Berita Terkini
Trending Tags

Guru Inspiratif di Madiun Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Gerakkan Ecobrick

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para Guru dan Siswa tengah membuat kerajinan dari Ecobrick, foto : Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Madiun – Pertumbuhan masyarakat menyebabkan peningkatan volume sampah yang signifikan akibat pola konsumsi, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan penduduk. Sampah ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem dan habitat satwa, serta berkontribusi pada perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca.

Atas dasar itulah yang menggerakan sosok seorang Titik Rosmiati, guru di SMK Negeri 1 Jiwan. Langkahnya berawal dari keresahan tumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah yang tidak dikelola dengan baik. “Kalau hanya disuruh membuang sampah pada tempatnya, anak-anak lupa lagi. Maka yang perlu ditanamkan adalah rasa tanggung jawab,” ujar Titik.

Image Not Found
Guru dan Siswa menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah menggunakan hasil kompos olahan sampah organik, Foto : Kriswanto – Sinergia

Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini pun mencetuskan pengelolaan sampah melalui program ecobrick. Selain itu, ia tanamkan slogan Sampahku Tanggungjawabku, Sampahmu Tanggungjawabmu. Hal itu kini menjadi pengingat sederhana bagi warga sekolah untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Sebagai guru Mapel Pendidikan Pancasila itu harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya teori namun juga praktiknya. Termasuk bagi para siswa. Banyak hal yang kita angkat, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah di lingkungan sekolah,” terangnya.

Kegiatan pengelolaan sampah ditanamkan mulai dari pemilihan sampah mulai dari plastik, kertas hingga sampah daur ulang. Tidak hanya itu, juga lewat program Bank Sampah Pelita yang dijalankan di SMK Negeri 1 Jiwan. “Jadi sampah-sampah plastik yang bisa dikelola kembali ini dikumpulkan di Bank Sampah ini. Juga lewat ekstrakurikuler Milenial Cinta Bumi bagi yang benar-benar peduli lingkungan,” imbuh Titik.

Guru yang telah mengajar sejak tahun 1999 ini pun memiliki program andalan yakni Ecobrick. Botol plastik diisi padat dengan sampah non-organik, terutama sampah plastik seperti bungkus makanan dan kantong plastik. Proses ini membantu mendaur ulang sampah plastik yang sulit didaur ulang.

“Ecokrick sudah 4 tahun kami terapkan disini. Apalagi, saya sebagai trainer Ecobrick di wilayah Kabupaten/Kota Madiun. Ini sebagai solusi bijak mengamankan sampah plastik. Tidak hanya dipadatkan, tetapi botol air mineral juga bisa dipakai untuk membuat sapu yang awet,” tegas Titik.

Kontribusi positif terhadap lingkungan ini pun terus ditularkan kepada seluruh elemen sekolah. Apalagi Genersi Z atau Gen Z butuh dukungan agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan aksi nyata. “Kita berikan teladan dan contoh dulu. Kita ajak, edukasi. Karena bumi ini warisan untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Image Not Found
Sosok Titik Roesmiati mendapatkan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur, Foto : Kriswanto – Sinergia

Tak hanya fokus pada sampah plastik, Titik juga memperkenalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil komposting tersebut digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun buah di lingkungan sekolah. Metode komposting ini sebagai langsung mengurangi sampah organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

“Ini terus kita galakkan penghijauan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan sampah-sampah organik menjadi kompos. Jadi sudah tidak bingung lagi untuk kebutuhan pupuk organik,” pungkas Titik.

Sosok Titik Roesmiati pun dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi. Bahkan, hal itu diganjar dengan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur. “Ya jadi sosok yang sangat peduli, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah sampai pemanfaatan greenhouse. Apalagi siswa kini sudah memiliki progress positif terkati kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Siswa juga mengukir prestasi dengan program Ecobrick,” tutur Murtiru, Kepala SMKN 1 Jiwan.

Lebih lanjut, diharapkan kedepan seluruh elemen sekolah terus bergerak dalam menjaga kondisi lingkungan sekolah. Khususnya bagi para siswa, tidak hanya peduli terhadap lingkungan tempat belajar, namun bisa menerapkan di lingkungan masyarakat.”Bisa ada sosok-sosok lain seperti Bu Titik Roes yang lain agar menjadi penggerak untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, bagi para siswa, program ecobrick maupun penghijauan yang dicetuskan tersebut sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Siswa lebih peduli akan kondisi lingkungan sekolah serta memahami pentingnya mengelola sampah dengan baik.

“Sangat menginspirasi. Kita diajarkan membuat Ecobrick, menanam sayuran, memilah sampah organik dan anorganik. Jadi kami para siswa lebih cinta dan peduli kepada lingkungan,” kata Berlian Dwi Septia Rahma, Siswa SMKN 1 Jiwan.

