Berita Terkini
Trending Tags

Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Soekarno Talk In bangun budaya berpikir kritis Gen Z. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Forum diskusi Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno tak sekadar menjadi ajang bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun budaya berpikir kritis sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan kritik yang disertai argumentasi dan solusi.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mengapresiasi inisiatif DPC PDI Perjuangan Magetan yang dinilai mampu membaca kebutuhan zaman. Menurutnya, perjuangan politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan konsolidasi organisasi, tetapi juga harus memperkuat solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.

“Saya mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan yang mampu membaca situasi. Hari ini langkah perjuangan kita adalah menguatkan solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno,” ujarnya.

Novita menilai masyarakat Mataraman sejatinya memiliki tradisi gotong royong yang kuat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai tersebut diwariskan kepada Generasi Z melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, konsep Marhaenisme harus dipahami sebagai keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan dan menghadapi ketidakadilan.

“Marhaen adalah kita semua, mereka yang hidup dekat dengan garis kemiskinan dan kerentanan. Karena itu perjuangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memiliki arah yang jelas,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, kritik tersebut harus dibangun di atas kajian yang kuat dan menawarkan solusi.

“Anak-anak Gen Z boleh bersuara, boleh turun ke jalan ketika melihat kebijakan yang dirasa tidak masuk akal. Tetapi jangan hanya berisik tanpa arah. Kritik harus membawa solusi agar benar-benar menghasilkan perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Novita, Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin menilai diskusi semacam ini penting untuk menghidupkan tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemikiran Bung Karno tidak hanya berisi retorika perjuangan, tetapi juga mengajarkan cara membaca persoalan secara rasional berdasarkan realitas yang dihadapi rakyat.

“Yang saya tangkap dari Bung Rocky adalah Marhaenisme bukan sekadar ideologi yang diteriakkan, tetapi juga cara berpikir. Bung Karno tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung kondisi rakyat, lalu menyusunnya menjadi sebuah gagasan,” ujarnya.

Arifin mengaku kehadirannya dalam forum tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak lain, melainkan sebagai refleksi terhadap dirinya sebagai kepala daerah. Ia mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai Marhaenisme telah diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang dipimpinnya.

“Saya datang bukan untuk menggugat orang lain, tetapi menggugat diri saya sendiri. Apakah saya sebagai eksekutif sudah menjalankan nilai-nilai Marhaenisme dalam kebijakan yang saya ambil. Itu justru menjadi refleksi yang menarik dari diskusi ini,” katanya.

Menurut Arifin, kemerdekaan yang sesungguhnya juga harus dimulai dari cara berpikir. “Merdeka bukan hanya diteriakkan lewat mulut, tetapi harus lahir dari pikiran yang merdeka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Av Sasa, mengatakan penyelenggaraan Soekarno Talk In merupakan upaya membangun budaya diskusi yang selama ini belum berkembang kuat di Magetan.

Ia menilai sebuah daerah membutuhkan ruang dialog agar masyarakat terbiasa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka.

“Budaya diskusi sangat penting sebagai penyeimbang antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus dilatih berpikir kritis, berani berpendapat, sekaligus siap menerima perbedaan pandangan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menghadirkan Rocky Gerung sebagai pemantik diskusi agar masyarakat mulai terbiasa berdialektika dan menguji setiap gagasan secara terbuka. 

Menurut Diana, perbedaan pandangan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari proses menemukan gagasan-gagasan baru yang lebih baik. Ia juga menjelaskan bahwa penerbitan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno yang selama puluhan tahun dinilai mengalami proses “de-Soekarnoisasi”.

“Banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Bung Karno sebagai penggagas Marhaenisme maupun sejarah lahirnya Pancasila. Kami ingin mengembalikan ingatan itu agar generasi baru memahami bahwa Marhaenisme merupakan gagasan asli Indonesia yang mengajarkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” jelasnya.

Diana juga menepis anggapan bahwa materi kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang muncul dalam forum tersebut merupakan pesanan politik. Ia menegaskan seluruh pembahasan berlangsung secara alami sebagai bagian dari dinamika diskusi terbuka.

“Tidak ada pesanan. Semua mengalir secara natural. Kami hanya menyediakan ruang diskusi. Bahkan komika yang kami hadirkan kami persilakan mengkritik PDI Perjuangan maupun saya sebagai Ketua DPC. Justru itulah tujuan forum ini, membiasakan masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka,” tegasnya.

Melalui forum Soekarno Talk In, PDI Perjuangan Magetan berharap tradisi intelektual dan budaya berdiskusi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagasi Penumpang KAI Maksium 20 Kg, Segini Biaya Tambahan Jika Melebihi

    Bagasi Penumpang KAI Maksium 20 Kg, Segini Biaya Tambahan Jika Melebihi

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Moment libur Tahun Baru 2025 banyak dipakai masyarakat untuk berpergian. Salah satunya dengan menggunakan moda transportasi kereta api seperti di Wilayah KAI Daop 7 Madiun. Hal itu terlihat dari lonjakan volume penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 7 Madiun menjelang pergantian tahun. Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo menjelaskan berdasarkan data […]

    Bagikan
  • 380 Calhaji Asal Kabupaten Madiun Mulai Jalani Pemeriksaan Kesehatan

    380 Calhaji Asal Kabupaten Madiun Mulai Jalani Pemeriksaan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) mulai melakukan berbagai persiapan syarat keberangkatan. Salah satunya yakni pemeriksaan kesehatan sebagai syarat keberangkatan haji tahun ini. Sebanyak 380 dari total kuota 382 calon jemaah telah melaksanakan pemeriksaan per tanggal 8 Februari 2025 lalu. “Dari data yang masuk di Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu), di […]

    Bagikan
  • Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2026 Kota Madiun mengemuka dengan dua isu besar yakni integritas kepala daerah dan penanganan darurat sampah. Kedua isu tersebut menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun, Rabu (13/11/2025). Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut bahwa dewan menaruh […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    Polres Madiun Kota Serahkan Motor ke Pemiliknya usai Ungkap Kasus Curanmor 

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perasaan haru dan lega dirasakan oleh Nitra Cahnia warga Jalan Puter Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun saat di Mapolres Madiun Kota. Bagaimana tidak, usai konferensi pers ungkap kasus curat dan curanmor pada Kamis (30/1/2025), Nitra kembali mendapatkan motornya yang hilang dicuri pada Kamis (16/1/2025) lalu. Motor diserahkan langsung […]

    Bagikan
  • Memasuki Tahun Ajaran baru, Penjahit di Kota Madiun Kebanjiran Pesanan Seragam Sekolah

    Memasuki Tahun Ajaran baru, Penjahit di Kota Madiun Kebanjiran Pesanan Seragam Sekolah

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tahun ajaran baru 2025/2026 membawa berkah tersendiri bagi para penjahit di Kota Madiun. Salah satunya dirasakan oleh Sri Purwantini (39), penjahit rumahan yang tinggal di Jalan Terate Gang Tengah, RT 18 RW 06, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Sejak awal tahun ajaran baru, ia mengaku kebanjiran pesanan seragam sekolah dari berbagai […]

    Bagikan
expand_less