Kemenhaj Kota Madiun Ingatkan Jemaah Haji untuk Tertib dan Patuhi Aturan Selama di Tanah Suci
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 67
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun memberikan sejumlah imbauan penting kepada calon jemaah haji (CJH) menjelang pemberangkatan ke Embarkasi Surabaya pada Senin (27/4/2026) dini hari. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyampaikan bahwa pemberangkatan 227 CJH dilakukan secara sederhana dan tidak berlarut-larut. Hal ini sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah agar jemaah tidak kelelahan sebelum perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
“Acara pemberangkatan tidak berlangsung lama. Setelah doa bersama, jemaah langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya,” ujar Datik.
Setibanya di embarkasi, seluruh jemaah akan ditempatkan di Hall Muzdalifah untuk mendapatkan akomodasi sebelum beristirahat. Kemenhaj juga mengingatkan adanya pemeriksaan kesehatan lanjutan, khususnya bagi perempuan usia subur di bawah 50 tahun untuk memastikan kondisi kehamilan.
“Pemeriksaan kesehatan untuk ibu-ibu usia produktif. Setelah itu jemaah akan beristirahat untuk menjaga kondisi fisiknya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Datik mengungkapkan bahwa terdapat dua jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti), yakni lansia dengan riwayat stroke. Meski demikian, keduanya dinyatakan dalam kondisi cukup baik dan akan didampingi oleh keluarga selama perjalanan.
“Nanti Karu-Karom sudah mulai bergerak setelah mendapatkan gelang khusus untuk jemaah haji nanti untuk segera dibagikan,” imbuh Datik.
Fokus utama Kemenhaj, lanjut Datik, adalah menjaga kesiapan fisik jemaah. Ia mengimbau agar seluruh CJH memanfaatkan waktu di embarkasi untuk beristirahat secara optimal mengingat perjalanan udara menuju Arab Saudi memakan waktu sekitar 10 jam.
“Jemaah harus tertib, banyak istirahat, dan menjaga kondisi fisik karena perjalanan masih panjang,” tegasnya.
Selain itu, Kemenhaj juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku selama di Tanah Suci. Jemaah diminta tidak melakukan aktivitas yang dilarang, seperti live streaming atau membuat konten di area Masjidil Haram maupun Madinah, serta merokok di tempat yang tidak diperbolehkan.
“Jangan sampai melanggar aturan yang sudah kami sosialisasikan. Dendanya cukup berat jika dilanggar,” tambah Datik.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun turut mengantarkan para jemaah berangkat menuju Embarkasi Surabaya. Dirinya berharap seluruh jemaah nantinya dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan sehat.
“Tentunya kita mendoakan agar 227 jemaah haji Kota Madiun yang berangkat tahun ini dapat menjadi haji yang mabrur. Kami akan terus memantau melalui petugas haji daerah terkait kondisi para jemaah selama di Tanah Suci,” tegasnya.
Pemberangkatan CJH Kota Madiun ini turut dilepas oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forkopimda. Besar harapan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





