Diduga Granat Ditemukan di Pondok Lansia Kota Madiun, Tim Jibom Turun Tangan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- visibility 12
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebuah objek mencurigakan yang diduga kuat sebagai granat menggegerkan lingkungan Pondok Lansia di Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Temuan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan pengamanan ketat di area belakang bangunan.
Penemuan bermula ketika penjaga pondok, Andik Kokok, hendak menutup pintu bagian belakang. Pandangannya tertuju pada sebuah benda berwarna coklat yang bentuknya menyerupai granat dan tergeletak di permukaan tanah. Merasa curiga, ia memotret objek tersebut lalu melaporkannya kepada Kabid Dinsos Kota Madiun untuk mendapatkan penanganan resmi.
“Saya lihat seperti benda asing. Kok bentuknya mirip granat. Saya ambil, terasa berat, lalu saya kembalikan lagi. Setelah itu saya foto dan saya laporkan ke pihak pondok lansia untuk diteruskan ke Babinsa,” ujar Andik.
Ia mengira kalau granat tersebut berasal dari tanah urug, yang sebelumnya dipakai untuk pembangunan pondok lansia tersebut. “Kelihatannya berasal dari tanah urug karena sebelumnya ada pembangunan selasar,” terangnya.
Menyusul laporan itu, anggota Polsek Kartoharjo segera mendatangi lokasi. Petugas memasang garis polisi dan mengosongkan area sekitar titik temuan. Polisi kemudian memanggil Tim Jibom Brimob Detasemen C Polda Jatim untuk memastikan jenis serta tingkat ancaman dari benda tersebut.
Dari keterangan awal, diduga objek itu tercampur bersama material tanah urug yang digunakan selama pembangunan pondok. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh kemungkinan tetap akan ditelusuri lebih jauh. Masyarakat di sekitar lokasi diminta untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga juga diimbau segera melapor jika menemukan benda asing atau mencurigakan.
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi oleh Tim Jibom masih berlangsung. Informasi sementara menunjukkan bahwa benda tersebut kemungkinan lama tertimbun tanah dan baru terlihat setelah permukaan tanah terkikis air hujan.(Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto

