Berita Terkini
Trending Tags

Guru Inspiratif di Madiun Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Gerakkan Ecobrick

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 319
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para Guru dan Siswa tengah membuat kerajinan dari Ecobrick, foto : Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Madiun – Pertumbuhan masyarakat menyebabkan peningkatan volume sampah yang signifikan akibat pola konsumsi, aktivitas ekonomi, dan pertumbuhan penduduk. Sampah ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan sampah yang buruk dapat berdampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan penyakit, merusak ekosistem dan habitat satwa, serta berkontribusi pada perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca.

Atas dasar itulah yang menggerakan sosok seorang Titik Rosmiati, guru di SMK Negeri 1 Jiwan. Langkahnya berawal dari keresahan tumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah yang tidak dikelola dengan baik. “Kalau hanya disuruh membuang sampah pada tempatnya, anak-anak lupa lagi. Maka yang perlu ditanamkan adalah rasa tanggung jawab,” ujar Titik.

Image Not Found
Guru dan Siswa menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan buah menggunakan hasil kompos olahan sampah organik, Foto : Kriswanto – Sinergia

Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini pun mencetuskan pengelolaan sampah melalui program ecobrick. Selain itu, ia tanamkan slogan Sampahku Tanggungjawabku, Sampahmu Tanggungjawabmu. Hal itu kini menjadi pengingat sederhana bagi warga sekolah untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan masing-masing.

“Sebagai guru Mapel Pendidikan Pancasila itu harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya teori namun juga praktiknya. Termasuk bagi para siswa. Banyak hal yang kita angkat, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan sampah di lingkungan sekolah,” terangnya.

Kegiatan pengelolaan sampah ditanamkan mulai dari pemilihan sampah mulai dari plastik, kertas hingga sampah daur ulang. Tidak hanya itu, juga lewat program Bank Sampah Pelita yang dijalankan di SMK Negeri 1 Jiwan. “Jadi sampah-sampah plastik yang bisa dikelola kembali ini dikumpulkan di Bank Sampah ini. Juga lewat ekstrakurikuler Milenial Cinta Bumi bagi yang benar-benar peduli lingkungan,” imbuh Titik.

Guru yang telah mengajar sejak tahun 1999 ini pun memiliki program andalan yakni Ecobrick. Botol plastik diisi padat dengan sampah non-organik, terutama sampah plastik seperti bungkus makanan dan kantong plastik. Proses ini membantu mendaur ulang sampah plastik yang sulit didaur ulang.

“Ecokrick sudah 4 tahun kami terapkan disini. Apalagi, saya sebagai trainer Ecobrick di wilayah Kabupaten/Kota Madiun. Ini sebagai solusi bijak mengamankan sampah plastik. Tidak hanya dipadatkan, tetapi botol air mineral juga bisa dipakai untuk membuat sapu yang awet,” tegas Titik.

Kontribusi positif terhadap lingkungan ini pun terus ditularkan kepada seluruh elemen sekolah. Apalagi Genersi Z atau Gen Z butuh dukungan agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dengan aksi nyata. “Kita berikan teladan dan contoh dulu. Kita ajak, edukasi. Karena bumi ini warisan untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Image Not Found
Sosok Titik Roesmiati mendapatkan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur, Foto : Kriswanto – Sinergia

Tak hanya fokus pada sampah plastik, Titik juga memperkenalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil komposting tersebut digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun buah di lingkungan sekolah. Metode komposting ini sebagai langsung mengurangi sampah organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

“Ini terus kita galakkan penghijauan di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan sampah-sampah organik menjadi kompos. Jadi sudah tidak bingung lagi untuk kebutuhan pupuk organik,” pungkas Titik.

Sosok Titik Roesmiati pun dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi. Bahkan, hal itu diganjar dengan penghargaan peringkat 5 GTK Hebat-Dedikatif Guru SMK tingka Provinsi Jawa Timur. “Ya jadi sosok yang sangat peduli, mulai dari kebersihan, pengelolaan sampah sampai pemanfaatan greenhouse. Apalagi siswa kini sudah memiliki progress positif terkati kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Siswa juga mengukir prestasi dengan program Ecobrick,” tutur Murtiru, Kepala SMKN 1 Jiwan.

Lebih lanjut, diharapkan kedepan seluruh elemen sekolah terus bergerak dalam menjaga kondisi lingkungan sekolah. Khususnya bagi para siswa, tidak hanya peduli terhadap lingkungan tempat belajar, namun bisa menerapkan di lingkungan masyarakat.”Bisa ada sosok-sosok lain seperti Bu Titik Roes yang lain agar menjadi penggerak untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

Sementara itu, bagi para siswa, program ecobrick maupun penghijauan yang dicetuskan tersebut sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Siswa lebih peduli akan kondisi lingkungan sekolah serta memahami pentingnya mengelola sampah dengan baik.

“Sangat menginspirasi. Kita diajarkan membuat Ecobrick, menanam sayuran, memilah sampah organik dan anorganik. Jadi kami para siswa lebih cinta dan peduli kepada lingkungan,” kata Berlian Dwi Septia Rahma, Siswa SMKN 1 Jiwan.

