
Sinergia | Ngawi – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi mengalami kendala serius. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasional sejak Senin (15/12/2025) akibat belum cairnya dana bantuan dari pemerintah pusat. Kondisi ini berdampak langsung pada 16 lembaga sekolah penerima manfaat.
SPPG Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi menghentikan kegiatan produksi dan distribusi makanan. Kepala SPPG Dahlia, Erfanto Hani Setyo, mengatakan keputusan tersebut diambil karena tidak tersedianya dana operasional harian.
“Sejak hari ini kami menghentikan seluruh operasional. Dana dari pusat belum turun, sehingga kegiatan produksi dan distribusi tidak bisa dijalankan,” ujar Erfanto, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG Dahlia mencapai 2.443 orang. Dengan cakupan layanan yang besar, kebutuhan biaya harian pun cukup tinggi dan tidak memungkinkan ditutup menggunakan dana talangan.
“Jumlah penerima manfaat cukup banyak. Kalau harus memakai dana talangan, risikonya terlalu besar dan tidak sanggup kami penuhi,” jelasnya.
Penghentian operasional ini juga berdampak pada tenaga relawan. Sebanyak 47 relawan terpaksa dirumahkan sementara hingga pendanaan kembali tersedia.
“Untuk sementara seluruh relawan kami liburkan dulu. Sampai kapan operasional kembali berjalan, kami masih menunggu kepastian pencairan dana,” katanya.
Erfanto menambahkan, kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) melarang penggunaan dana talangan oleh SPPG, terutama menjelang akhir tahun dan masa libur panjang. Aturan tersebut membuat satuan pelayanan tidak memiliki alternatif lain selain menghentikan sementara kegiatan.
“Sesuai arahan BGN, kami tidak diperbolehkan lagi menggunakan dana talangan, sehingga satu-satunya pilihan adalah menghentikan sementara layanan,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah pusat segera mencairkan anggaran agar layanan MBG dapat kembali berjalan normal dan para relawan bisa kembali bekerja.
“Kami berharap anggaran segera dicairkan. Program ini sangat dibutuhkan oleh ribuan siswa, dan kami siap kembali beroperasi begitu dana tersedia,” pungkasnya. (Nan/Krs).