Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 235
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga terdampak tanah retak di Desa Mendak Dagangan Kabupaten Madiun pilih mengungsi saat hujan tiba,Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah setempat dalam sepekan terakhir.

Akibat situasi itu, sejumlah warga memilih mengungsi ke tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun. Lokasi pengungsian berada tak jauh dari permukiman warga terdampak.

“Kita siap-siap kalau ada bencana. Kalau hujan deras, kita langsung ke mushola atau tenda pengungsian sementara. Barang penting dan baju ganti sudah kami siapkan di tas biar aman,” ujar Sumiati, salah satu warga pengungsi, Senin (3/11/2025).

Image Not Found
Warga yang mengungsi di tenda BPBD, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Bantuan tersebut mencakup makanan cepat saji, selimut, dan tenda darurat.

“Sejauh ini, kami fokus pada penanganan warga terdampak. Sudah ada sekitar 9 hingga 10 warga yang mengungsi di tempat aman. Kami juga terus melakukan pendataan dan evakuasi,” ujarnya.

Ageng menambahkan, BPBD masih melakukan kajian terkait kemungkinan relokasi warga ke lokasi yang lebih aman. “Melihat kondisi tanah dan curah hujan yang tinggi, kami berharap ada relokasi agar warga tidak lagi tinggal di zona rawan longsor,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama saat hujan deras melanda kawasan perbukitan di wilayah Dagangan. (Tova/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Ajukan 1.412 PPPK Paruh Waktu, Masuki Tahap Verval Formasi

    Pemkot Madiun Ajukan 1.412 PPPK Paruh Waktu, Masuki Tahap Verval Formasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun resmi mengajukan sebanyak 1.412 tenaga honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Pengajuan ini menindaklanjuti SK Menpan RB Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu. Kepala BKPSDM Kota Madiun, Haris Rahmanudin, menjelaskan bahwa proses saat ini masih berada di tahap verifikasi […]

    Bagikan
  • Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kerusakan papan nama “STASIUN MAGETAN” di area depan stasiun yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab. Video kondisi papan nama yang rusak sebelumnya ramai beredar di […]

    Bagikan
  • Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banjir yang menggenangi jalur kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang berdampak pada perjalanan KA di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Akibat banjir yang makin meluas, PT KAI melakukan sejumlah pembatalan dan rekayasa perjalanan sejumlah KA jarak jauh. Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 4 KA terpaksa […]

    Bagikan
  • Polisi Dalami Aspek Legalitas Tambang di Trosono Pasca Longsor

    Polisi Dalami Aspek Legalitas Tambang di Trosono Pasca Longsor

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satreskrim Polres Magetan resmi membuka penyelidikan atas insiden longsornya tebing tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, yang menewaskan seorang sopir truk bernama Suroso (55), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan. Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu (28/09/2025) siang setelah tertimbun material tambang. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan […]

    Bagikan
  • Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa dan guru SD Negeri 1 Ngrupit, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid yang berada di dekat sekolah, setelah para siswa menjalankan salat dhuha berjamaah. […]

    Bagikan
  • Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga yang melintas di Jalan Raya Sampung-Parang, tepatnya di sekitar SMPN 1 Sampung harus ekstra hati-hati. Pasalnya, ruas jalan di titik tersebut mengalami retakan akibat longsor yang terjadi sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Kapolsek Sampung, AKP Agus Suprianto mengungkapkan, tanda-tanda longsor mulai terlihat sejak H-3 Idulfitri. Retakan muncul setelah hujan deras […]

    Bagikan
expand_less