Berita Terkini
Trending Tags

Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga terdampak tanah retak di Desa Mendak Dagangan Kabupaten Madiun pilih mengungsi saat hujan tiba,Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah setempat dalam sepekan terakhir.

Akibat situasi itu, sejumlah warga memilih mengungsi ke tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun. Lokasi pengungsian berada tak jauh dari permukiman warga terdampak.

“Kita siap-siap kalau ada bencana. Kalau hujan deras, kita langsung ke mushola atau tenda pengungsian sementara. Barang penting dan baju ganti sudah kami siapkan di tas biar aman,” ujar Sumiati, salah satu warga pengungsi, Senin (3/11/2025).

Image Not Found
Warga yang mengungsi di tenda BPBD, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Bantuan tersebut mencakup makanan cepat saji, selimut, dan tenda darurat.

“Sejauh ini, kami fokus pada penanganan warga terdampak. Sudah ada sekitar 9 hingga 10 warga yang mengungsi di tempat aman. Kami juga terus melakukan pendataan dan evakuasi,” ujarnya.

Ageng menambahkan, BPBD masih melakukan kajian terkait kemungkinan relokasi warga ke lokasi yang lebih aman. “Melihat kondisi tanah dan curah hujan yang tinggi, kami berharap ada relokasi agar warga tidak lagi tinggal di zona rawan longsor,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama saat hujan deras melanda kawasan perbukitan di wilayah Dagangan. (Tova/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Proyek Terlindas Ekskavator, Alami Patah Tulang di Beberapa Bagian Tubuh

    Pekerja Proyek Terlindas Ekskavator, Alami Patah Tulang di Beberapa Bagian Tubuh

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan kerja terjadi dalam proyek normalisasi sungai milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jumat (17/10/2025). Seorang pekerja proyek terlindas alat berat ekskavator saat tengah bertugas mengatur lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Korban diketahui bernama Wahyu Widratmoko (40), warga Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Ia mengalami luka […]

    Bagikan
  • 49.222 Pelajar di Kota Madiun Jadi Sasaran Cek Kesehatan Gratis

    49.222 Pelajar di Kota Madiun Jadi Sasaran Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan Kota Madiun terus menggencarkan program cek kesehatan gratis (CKG) dan aksi makan bergizi bagi pelajar di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Kali ini, giliran SMA Negeri 2 Madiun yang menjadi lokasi CKG. Antusiasme tinggi terlihat dari para siswa-siswi yang berpartisipasi. Kepala Dinas Kesehatan Kota […]

    Bagikan
  • Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Ponorogo berlangsung berbeda dari biasanya. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar upacara yang dirangkai dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaran Thek, yang seluruh pemainnya merupakan perempuan. Penampilan kesenian tradisional tersebut menyita perhatian peserta upacara dan masyarakat. Atraksi ini sengaja ditampilkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penegasan peran perempuan dalam […]

    Bagikan
  • Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satreskrim Polres Magetan menangkap seorang pria berinisial Agung Laksono, 26 tahun, warga Karangrejo, Magetan, yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Tersangka menggunakan modus mengaku sebagai dukun yang dapat memindahkan janin akibat kehamilan gaib untuk menipu korban. Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban, siswi SMP berinisial EL, melaporkan kejadian tersebut. […]

    Bagikan
  • Mudahkan Pelayanan, Disdukcapil Magetan Reformasi Aplikasi Pak Tuwa ke Pak Bagus

    Mudahkan Pelayanan, Disdukcapil Magetan Reformasi Aplikasi Pak Tuwa ke Pak Bagus

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan terus berbenah. Inovasi demi inovasi lahir demi memberikan pelayanan yang lebih praktis, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Salah satu terobosan yang sempat menjadi sorotan adalah hadirnya aplikasi Pak Tuwa. Nama yang terdengar sederhana ini ternyata menyimpan […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, masih dalam penyelidikan kepolisian. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengungkapkan hingga kini sudah 41 orang diperiksa. Mereka terdiri dari korban, pihak terkait, hingga pengusaha katering yang menyediakan makanan. Selain itu, polisi juga […]

    Bagikan
expand_less