Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Ponorogo Gelar Apel Siaga, Catat 14 Bencana dalam Sebulan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 101
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pemeriksaan peralatan tim BPBD Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/11). Apel ini menandai kesiapan penuh wilayah tersebut menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah kecamatan telah dilanda cuaca ekstrem. “Kecuali Ponorogo Tengah yang hanya rawan banjir, wilayah timur, selatan, dan barat itu memang rawan longsor,” jelas Masun.

Dalam sebulan terakhir, BPBD mencatat 14 kejadian bencana, terdiri dari delapan kasus longsor dan enam kejadian dampak cuaca ekstrem lainnya. Untuk mempercepat respons, BPBD telah menunjuk satu Person in Charge (PIC) di setiap kecamatan. “Mereka berinteraksi lewat grup WA atau komunikasi langsung. Jika ada kejadian, kami langsung tindak lanjuti dari markas komando (mako),” ujar Masun.

​BPBD belum membuka posko lapangan karena tingkat kejadian belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). “Posko di mako sudah kita hidupkan sejak minggu kedua Oktober, dan kita sudah memproses penetapan status siaga bencana hidrometeorologi,” tambahnya.

​Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Saat ditemui awak media memberikan teguran keras. Ia menegaskan bencana hidrometeorologi bukan semata takdir, melainkan akibat ulah manusia. “Alam sudah tidak lagi bersahabat dengan kita, karena kita hidup dengan berbagai macam kerakusan. Bencana bukan saja takdir, tapi ulah tangan manusia dengan segala nafsunya,” tegas Sugiri.

Ia mengingatkan pengalaman tahun lalu dan mengajak masyarakat untuk introspeksi. “Kita berdoa dan introspeksi agar Allah tidak mendatangkan bencana di Ponorogo,” ucapnya.

​Bupati secara khusus menyoroti aktivitas penambangan pasir di Ngebel. Menurutnya, kegiatan di Gunung Wilis yang merupakan kawasan konservasi tersebut sangat berbahaya. “Menambang pasir di sana berarti menambang badai di masa depan,” katanya.

 “Ngebel tidak pernah ‘batuk’ mengeluarkan pasir, beda dengan Lumajang atau Kelud. Akibatnya, aliran air yang seharusnya ke Mlilir malah lari ke Jenangan karena erosi parah.”tambah sugiri.

​Sugiri menutup dengan ajakan kerja bakti. Ia meminta semua pihak hingga tingkat desa membersihkan sungai dan drainase. “Jangan buang potongan bambu ke sungai. Itu bisa menghambat aliran air dan merusak jembatan, seperti di sepanjang Kali Keyang yang belum selesai,” pungkasnya.(Ega/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Hewan Jetis Ditutup Selama Dua Pekan, Pemkab Ponorogo Cegah Wabah PMK

    Pasar Hewan Jetis Ditutup Selama Dua Pekan, Pemkab Ponorogo Cegah Wabah PMK

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi menutup operasional Pasar Hewan Jetis mulai 8 hingga 21 Januari 2025. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang semakin meluas di wilayah tersebut. Penutupan ini diumumkan melalui surat edaran Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) tertanggal 6 Januari 2025. […]

    Bagikan
  • Banjir Kiriman Rendam Permukiman Warga Pilangkenceng, 58 Jiwa Terdampak

    Banjir Kiriman Rendam Permukiman Warga Pilangkenceng, 58 Jiwa Terdampak

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun dan Bojonegoro pada Minggu (11/5/2025) malam memicu banjir kiriman yang merendam puluhan rumah warga di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 58 warga terdampak dari empat rukun tetangga (RT), dengan ketinggian […]

    Bagikan
  • Catat 5 Kasus Laka Air, BPBD Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue

    Catat 5 Kasus Laka Air, BPBD Madiun Gelar Pelatihan Water Rescue

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar pelatihan Search and Rescue (SAR) khusus water rescue di kawasan Telaga Sarangan, 16–19 September 2025. Kegiatan ini diikuti 51 peserta yang terdiri dari seluruh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menyebut pelatihan ini […]

    Bagikan
  • Warga Trisono Ponorogo Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Selokan

    Warga Trisono Ponorogo Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Selokan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang terbungkus plastik hitam di selokan lingkungan permukiman warga, Sabtu (16/5/2026) petang. Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga setelah muncul bau busuk menyengat dari arah selokan. Warga kemudian mencari sumber bau dan menemukan sebuah plastik hitam mencurigakan di dalam […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Gandeng Kejaksaan Negeri untuk Perkuat Penanganan Masalah Hukum

    KAI Daop 7 Madiun Gandeng Kejaksaan Negeri untuk Perkuat Penanganan Masalah Hukum

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun dalam bidang penanganan hukum perdata dan tata usaha negara. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) digelar pada Selasa, (01/07/2025) di Madiun. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Vice President Daop 7 Madiun, Suharjono, […]

    Bagikan
  • 4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    4 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Magetan Ingatkan Masyarakat Bahaya DBD

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mewanti-wanti masyarakat terkait bahaya nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Tidak hanya itu, Dinkes juga menyesalkan perilaku masyarakat yang terlambat membawa anggota keluarga ke rumah sakit, ketika kondisi sudah mengalami DBD fase kritis. Tercatat hingga akhir November 2024 telah ditemukan sebanyak 574 kasus DBD. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian […]

    Bagikan
expand_less