Berita Terkini
Trending Tags

Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2025 akhirnya disahkan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2025 akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Kamis (18/09/2025). Penandatanganan dilakukan bersama oleh Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan pimpinan dewan.

Namun, di balik pengesahan itu muncul kritik. Proses pembahasan dinilai terlalu cepat dan minim uji publik. Bahkan, Bupati Nanik sendiri mengakui hal tersebut dalam sambutannya. “Memang pembahasan kali ini relatif singkat,” katanya.

Nanik menegaskan perubahan dokumen anggaran terpaksa dilakukan karena adanya penyesuaian transfer dari pusat.

“Pendapatan daerah berkurang dari Rp1,989 triliun menjadi Rp1,987 triliun. Sedangkan belanja turun dari Rp2,125 triliun menjadi Rp2,096 triliun,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengurangan tersebut berasal dari pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) mengikat dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 29 Tahun 2025. Meski ada pemotongan, Nanik menegaskan belanja wajib tetap diprioritaskan.

“Selanjutnya, Rancangan Perubahan APBD 2025 akan segera kami ajukan kembali ke DPRD,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan, Suratno, mencoba meredam kritik dengan menyatakan bahwa aspirasi masyarakat tetap diakomodasi.

“Perubahan ini sudah melalui musrenbang dari desa hingga kabupaten, ditambah pokok pikiran dewan. Jadi bukan tanpa proses,” ujarnya.

Suratno juga menyebutkan beberapa program prioritas tetap berjalan, seperti penanganan stunting, gerakan lansia RT, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan ruang kelas baru.

“Bahkan temuan media mengenai kerusakan 50–60 sekolah dasar juga sudah tercatat,” ungkapnya.

Meski demikian, DPRD tak menutup kemungkinan masih adanya SILPA (sisa lebih pembiayaan anggaran) tahun ini.

“Upaya serapan maksimal tetap kami dorong, meskipun realistisnya masih ada potensi SILPA,” kata Suratno.

Rapat paripurna ditutup dengan pernyataan apresiasi Bupati Nanik terhadap DPRD yang dinilai tetap solid meski proses pembahasan berlangsung singkat.

“Keharmonisan ini modal utama untuk membangun Magetan lebih baik. Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat demi Magetan Nyaman, Maju, dan Berkelanjutan,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, meminta pemerintah meninjau ulang seluruh mekanisme program menyusul berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah. Kanang mengatakan evaluasi diperlukan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan, ketidaksesuaian kualitas menu, hingga selisih nilai […]

    Bagikan
  • Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    Memacu Andrenalin di Rumah Hantu Lawu Plaza, Jadi Hiburan Pilihan Akhir Tahun

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana mencekam dan pengalaman pemicu adrenalin menjadi daya tarik utama wahana rumah hantu yang hadir di Kota Madiun. Berlokasi di lantai satu Lawu Plaza, pusat perbelanjaan Jalan Pahlawan Kota Madiun, wahana bertema Rumah Tua Gunung Wilis ini langsung menarik perhatian pengunjung sejak dibuka awal Desember lalu. Patung-patung hantu yang dipajang […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo pada awal Januari 2026 menjadi petaka bagi para petani. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan tergenang air, bahkan sebagian di antaranya dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, sedikitnya 538 hektare lahan pertanian terendam banjir yang terjadi pada […]

    Bagikan
  • Kunjungi Polres Magetan, Kapolda Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Layanan Publik

    Kunjungi Polres Magetan, Kapolda Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Layanan Publik

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kunjungan kerja Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto ke Polres Magetan pada Jumat (21/11/2025), menjadi momentum pembinaan sekaligus penguatan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah setempat. Kapolda disambut langsung oleh Kapolres Magetan beserta jajaran. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM, dalam sambutan awalnya menyampaikan apresiasi atas […]

    Bagikan
  • Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, umat Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang atau patung dewa-dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Minggu (26/1/2025). Ritual yang biasa disebut Kimsin itu rutin dilakukan setiap tahun. Cara membersihkan rupang dari kotoran dan debu menggunakan air diberi bunga […]

    Bagikan
  • Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Musim kemarau tahun ini tak sepenuhnya membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Madiun. Fenomena cuaca tak lazim yang dikenal sebagai kemarau basah menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal itu mengingat curah hujan masih terpantau tinggi di tengah musim yang semestinya kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini […]

    Bagikan
expand_less