Cuaca Ektreme Belum Reda, Puluhan Bencana Kepung Ponorogo Sepanjang Maret
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 36 kejadian bencana tercatat melanda Kabupaten Ponorogo sepanjang Maret 2026. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar dengan 18 kejadian, disusul 11 kasus banjir dan 7 kejadian tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan jika dirata-rata, kejadian bencana terjadi hampir setiap hari. Namun dalam kondisi cuaca ekstrem, jumlah kejadian bisa meningkat tajam dalam satu hari.
“Kalau dirata-rata memang hampir setiap hari ada. Tapi saat cuaca ekstrem, dalam sehari bisa lebih dari empat kejadian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bencana akibat angin kencang memiliki cakupan dampak yang luas. Dalam satu kejadian, wilayah terdampak bisa meliputi beberapa kecamatan sekaligus, meski tetap dihitung sebagai satu peristiwa.
“Kalau angin, wilayah terdampaknya luas, beda kecamatan bisa terdampak semua, tapi tetap dihitung satu kejadian,” imbuhnya.
Salah satu kejadian terakhir adalah tanah longsor di jalur lingkar wisata Ngebel, tepatnya di wilayah Wagir Lor. Material longsor sempat menutup akses jalan, namun berhasil ditangani dalam waktu satu hari menggunakan alat berat. Meski akses sudah kembali normal, BPBD mengingatkan masih adanya potensi longsor susulan. Hasil pemantauan menggunakan drone menunjukkan adanya retakan di bagian atas tebing.
“Masih ada potensi longsor susulan karena ditemukan celah atau retakan di atas,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca periode 1 hingga 7 April, Ponorogo masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Dari tujuh hari tersebut, lima hari diprediksi masuk kategori cuaca ekstrem. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan April atau dasarian kedua. Setelah itu, Ponorogo diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga April, dengan kecenderungan lebih kering dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini diperkirakan lebih kering dibanding tahun lalu. Tapi tetap kita lihat perkembangan ke depan,” pungkas Masun. (ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Arrachmando






