Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Ponorogo Gelar Apel Siaga, Catat 14 Bencana dalam Sebulan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pemeriksaan peralatan tim BPBD Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/11). Apel ini menandai kesiapan penuh wilayah tersebut menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah kecamatan telah dilanda cuaca ekstrem. “Kecuali Ponorogo Tengah yang hanya rawan banjir, wilayah timur, selatan, dan barat itu memang rawan longsor,” jelas Masun.

Dalam sebulan terakhir, BPBD mencatat 14 kejadian bencana, terdiri dari delapan kasus longsor dan enam kejadian dampak cuaca ekstrem lainnya. Untuk mempercepat respons, BPBD telah menunjuk satu Person in Charge (PIC) di setiap kecamatan. “Mereka berinteraksi lewat grup WA atau komunikasi langsung. Jika ada kejadian, kami langsung tindak lanjuti dari markas komando (mako),” ujar Masun.

​BPBD belum membuka posko lapangan karena tingkat kejadian belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). “Posko di mako sudah kita hidupkan sejak minggu kedua Oktober, dan kita sudah memproses penetapan status siaga bencana hidrometeorologi,” tambahnya.

​Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Saat ditemui awak media memberikan teguran keras. Ia menegaskan bencana hidrometeorologi bukan semata takdir, melainkan akibat ulah manusia. “Alam sudah tidak lagi bersahabat dengan kita, karena kita hidup dengan berbagai macam kerakusan. Bencana bukan saja takdir, tapi ulah tangan manusia dengan segala nafsunya,” tegas Sugiri.

Ia mengingatkan pengalaman tahun lalu dan mengajak masyarakat untuk introspeksi. “Kita berdoa dan introspeksi agar Allah tidak mendatangkan bencana di Ponorogo,” ucapnya.

​Bupati secara khusus menyoroti aktivitas penambangan pasir di Ngebel. Menurutnya, kegiatan di Gunung Wilis yang merupakan kawasan konservasi tersebut sangat berbahaya. “Menambang pasir di sana berarti menambang badai di masa depan,” katanya.

 “Ngebel tidak pernah ‘batuk’ mengeluarkan pasir, beda dengan Lumajang atau Kelud. Akibatnya, aliran air yang seharusnya ke Mlilir malah lari ke Jenangan karena erosi parah.”tambah sugiri.

​Sugiri menutup dengan ajakan kerja bakti. Ia meminta semua pihak hingga tingkat desa membersihkan sungai dan drainase. “Jangan buang potongan bambu ke sungai. Itu bisa menghambat aliran air dan merusak jembatan, seperti di sepanjang Kali Keyang yang belum selesai,” pungkasnya.(Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar photo_camera 2

    Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran pasar murah oleh Polres Magetan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, langsung menyerbu stand sembako yang dibanderol lebih rendah dibanding harga pasar. Sudarwati, salah satu warga yang ikut berbelanja, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut selisih harga cukup signifikan dibanding […]

    Bagikan
  • Modus Tanya Alamat, Nenek di Magetan Diculik dan Dianiaya Tiga OTK Bermobil Silver

    Modus Tanya Alamat, Nenek di Magetan Diculik dan Dianiaya Tiga OTK Bermobil Silver

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan dengan modus pura-pura menanyakan alamat terjadi di Kabupaten Magetan. Seorang nenek bernama Suminem (65) menjadi korban penculikan, penganiayaan, dan perampokan setelah sebelumnya dibawa kabur tiga orang tidak dikenal menggunakan mobil warna silver. Peristiwa terjadi pada Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Temenggungan, Kecamatan Karas. Saat itu, korban […]

    Bagikan
  • Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor untuk komoditas vital seperti gula mulai menimbulkan gejolak. Suara keberatan datang dari kalangan petani, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Dalam sebuah pertemuan di Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Kamis (17/4/2025), APTRI menyampaikan kecemasan mendalam. […]

    Bagikan
  • Giliran Rumah Dirut PDAM Kota Madiun yang Digeledah KPK, Juga Sasar Lokasi Lain 

    Giliran Rumah Dirut PDAM Kota Madiun yang Digeledah KPK, Juga Sasar Lokasi Lain 

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah lokasi di Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026). Kali ini, giliran rumah pribadi Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto, yang berada di Jalan Mangkuprajan, Kelurahan Demangan Kecamatan Taman yang disasar lembaga antirasuah tersebut. Berdasarkan pantauan […]

    Bagikan
  • Rotasi Jabatan di Polres Madiun Kota, Tekankan Profesionalisme dan Adaptasi Cepat

    Rotasi Jabatan di Polres Madiun Kota, Tekankan Profesionalisme dan Adaptasi Cepat

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama di lingkungan Polres Madiun Kota. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres, Selasa (21/10/2025), dengan dihadiri para pejabat utama dan seluruh anggota jajaran. Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan bahwa rotasi jabatan di tubuh Polri merupakan hal […]

    Bagikan
  • Wisata Petik Melon Hidroponik di Madiun, Kisah Mantan TKI yang Bangkitkan Ekonomi Desa

    Wisata Petik Melon Hidroponik di Madiun, Kisah Mantan TKI yang Bangkitkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di sudut Dusun Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur deretan tanaman melon tumbuh rapi di dalam bangunan greenhouse. Bukan ladang luas dengan tanah terbuka, melainkan sistem hidroponik yang bersih, tertata, dan terbuka untuk siapa saja yang ingin memetik langsung buahnya. Greenhouse Paman Jack demikian warga menyebutnya menawarkan […]

    Bagikan
expand_less