Dikbud Kabupaten Madiun Targetkan Rehabilitasi 20 Sekolah Sepanjang 2026
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) berencana melakukan rehabilitasi puluhan gedung sekolah yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Sepanjang tahun 2026, sedikitnya 20 lembaga pendidikan masuk dalam daftar prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar dikbud Kabupaten Madiun, Nur Arif Indro Karyoto, mengatakan program rehabilitasi tersebut menyasar jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Dari total 20 sekolah, sebagian di antaranya merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara sisanya tersebar di Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Puluhan lembaga pendidikan itu masuk kategori prioritas,” ujar Nur Arif saat ditemui di SMP Negeri 2 Nglames, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, penetapan sekolah sasaran didasarkan pada hasil pemetaan kondisi bangunan, terutama yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjamin kenyamanan sekaligus keselamatan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
“Perencanaannya kami susun berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, baik sedang maupun berat, demi menjamin keamanan dan kenyamanan siswa,” kata dia.
Meski demikian, Nur Arif mengakui tingkat kerusakan di setiap sekolah tidak seragam. Oleh karena itu, pelaksanaan rehabilitasi akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami mengupayakan perbaikan secara maksimal meskipun tingkat kerusakan bangunan di setiap sekolah berbeda-beda,” ujarnya.
Ke depan, Dikbud Kabupaten Madiun juga akan terus melakukan pemutakhiran data kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Penyesuaian program rehabilitasi, lanjut Nur Arif, akan dilakukan seiring dengan kemampuan fiskal daerah.
“Kami akan terus memperbarui data dan menyesuaikan program rehabilitasi bangunan sekolah dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” tandasnya.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


