CCTV Rekam Aksi Pencurian di Minimarket Ngawi, Pelaku Diduga Beraksi Berkelompok
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — Aksi pencurian di sebuah minimarket di Kabupaten Ngawi terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 18 detik itu, seorang perempuan terlihat menyembunyikan barang curian dengan modus menjepitnya di antara kedua kaki, lalu menutupinya menggunakan gamis.
Peristiwa tersebut terjadi di Kharisma Minimarket, Dusun Pucanganom, Desa Kendal, Kecamatan Kendal, pada Minggu (6/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Karyawan minimarket, Agus, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, pelaku berhasil membawa kabur enam kotak susu formula bayi dengan total kerugian lebih dari Rp1 juta.
“Ada enam kotak susu yang hilang, rinciannya empat ukuran satu kilogram dan dua ukuran 500 gram,” kata Agus.
Ia menjelaskan, aksi tersebut diduga dilakukan secara berkelompok. Sebelum pencurian terjadi, seorang pria lebih dulu masuk ke dalam toko untuk memantau situasi.
“Awalnya ada satu laki-laki masuk lebih dulu, seolah hanya melihat-lihat, kemungkinan untuk memastikan kondisi di dalam aman,” ujarnya.
Tak lama kemudian, dua orang lainnya, seorang pria dan seorang perempuan, masuk dan diduga langsung menjalankan aksi pencurian.
“Dua orang berikutnya masuk hampir bersamaan. Penampilannya tertutup semua, dua laki-laki pakai sarung, sementara yang perempuan memakai gamis, jilbab besar, dan masker,” imbuh Agus.
Ia menilai, cara pelaku menjalankan aksinya cukup rapi dan terencana, sehingga luput dari perhatian karyawan.
“Barang diambil dari dekat tiang, lalu disembunyikan di bawah kaki, jadi tidak terlihat. Cara mereka cukup lihai,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian, pihak minimarket memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Agus menyebut, pihaknya akan lebih fokus meningkatkan kewaspadaan.
“Kami tidak melaporkan kejadian ini, tapi ke depan akan lebih waspada dan memperketat pengawasan di dalam toko,” katanya.
Sementara itu, kasir minimarket, Nanik, mengatakan pelaku sempat berpura-pura menjadi pembeli sebelum melakukan aksinya.
“Mereka sempat tanya obat tertentu yang sebenarnya tidak ada di sini, sambil membeli pasta gigi,” ujar Nanik.
Ia mengaku sempat merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku, namun tidak berani melakukan pemeriksaan langsung.
“Sempat curiga karena cara jalannya tidak biasa, tapi kami tidak berani menggeledah dan tetap melayani seperti biasa,” katanya.
Kecurigaan tersebut baru terjawab setelah karyawan melakukan pengecekan stok barang usai jam operasional.
“Setelah toko tutup, kami cek stok, ternyata ada barang yang tercatat tapi tidak ada di etalase. Akhirnya kami buka rekaman CCTV dan benar terjadi pencurian,” ungkapnya.
Ia juga memastikan, perempuan yang terekam CCTV merupakan orang yang sebelumnya sempat berinteraksi langsung dengannya.
“Yang mengambil itu orang yang sempat tanya obat ke saya, ternyata memang dia pelakunya,” tegas Nanik.
Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa minimarket tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran pencurian dengan modus berbeda.
“Sekitar setahun lalu pernah ada pembobolan dari tembok belakang, kerugiannya juga cukup besar dan sampai sekarang pelakunya belum tertangkap,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






