Korban Hilang di Sungai Wilangan Ponorogo Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 58
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Kuntarto (33), warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi ditutup.
Komandan Tim SAR Gabungan, Dian Susetio Wibowo, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi kejadian pada kedalaman sekitar tiga meter. Posisi korban berada sekitar tiga hingga empat meter dari titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
“Korban ditemukan di lokasi kejadian pada kedalaman sekitar tiga meter. Posisi korban berjarak kurang lebih tiga sampai empat meter dari titik duga tenggelam,” ujar Dian.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani visum oleh tim medis rumah sakit serta pemeriksaan oleh Tim Inafis Polres Ponorogo.
“Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan visum oleh tim medis rumah sakit. Setelah itu pemeriksaan dilanjutkan oleh Tim Inafis Polres Ponorogo,” tambahnya.
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ponorogo, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan melakukan pencarian setelah menerima laporan dugaan orang hilang pada Minggu dini hari. Pencarian dilakukan setelah ditemukan sepeda motor, sandal, dan peralatan memancing milik korban di tepi Sungai Wilangan.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan pencarian dilakukan berdasarkan laporan dan temuan barang-barang milik korban di lokasi karena tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut.
“Sejauh ini laporan yang kami terima belum ada saksi mata yang melihat secara langsung bahwa korban hilang di titik ini. Jadi pencarian dilakukan berdasarkan laporan dan temuan barang-barang milik korban di lokasi,” kata Masun.
Ia menjelaskan pencarian sempat terkendala kondisi air sungai yang keruh sehingga penyelam harus mengandalkan rabaan.
“Visibilitas air sangat rendah, hanya sekitar 30 sentimeter sehingga penyelam tidak bisa mengandalkan penglihatan dan harus menggunakan rabaan. Kedalaman sungai maksimal sekitar tiga meter,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sambit AKP Moh. Isa Latif mengatakan laporan pertama diterima dari masyarakat sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan hasil pelacakan telepon seluler, posisi terakhir korban berada di sekitar lokasi pencarian.
“Setelah menerima laporan, kami berkoordinasi dengan Forkopimcam, BPBD, dan unsur terkait untuk melakukan pencarian sejak tadi malam. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” kata Latif saat proses pencarian berlangsung.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan warga, korban memang sering memancing seorang diri di kawasan Sungai Wilangan.
“Keterangan warga setempat menyebut korban memang sering datang ke lokasi tersebut seorang diri untuk memancing,” ujarnya.
Dian menambahkan, penyelaman pertama dilakukan mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB namun belum membuahkan hasil. Tim kemudian melanjutkan penyelaman pada pukul 13.00 WIB dengan melibatkan dua penyelam.
“Alhamdulillah sekitar pukul 14.00 WIB korban berhasil ditemukan,” katanya.
Dengan ditemukannya Kuntarto, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut dikembalikan ke instansi masing-masing. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




