Berita Terkini
Trending Tags

Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Soekarno Talk In bangun budaya berpikir kritis Gen Z. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Forum diskusi Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno tak sekadar menjadi ajang bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun budaya berpikir kritis sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan kritik yang disertai argumentasi dan solusi.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mengapresiasi inisiatif DPC PDI Perjuangan Magetan yang dinilai mampu membaca kebutuhan zaman. Menurutnya, perjuangan politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan konsolidasi organisasi, tetapi juga harus memperkuat solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.

“Saya mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan yang mampu membaca situasi. Hari ini langkah perjuangan kita adalah menguatkan solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno,” ujarnya.

Novita menilai masyarakat Mataraman sejatinya memiliki tradisi gotong royong yang kuat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai tersebut diwariskan kepada Generasi Z melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, konsep Marhaenisme harus dipahami sebagai keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan dan menghadapi ketidakadilan.

“Marhaen adalah kita semua, mereka yang hidup dekat dengan garis kemiskinan dan kerentanan. Karena itu perjuangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memiliki arah yang jelas,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, kritik tersebut harus dibangun di atas kajian yang kuat dan menawarkan solusi.

“Anak-anak Gen Z boleh bersuara, boleh turun ke jalan ketika melihat kebijakan yang dirasa tidak masuk akal. Tetapi jangan hanya berisik tanpa arah. Kritik harus membawa solusi agar benar-benar menghasilkan perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Novita, Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin menilai diskusi semacam ini penting untuk menghidupkan tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemikiran Bung Karno tidak hanya berisi retorika perjuangan, tetapi juga mengajarkan cara membaca persoalan secara rasional berdasarkan realitas yang dihadapi rakyat.

“Yang saya tangkap dari Bung Rocky adalah Marhaenisme bukan sekadar ideologi yang diteriakkan, tetapi juga cara berpikir. Bung Karno tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung kondisi rakyat, lalu menyusunnya menjadi sebuah gagasan,” ujarnya.

Arifin mengaku kehadirannya dalam forum tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak lain, melainkan sebagai refleksi terhadap dirinya sebagai kepala daerah. Ia mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai Marhaenisme telah diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang dipimpinnya.

“Saya datang bukan untuk menggugat orang lain, tetapi menggugat diri saya sendiri. Apakah saya sebagai eksekutif sudah menjalankan nilai-nilai Marhaenisme dalam kebijakan yang saya ambil. Itu justru menjadi refleksi yang menarik dari diskusi ini,” katanya.

Menurut Arifin, kemerdekaan yang sesungguhnya juga harus dimulai dari cara berpikir. “Merdeka bukan hanya diteriakkan lewat mulut, tetapi harus lahir dari pikiran yang merdeka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Av Sasa, mengatakan penyelenggaraan Soekarno Talk In merupakan upaya membangun budaya diskusi yang selama ini belum berkembang kuat di Magetan.

Ia menilai sebuah daerah membutuhkan ruang dialog agar masyarakat terbiasa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka.

“Budaya diskusi sangat penting sebagai penyeimbang antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus dilatih berpikir kritis, berani berpendapat, sekaligus siap menerima perbedaan pandangan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menghadirkan Rocky Gerung sebagai pemantik diskusi agar masyarakat mulai terbiasa berdialektika dan menguji setiap gagasan secara terbuka. 

Menurut Diana, perbedaan pandangan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari proses menemukan gagasan-gagasan baru yang lebih baik. Ia juga menjelaskan bahwa penerbitan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno yang selama puluhan tahun dinilai mengalami proses “de-Soekarnoisasi”.

“Banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Bung Karno sebagai penggagas Marhaenisme maupun sejarah lahirnya Pancasila. Kami ingin mengembalikan ingatan itu agar generasi baru memahami bahwa Marhaenisme merupakan gagasan asli Indonesia yang mengajarkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” jelasnya.

Diana juga menepis anggapan bahwa materi kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang muncul dalam forum tersebut merupakan pesanan politik. Ia menegaskan seluruh pembahasan berlangsung secara alami sebagai bagian dari dinamika diskusi terbuka.

“Tidak ada pesanan. Semua mengalir secara natural. Kami hanya menyediakan ruang diskusi. Bahkan komika yang kami hadirkan kami persilakan mengkritik PDI Perjuangan maupun saya sebagai Ketua DPC. Justru itulah tujuan forum ini, membiasakan masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka,” tegasnya.

Melalui forum Soekarno Talk In, PDI Perjuangan Magetan berharap tradisi intelektual dan budaya berdiskusi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fokus Tangani IPM dan Kemiskinan, DPRD Berikan Rekomendasi LKPJ TA 2025 ke Bupati Madiun

    Fokus Tangani IPM dan Kemiskinan, DPRD Berikan Rekomendasi LKPJ TA 2025 ke Bupati Madiun

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian keputusan DPRD terkait rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun Tahun Anggaran 2025, di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Kamis (2/4/2026). Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono. Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan yang Libatkan Cantika Davinca

    Kapolres Magetan dan Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan yang Libatkan Cantika Davinca

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama Kepala Cabang Jasa Raharja Madiun Raya menyerahkan santunan terhadap keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Selasa (07/10/2025). Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Jumat malam (03/10/2025) lalu tersebut melibatkan sepeda motor dan mobil Toyota Innova […]

    Bagikan
  • Giat Patroli, Personel Korem 081/DSJ Sisir Pemukiman Warga

    Giat Patroli, Personel Korem 081/DSJ Sisir Pemukiman Warga

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tak hanya melakukan pengamanan di tempat-tempat keramaian, personel TNI dari jajaran Korem 081/DSJ juga melaksanakan patroli di pemukiman warga selama libur lebaran. Patroli yang dilakukan malam hari itu menyisir di pemukiman warga yang banyak ditinggal mudik oleh warganya. Kapenrem 081/DSJ, Mayor Cpl Eko Sudarto menegaskan, patroli itu sebagai bentuk komitmen […]

    Bagikan
  • Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    Jembatan Roboh, Warga Terpaksa Melintasi Jembatan Bambu

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Ponorogo sepanjang hari menyebabkan Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, roboh pada Sabtu (29/03/2025) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 6 meter itu tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, ratusan warga di Dusun […]

    Bagikan
  • Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus kekerasan terhadap bayi mengguncang Kabupaten Magetan. Seorang ayah di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, diduga tega menyulut lidah bayi yang baru berusia beberapa hari menggunakan korek gas. Aksi keji itu dipicu rasa cemburu dan dugaan perselingkuhan yang tak berdasar. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih di 206 Desa dan Kelurahan

    Pemkab Madiun Percepat Pembentukan Koperasi Merah Putih di 206 Desa dan Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat proses pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa. Langkah ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM). Sekretaris Disperdagkop UM Kabupaten Madiun, Agus Sujudi, […]

    Bagikan
expand_less