kali ini disalurkan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Dengan pola tersebut, penerima memperoleh bantuan sekaligus untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan.

Salah seorang penerima bantuan, Sumarsih (45), mengaku bantuan tersebut sangat dibutuhkan. Ia tidak memiliki sawah sehingga seluruh kebutuhan beras keluarganya harus dipenuhi dengan membeli.

“Sangat membutuhkan karena saya tidak punya sawah,” kata Sumarsih.

Kondisi serupa dirasakan Yunella Rikawati (28). Beras bantuan pemerintah tetap dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, meski dicampur dengan beras lain agar teksturnya lebih sesuai dengan selera.

“Dimakan, tetapi sebagai campuran beras lain agar lebih enak dan tidak keras nasinya,” ujarnya.

Image Not Found
Bantuan beras diberikan untuk alokasi Juli-September 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sementara itu, Kashi (65) mengambil bantuan beras untuk anaknya yang tercatat sebagai penerima. Namun, ia mengaku dirinya sendiri tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan pangan untuk Kabupaten Magetan mencapai 2.437.620 kilogram atau sekitar 2.437 ton.

Hingga monitoring penyaluran dilakukan, Bulog telah mendistribusikan 1.358.310 kilogram atau sekitar 1.358 ton kepada 45.277 PBP dari total 81.154 penerima.

Artinya, penyaluran masih terus berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai sekitar pertengahan September.

Budiwan mengatakan pemberian bantuan sekaligus untuk tiga bulan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan beras masyarakat yang masuk dalam daftar penerima.

Di tengah kenaikan harga beras di tingkat lokal, Bulog memastikan ketersediaan stok beras masih dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang tersedia disebut mencapai sekitar 102 ribu ton.

“Untuk stok beras, alhamdulillah kami pada hari ini ada sekitar 102 ribu ton. Kami perkirakan bisa bertahan sampai kuartal tahun depan atau mungkin akhir tahun masih aman,” jelas Budiwan.

Selain menjaga stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan beras dari petani. Dari target penyerapan sekitar 79.200 ton, realisasi yang dicapai telah berada di kisaran 80 ribu ton.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung petani ketika harga gabah berada pada level tinggi.

Untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen, Bulog juga menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko-toko dan jaringan ritel. Operasi pasar turut dilakukan di sejumlah wilayah.

Menurut Budiwan, ketersediaan stok yang memadai dan distribusi beras melalui berbagai saluran diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

“Stok yang kita jual banyak, kemudian serapan kita semuanya untuk kondisi ketahanan sebenarnya tidak ada masalah. Kita juga sudah menggelontorkan SPHP di toko-toko dan retail,” pungkasnya.

Dengan penerima bantuan yang meningkat menjadi lebih dari 81 ribu keluarga, efektivitas penyaluran menjadi semakin penting. Selain memastikan bantuan diterima oleh keluarga sasaran, stabilisasi pasokan dan harga beras juga menjadi faktor krusial agar kenaikan harga pangan tidak semakin menekan daya beli masyarakat Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Remaja Berkarakter, Pemkab Madiun Kukuhkan Bunda GenRe di 15 Kecamatan

    Wujudkan Remaja Berkarakter, Pemkab Madiun Kukuhkan Bunda GenRe di 15 Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Madiun, resmi mengukuhkan Bunda GenRe (Generasi Berencana) tingkat kecamatan. Pengukuhan tersebut sebagai upaya memperkuat pendampingan dan pembinaan remaja di seluruh wilayah. Pengukuhan ini merupakan amanah dari program nasional Kementerian BKKBN yang menekankan pentingnya peran […]

    Bagikan
  • Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Namun 3 KA di Daop 7 Batal Berangkat

    Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Namun 3 KA di Daop 7 Batal Berangkat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir masih berdampak pada jalur KA Sragi – Pekalongan Jawa Tengah. Genangan air masih nampak hingga menghambat perjalanan kereta.  Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengungkapkan kondisi tersebut mempengaruhi perjalanan KA yang melintasi Daop 7 Madiun. Hingga kini, proses pemulihan jalur masih terus dilakukan […]

    Bagikan
  • IBI Ponorogo Kumpulkan Rp16 Juta untuk Korban Gempa NTT

    IBI Ponorogo Kumpulkan Rp16 Juta untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kepedulian terhadap korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ponorogo. Organisasi profesi tersebut berhasil mengumpulkan donasi sukarela dari para anggotanya dengan total lebih dari Rp16 juta. Ketua IBI Cabang Ponorogo, Katmiatin, mengatakan penggalangan dana tersebut murni berasal dari sumbangan pribadi para anggota. Dana yang […]

    Bagikan
  • Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    Warga Ngawi Bongkar Diduga Makam Palsu Wali Lima

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Warga yang tergabung dalam Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) Ngawi melakukan pembongkaran terhadap lima makam yang selama ini dikenal sebagai makam Wali Lima. Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dinilai tidak memiliki bukti sejarah yang jelas dan bisa menyesatkan banyak orang. Pembongkaran makam dengan pengawalan pihak kepolisian berlangsung di Desa Guyung, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Semarak HUT ke-81 RI, Warga Desa Kuwu Madiun Tampilkan Kreativitas dalam Pawai Budaya

    Semarak HUT ke-81 RI, Warga Desa Kuwu Madiun Tampilkan Kreativitas dalam Pawai Budaya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tumpah ruah mengikuti pawai budaya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak sekadar menjadi tontonan, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kecintaan sekaligus menjaga warisan budaya lokal di tengah perubahan Desa Kuwu yang mulai berkembang sebagai kawasan […]

    Bagikan
  • Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    Dindik Ponorogo Ungkap Rincian Dana Hilang di SMPN 1 Pulung

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo  – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mengungkap rincian dana yang hilang dalam kasus pembobolan brankas di SMP Negeri 1 Pulung. Sekretaris Dinas Pendidikan Ponorogo, Farida Nuraini, menjelaskan bahwa total kerugian mencapai sekitar Rp182 juta, terdiri dari dana sosial guru dan dana komite sekolah. “Uang yang hilang sesuai laporan kepala sekolah yakni Rp. 14 […]

    Bagikan
expand_less