Banyak Jalan Rusak Belum Tertangani di Madiun, Bupati Minta Maaf, DPRD Dorong Prioritas Perbaikan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengakui masih banyak ruas jalan yang belum tertangani secara maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 936 kilometer, perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Namun, ia meminta masyarakat bersabar karena tidak seluruh ruas jalan dapat diperbaiki dalam waktu bersamaan.
“Jumlah jalan di Kabupaten Madiun sangat panjang, mencapai ratusan kilometer. Pembangunannya tidak bisa dilakukan sekaligus, sehingga harus bertahap,” ujar Hari Wuryanto, Selasa (27/1/2026).
Hari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi sejumlah jalan yang masih rusak. Ia menegaskan keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama, terlebih adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang turut berdampak pada dana pembangunan daerah.
“Anggaran dari pusat mengalami pengurangan, termasuk Dana Desa yang tersisa sekitar 30 persen. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Madiun berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan secara berkesinambungan. Menurut Hari, infrastruktur merupakan salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan pihak legislatif tetap mendukung program pembangunan infrastruktur jalan, meskipun anggaran tahun 2026 tidak memungkinkan perbaikan dalam skala besar.
“Pada prinsipnya, sesuai visi dan misi Presiden serta Bupati, infrastruktur khususnya jalan tetap menjadi prioritas. Walaupun anggarannya terbatas, tetap ada sejumlah ruas jalan yang akan diselesaikan pada tahun 2026,” kata Fery, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendorong penganggaran yang sejalan dengan program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur agar dapat direalisasikan secara optimal.
Pemerintah daerah berharap dukungan serta doa dari masyarakat agar proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Madiun dapat terus berjalan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang ada.(Tova).
- Penulis: Tova Pradana

