Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Ponorogo Gelar Apel Siaga, Catat 14 Bencana dalam Sebulan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pemeriksaan peralatan tim BPBD Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/11). Apel ini menandai kesiapan penuh wilayah tersebut menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah kecamatan telah dilanda cuaca ekstrem. “Kecuali Ponorogo Tengah yang hanya rawan banjir, wilayah timur, selatan, dan barat itu memang rawan longsor,” jelas Masun.

Dalam sebulan terakhir, BPBD mencatat 14 kejadian bencana, terdiri dari delapan kasus longsor dan enam kejadian dampak cuaca ekstrem lainnya. Untuk mempercepat respons, BPBD telah menunjuk satu Person in Charge (PIC) di setiap kecamatan. “Mereka berinteraksi lewat grup WA atau komunikasi langsung. Jika ada kejadian, kami langsung tindak lanjuti dari markas komando (mako),” ujar Masun.

​BPBD belum membuka posko lapangan karena tingkat kejadian belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). “Posko di mako sudah kita hidupkan sejak minggu kedua Oktober, dan kita sudah memproses penetapan status siaga bencana hidrometeorologi,” tambahnya.

​Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Saat ditemui awak media memberikan teguran keras. Ia menegaskan bencana hidrometeorologi bukan semata takdir, melainkan akibat ulah manusia. “Alam sudah tidak lagi bersahabat dengan kita, karena kita hidup dengan berbagai macam kerakusan. Bencana bukan saja takdir, tapi ulah tangan manusia dengan segala nafsunya,” tegas Sugiri.

Ia mengingatkan pengalaman tahun lalu dan mengajak masyarakat untuk introspeksi. “Kita berdoa dan introspeksi agar Allah tidak mendatangkan bencana di Ponorogo,” ucapnya.

​Bupati secara khusus menyoroti aktivitas penambangan pasir di Ngebel. Menurutnya, kegiatan di Gunung Wilis yang merupakan kawasan konservasi tersebut sangat berbahaya. “Menambang pasir di sana berarti menambang badai di masa depan,” katanya.

 “Ngebel tidak pernah ‘batuk’ mengeluarkan pasir, beda dengan Lumajang atau Kelud. Akibatnya, aliran air yang seharusnya ke Mlilir malah lari ke Jenangan karena erosi parah.”tambah sugiri.

​Sugiri menutup dengan ajakan kerja bakti. Ia meminta semua pihak hingga tingkat desa membersihkan sungai dan drainase. “Jangan buang potongan bambu ke sungai. Itu bisa menghambat aliran air dan merusak jembatan, seperti di sepanjang Kali Keyang yang belum selesai,” pungkasnya.(Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Pelajar Jalani Sidang Tilang, STNK dan SIM Diambil di Kejaksaan Negeri Ponorogo

    Ribuan Pelajar Jalani Sidang Tilang, STNK dan SIM Diambil di Kejaksaan Negeri Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sedikitnya 1.300 pelanggar lalu lintas mengikuti proses pengambilan berkas tilang di Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Mayoritas pelanggar yang datang merupakan kalangan pelajar yang sebelumnya terjaring razia dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. Sejak pagi hari, area Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo di Jalan MT Haryono dipadati pelajar dari berbagai […]

    Bagikan
  • Berhasil Ungkap Kasus Lintas Provinsi, Polres Magetan Raih Penghargaan Kapolda Jatim 

    Berhasil Ungkap Kasus Lintas Provinsi, Polres Magetan Raih Penghargaan Kapolda Jatim 

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Prestasi gemilang kembali diraih Kepolisian Resor (Polres) Magetan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa secara langsung menerima piagam penghargaan dari Kapolda Jawa Timur atas keberhasilan jajarannya mengungkap dua kasus besar kejahatan lintas provinsi yang sempat meresahkan masyarakat. Penghargaan tersebut didasarkan pada Keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor: B/475/VIII/2025 tertanggal 29 Agustus […]

    Bagikan
  • Baru Tiga Hari Buka 24 Jam, Indomaret Maospati Jadi Sasaran Perampokan

    Baru Tiga Hari Buka 24 Jam, Indomaret Maospati Jadi Sasaran Perampokan

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan mengguncang warga Desa Kleco, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Kamis dini hari (04/09/2025). Sasaran kawanan perampok kali ini adalah sebuah gerai Indomaret di Jalan Raya Maospati–Ngawi. Peristiwa tersebut membuat warga geger lantaran baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Ketua RT setempat, Sugeng, mengatakan ia mendapatkan kabar adanya perampokan sekitar […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Indonesia Melempar Jumrah dengan Nafar Awal untuk Tinggalkan Mina

    Jemaah Haji Indonesia Melempar Jumrah dengan Nafar Awal untuk Tinggalkan Mina

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Mekkah, Arab Saudi – Jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah pada hari-hari tasyrik dan mengambil nafar awal sebagai tanda akan meninggalkan Mina. Setelah menyelesaikan lontar jumrah di ketiga titik—Ula, Wustha, dan Aqabah—para jemaah memilih opsi nafar awal, yakni meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah setelah […]

    Bagikan
  • Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Magetan pada Jumat (16/08/2026). Bukan sekadar ritual tahunan, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas karunia alam sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa Labuhan Sarangan memiliki makna […]

    Bagikan
  • Catat ! Selama 13 Hari, Polres Madiun Kerahkan 215 Personel di Ops Zebra Semeru 2025

    Catat ! Selama 13 Hari, Polres Madiun Kerahkan 215 Personel di Ops Zebra Semeru 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Polres Madiun mengerahkan 215 personel dalam Operasi Zebra Semeru 2025 yang resmi dimulai 17–30 November. Kesiapan pasukan ditandai dengan apel gelar di Lapangan Tribrata, Senin (16/11/2025), dipimpin Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara yang membacakan amanat Kapolda Jawa Timur. Operasi Zebra tahun ini menargetkan peningkatan kepatuhan berlalu lintas sekaligus menekan tingginya […]

    Bagikan
expand_less