
Sinergia | Kota Madiun – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian lapangan di wilayah permukiman Kota Madiun/ seperti di Jalan Pucang Wangi, Kelurahan Manisrejo. Penelitian tersebut berfokus pada deteksi dini keberadaan kuman atau bakteri Rickettsia typhi yang dapat menyebabkan penyakit Murine typhus atau demam kucing pada manusia.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi tikus di beberapa titik permukiman warga. Hasil dari riset diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit dari hewan ke manusia.
Peneliti BRIN, dr. Ristianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi potensi penyakit Rickettsiosis, khususnya Murine typhus, di Kota Madiun.
“Kami bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun untuk mendeteksi tentang Rickettsiosis khususnya atau demam kucing. Mengapa kami mencoba mendeteksi, karena penyakit ini memang sedang update di Indonesia. Di beberapa daerah sudah ditemukan, namun diagnosisnya masih terbatas, sehingga sering dikategorikan sebagai demam yang tidak diketahui penyebabnya. Padahal, jika tidak diobati, bisa berakibat fatal,” jelas dr. Ristianto, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, penelitian ini juga menyasar faktor risiko utama, yaitu tikus dan pinjal (serangga kecil parasit pada tubuh tikus). Pinjal berperan penting sebagai vektor penularan penyakit tersebut kepada manusia.
“Kegiatan ini mencoba melihat jenis tikus yang ditemukan, lokasi, hingga kondisi reproduksinya. Nanti seandainya ditemukan indikasi bakteri, sampel akan diuji di laboratorium. Penelitian dilakukan selama lima hari dengan pengambilan sampel darah dari tiga jenis tikus, yaitu tikus rumah, tikus got, dan tikus piti,” tambahnya.
Sementara itu, Pengelola Program Surveilans Dinas Kesehatan Kota Madiun, Dhia Irfan Hanif, menyambut baik kolaborasi penelitian tersebut. Menurutnya, hasil riset BRIN akan sangat bermanfaat bagi upaya pencegahan penyakit zoonosis di wilayah perkotaan.
“Kami terbuka terhadap berbagai penelitian, karena orientasinya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan, terutama di Kota Madiun. Dengan penelitian ini, kita bisa mengetahui karakteristik vektor tikus yang diteliti oleh BRIN. Jadi kita bisa tahu potensi penyakit apa yang bisa ditularkan oleh tikus kepada manusia, dan langkah preventif apa yang harus dilakukan,” ungkap Dhia.
Penelitian BRIN diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam perumusan kebijakan kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat di lingkungan padat penduduk.
Surya – Sinergia