
Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter.
Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah setempat dalam sepekan terakhir.
Akibat situasi itu, sejumlah warga memilih mengungsi ke tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun. Lokasi pengungsian berada tak jauh dari permukiman warga terdampak.
“Kita siap-siap kalau ada bencana. Kalau hujan deras, kita langsung ke mushola atau tenda pengungsian sementara. Barang penting dan baju ganti sudah kami siapkan di tas biar aman,” ujar Sumiati, salah satu warga pengungsi, Senin (3/11/2025).

Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Bantuan tersebut mencakup makanan cepat saji, selimut, dan tenda darurat.
“Sejauh ini, kami fokus pada penanganan warga terdampak. Sudah ada sekitar 9 hingga 10 warga yang mengungsi di tempat aman. Kami juga terus melakukan pendataan dan evakuasi,” ujarnya.
Ageng menambahkan, BPBD masih melakukan kajian terkait kemungkinan relokasi warga ke lokasi yang lebih aman. “Melihat kondisi tanah dan curah hujan yang tinggi, kami berharap ada relokasi agar warga tidak lagi tinggal di zona rawan longsor,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama saat hujan deras melanda kawasan perbukitan di wilayah Dagangan. (Tova/Krs)