Gerakan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Image Not Found
Titik Roesmiati menggandeng ibu-ibu rumah tangga Kelola Sampah, Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi, Foto : Kriswanto – Sinergia

Program lingkungan yang digagas Titik Roesmiati tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, namun juga menggandeng ibu-ibu rumah tangga yang berada di Gang Bulu I, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Lewat Bank Sampah Sehati, para kadernya diajak untuk memilah-milah sampah rumah tangga.

“Saya juga menerapkan program ecobrick ini di lingkungan rumah bersama ibu-ibu tetangga. Bank Sampah Sehati ini juga sudah berjalan lama dan kini sudah banyak menghasilkan barang-barang bernilai ekonomis dari sampah,” terang Titik Roesmiati.

Kini, para ibu rutin membuat ecobrick dari sampah plastik rumah tangga. Hasilnya digunakan untuk membuat kursi taman hingga pembatas kebun di lingkungan mereka. Juga aneka ragam kerajian lain dari sampah plastik.

“Alhamdulilah, saya sudah diajak Bu Titik ini pada waktu pandemi (Covid-19). Banyak yang sudah kita buat, ada sapu, tempat tisu, kursi, meja dan banyak lagi. Sudah bisa memberi kami pendapatan dari pengelolaan sampah ini,” ujar Sumiati, kader Bank Sampah Sehati.

Bagi Titik, edukasi tidak pernah henti-hentinya untuk terus ditularkan kepada masyarakat. Hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya sebagai seorang pendidik untuk generasi yang lebih peduli lingkungan.  Baginya, gerakan ini bukan sekadar program sesaat, tetapi investasi untuk masa depan.

“Saya ingin anak-anak memahami bahwa bumi hanya satu. Kita harus merawatnya mulai dari hal paling sederhana mengurus sampah sendiri. Juga untuk masyarakat lain yang harus ikut bertanggaungjawab terhadap lingkungan,” pungkas Titik Roesmiati.

Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan melibatkan masyarakat, Titik kini berhasil menjadikan sekolah dan kampung sekitar sebagai contoh gerakan pengelolaan sampah terpadu. Pun untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan mendorong tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. (Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

    Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial Karti (54) yang meninggal dunia di dalam gudang belakang rumahnya, Kamis (6/8/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Dinik Nurbiyati (38), yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Peristiwa tragis […]

    Bagikan
  • Pemerintah Kecamatan Kare Prioritaskan Infrastruktur Pertanian dan Program Sosial untuk Anak Berkebutuhan 

    Pemerintah Kecamatan Kare Prioritaskan Infrastruktur Pertanian dan Program Sosial untuk Anak Berkebutuhan 

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Pemerintah Kecamatan Kare tengah memfokuskan perhatian pada dua hal utama dalam pembangunan daerah, yakni infrastruktur pertanian dan program sosial untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kedua program ini menjadi prioritas dalam rangka mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat fondasi pembangunan untuk tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Cek Lahan Kantor Kemenhaj dan TPS 3R Terpadu

    Wali Kota Maidi Cek Lahan Kantor Kemenhaj dan TPS 3R Terpadu

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi melakukan peninjauan dan pemantauan sarana dan prasarana pelayanan Pemerintah Kota Madiun pada Selasa (06/01/2026). Salah satunya terkait rencana pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umroh di Kota Madiun. Salah satu titik lahan yang disiapkan berada di seputaran Jalan Ring Road di Kelurahan Winongo Kecamata Manguharjo. “Itu tanahnya […]

    Bagikan
  • Suasana Perayaan Galungan dan Piodalan di Pura Sanggha Bhuwana Lanud Iswahjudi

    Suasana Perayaan Galungan dan Piodalan di Pura Sanggha Bhuwana Lanud Iswahjudi

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Umat Hindu dari wilayah Karesidenan Madiun yang meliputi Kabupaten Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, hingga Ponorogo, berkumpul di Pura Sanggha Bhuwana, Lanud Iswahjudi, Maospati pada Rabu (19/11/2025). Mereka melaksanakan rangkaian upacara Hari Raya Galungan yang tahun ini bertepatan dengan Rebo Kliwon Wuku Dungulan. Perayaan Galungan di pura tersebut berlangsung istimewa karena sekaligus […]

    Bagikan
  • Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur — Survei yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University pada September–November 2025 mengungkap kondisi memprihatinkan yang tengah dialami petani padi di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penurunan harga jual padi dan meningkatnya biaya usaha tani disebut menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan petani transmigran. Dalam temuan tim, padi merupakan […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    Hujan Deras Picu Luapan Air di Ngariboyo, Pemkab Magetan Evaluasi Sistem Drainase

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (3/3/2026) petang, menyebabkan air meluap hingga menutup badan jalan. Arus yang cukup deras membuat sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti, bahkan beberapa di antaranya terseret aliran air saat mencoba melintas. Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, luapan air juga berdampak pada […]

    Bagikan
expand_less