Berita Terkini
Trending Tags

Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 414
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 perkara cerai talak. Jumlah cerai gugat tercatat hampir tiga kali lipat dibanding cerai talak.

Humas PA Magetan, Sunyoto, mengatakan tren cerai gugat memang terjadi di banyak daerah, termasuk Magetan. Salah satu faktor penyebabnya adalah perbedaan proses persidangan antara cerai gugat dan cerai talak.

“Perkara cerai gugat relatif lebih cepat. Rata-rata bisa diputus dalam dua kali sidang. Sementara cerai talak harus melalui tahapan ikrar talak sehingga membutuhkan sedikitnya tiga kali persidangan,” ujar Sunyoto, Rabu (21/1/2026).

Ia menyebutkan, hampir setiap pekan terdapat perkara cerai gugat yang melibatkan istri bekerja sebagai TKW. Jarak yang jauh, keterbatasan komunikasi, hingga persoalan pengelolaan uang kiriman kerap memicu konflik rumah tangga.

“Magetan termasuk daerah dengan jumlah TKW cukup besar. Banyak perkara muncul karena hubungan jarak jauh dan masalah ekonomi keluarga,” jelasnya.

Dalam sejumlah kasus, gugatan perceraian diajukan melalui kuasa hukum karena salah satu atau kedua pihak berada di luar negeri. Kondisi ini berpengaruh terhadap lamanya proses persidangan, terutama jika tergugat tidak hadir.

“Jika tergugat tidak hadir, proses pemanggilan bisa sampai tujuh hingga sepuluh kali. Namun jika hadir, biasanya perkara selesai dalam dua kali sidang,” tambah Sunyoto.

Selain perkara perceraian, PA Magetan juga menangani perkara lain seperti harta bersama, itsbat nikah, dan wali adhal.

Untuk perkara wali adhal, tercatat sembilan permohonan selama 2025. Perkara ini diajukan ketika orang tua pihak perempuan menolak menjadi wali nikah tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.

“Jika alasan penolakan tidak memenuhi ketentuan syar’i, pengadilan dapat menetapkan wali adhal dan meminta KUA menikahkan dengan wali hakim,” pungkasnya.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar untuk penataan kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Program tersebut akan menyasar perbaikan infrastruktur dasar hingga pengelolaan lingkungan guna meningkatkan kualitas permukiman dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemkot Madiun melaksanakan rapat koordinasi penataan kawasan kumuh bersama Dinas Perumahan Rakyat, […]

    Bagikan
  • Gubernur Khofifah Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakaan KA Malioboro Ekspres

    Gubernur Khofifah Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakaan KA Malioboro Ekspres

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana haru menyelimuti Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Magetan, Senin (26/5/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung untuk menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban kecelakaan kereta api Malioboro Ekspres yang terjadi di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Didampingi Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, serta jajaran Forkopimda, […]

    Bagikan
  • Sumur Surut Dan PDAM Mati, Warga Dusun Dungus Ponorogo Kesulitan Air Bersih

    Sumur Surut Dan PDAM Mati, Warga Dusun Dungus Ponorogo Kesulitan Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Dusun Dungus, Desa Karang Patihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau. Kondisi tersebut telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir. Selain sejumlah sumur mulai surut bahkan mengering, aliran PDAM yang selama ini menjadi salah satu sumber air warga juga semakin kecil […]

    Bagikan
  • Tender Penataan Lanskap MPP Kota Madiun Turun 20 Persen, DPRD Soroti Risiko Kualitas Proyek

    Tender Penataan Lanskap MPP Kota Madiun Turun 20 Persen, DPRD Soroti Risiko Kualitas Proyek

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penawaran proyek penataan lanskap Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun yang turun sekitar 20 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mendapat perhatian DPRD. CV BJ selaku pemenang lelang mengajukan penawaran Rp 638,12 juta, jauh di bawah HPS yang ditetapkan sebesar Rp 797,65 juta. Selisih nilai penawaran tersebut mencapai sekitar Rp […]

    Bagikan
  • Jalan Kaki Ribuan Kilometer Demi Perdamaian, 57 Bhikkhu ASEAN Singgah di Madiun

    Jalan Kaki Ribuan Kilometer Demi Perdamaian, 57 Bhikkhu ASEAN Singgah di Madiun

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Misi perdamaian lintas negara dibawa 57 bhikkhu peserta Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 saat singgah di Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun, Kamis malam (21/5/2026). Rombongan bhikkhu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia itu disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Madiun sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur. Perjalanan spiritual tersebut menjadi simbol […]

    Bagikan
  • Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga Maospati menjadi korban aksi perampokan bersenjata yang terjadi dini hari, Senin (16/6/2025). Kisah mencekam itu dibagikan langsung oleh korban, Satriya Bima Ariyaa, melalui unggahan media sosial yang kemudian viral di berbagai grup WhatsApp dan Instagram komunitas Magetan. Kapolsek Maospati, Kompol Haris Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga Selasa malam […]

    Bagikan
expand_less