Gerakan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Image Not Found
Titik Roesmiati menggandeng ibu-ibu rumah tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Foto : Kriswanto – Sinergia

Program lingkungan yang digagas Titik Roesmiati tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, namun juga menggandeng ibu-ibu rumah tangga yang berada di Gang Bulu I, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Lewat Bank Sampah Sehati, para kadernya diajak untuk memilah-milah sampah rumah tangga.

“Saya juga menerapkan program ecobrick ini di lingkungan rumah bersama ibu-ibu tetangga. Bank Sampah Sehati ini juga sudah berjalan lama dan kini sudah banyak menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis dari sampah,” terang Titik Roesmiati.

Kini, para ibu rutin membuat ecobrick dari sampah plastik rumah tangga. Hasilnya digunakan untuk membuat kursi taman hingga pembatas kebun di lingkungan mereka. Juga aneka ragam kerajian lain dari sampah plastik.

“Alhamdulilah, saya sudah diajak Bu Titik ini pada waktu pandemi (Covid-19). Banyak yang sudah kita buat, ada sapu, tempat tisu, kursi, meja dan banyak lagi. Sudah bisa memberi kami pendapatan dari pengelolaan sampah ini,” ujar Sumiati, kader Bank Sampah Sehati.

Bagi Titik, edukasi tidak pernah henti-hentinya untuk terus ditularkan kepada masyarakat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai seorang pendidik untuk generasi yang lebih peduli lingkungan.  Baginya, gerakan ini bukan sekadar program sesaat, tetapi investasi untuk masa depan.

“Saya ingin anak-anak memahami bahwa bumi hanya satu. Kita harus merawatnya mulai dari hal paling sederhana mengurus sampah sendiri. Juga untuk masyarakat lain yang harus ikut bertanggaungjawab terhadap lingkungan,” pungkas Titik Roesmiati.

Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan melibatkan masyarakat, Titik kini berhasil menjadikan sekolah dan kampung sekitar sebagai contoh gerakan pengelolaan sampah terpadu. Pun untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan mendorong tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. (Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas dan Nilai Gizi Menu MBG Kerap Diprotes Warga, Ini Langkah Pemkot Madiun

    Kualitas dan Nilai Gizi Menu MBG Kerap Diprotes Warga, Ini Langkah Pemkot Madiun

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan dari masyarakat. Di Kota Madiun, sejumlah orang tua siswa penerima manfaat mempertanyakan kelayakan menu yang diberikan dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Keluhan yang muncul sebagian besar berkaitan dengan kualitas bahan baku dan kesesuaian menu dengan anggaran yang beredar di masyarakat. […]

    Bagikan
  • Jelang Keberangkatan, Wali Kota Maidi Beri Pesan Kepada Calon Jemaah Haji

    Jelang Keberangkatan, Wali Kota Maidi Beri Pesan Kepada Calon Jemaah Haji

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 175 calon jemaah haji asal Kota Madiun mengikuti acara pamitan sekaligus doa bersama yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun pada Selasa (13/05/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Madiun. Dalam sambutannya, Wali Kota Maidi menyampaikan […]

    Bagikan
  • Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    Ngawi Siaga Jelang Aksi Demonstrasi, Aparat Gabungan Diterjunkan di Sekitar Gedung DPRD

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana Kota Ngawi, Senin (1/9/2025), tampak lebih ketat dari biasanya. Ratusan aparat gabungan TNI-Polri bersiap berjaga di beberapa titik menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Ngawi. Sejumlah personel terlihat melengkapi diri dengan perlengkapan pengamanan, mulai dari tameng hingga pentungan. Di beberapa ruas jalan menuju lokasi aksi […]

    Bagikan
  • Fery Sudarsono Kembali Pimpin DPC PDIP Kabupaten Madiun Periode 2025–2030

    Fery Sudarsono Kembali Pimpin DPC PDIP Kabupaten Madiun Periode 2025–2030

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menetapkan Fery Sudarsono sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Madiun untuk masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut dibacakan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Sadarestuwati, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar di Surabaya, Minggu (21/12/2025). Sadarestuwati menyampaikan keputusan itu merupakan […]

    Bagikan
  • Atap Rumah Joglo Rusak Parah Akibat Angin Kencang dan Petir

    Atap Rumah Joglo Rusak Parah Akibat Angin Kencang dan Petir

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah rumah bergaya joglo milik Agus Santoso di Desa Kutu Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah pada bagian atapnya setelah diterjang angin kencang disertai sambaran petir. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/10) sore, bersamaan dengan hujan ringan yang melanda wilayah tersebut. Genteng rumah Agus berhamburan akibat terjangan angin dan getaran […]

    Bagikan
  • Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Madiun Meminta OPD Perbaiki Kinerja dan Memperkuat Kolaborasi

    Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Madiun Meminta OPD Perbaiki Kinerja dan Memperkuat Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Tidak terasa satu tahun pasangan Harmonis, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun Purnomo Hadi memegang kendali pemerintahan di bumi kampung pesilat. Dua jagoan Harmonis itu dilantik Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025 lalu. Kini tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan. Namun tidak dengan seremoni […]

    Bagikan
expand_less