Diduga Ulah Orang Tak Bertanggung Jawab, Lahan Tebu Seluas 2 Hektare di Plunturan Ponorogo Terbakar
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Lahan tebu seluas kurang lebih dua hektare di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Rabu (5/8/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.30 WIB dan sempat membesar akibat tiupan angin.
Kebakaran tersebut terjadi di lahan bengkok Kepala Desa Plunturan yang disewakan kepada Parmon, warga Kecamatan Jenangan. Api membakar sisa tanaman tebu yang belum sempat diangkut.
Warga sekitar, Arif Santoso, mengatakan api awalnya belum terlihat besar. Namun, kobaran api perlahan membesar hingga membakar lahan tebu.
“Sekitar jam setengah delapan. Pertama belum kelihatan besar, lama-lama makin besar,” kata Arif.
Arif menyebut kebakaran di kawasan tersebut sebelumnya juga beberapa kali terjadi. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran kali ini diduga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kamituwo Dukuh Krajan, Adi Suwarnoto, mengatakan api mulai membesar setelah magrib. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat.

“Sudah mulai membesar. Kebetulan anginnya besar, jadi cepat terbakar,” ujar Adi.
Mengetahui kejadian tersebut, warga bersama perangkat Desa Plunturan dan anggota Polsek Pulung berupaya memadamkan api secara manual. Api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merambat ke lahan pertanian warga.
Pasalnya, di sekitar lahan tebu terdapat tanaman jagung milik warga yang berpotensi ikut terbakar jika api tidak segera dipadamkan.
“Kalau tidak dipadamkan mungkin bisa merambat ke kebunnya warga. Di sekitarnya kan ada tanaman jagung,” kata Adi.
Selain mengancam tanaman warga, asap dari kebakaran juga sempat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




