Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Disperindag Akui Terkendala Regulasi untuk Ambil Alih Kios Kosong Pasar Baru Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sepinya lantai dua Pasar Baru Magetan tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga berdampak pada capaian retribusi daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan mengaku sudah berulang kali melayangkan teguran kepada pedagang, namun penertiban kios terbengkalai terbentur aturan.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menjelaskan bahwa seluruh kios (bedak) di Pasar Baru merupakan aset milik daerah. Artinya, jika tidak ditempati, target retribusi ikut terhambat. Meski begitu, penarikan kembali kios yang lama dibiarkan kosong belum bisa dilakukan.

“Kami ingin mengambil alih bedak yang tidak ditempati, tapi sampai sekarang belum ada regulasi khusus tata cara penarikan itu. Surat pernyataan yang mereka pegang, yaitu SK HPTJ, masih berlaku dengan hak dan kewajiban yang melekat. Kalau pedagang enam bulan berturut-turut tidak berjualan, seharusnya bisa dikenakan sanksi hingga penarikan. Namun untuk mengeksekusi itu, kami belum berani karena belum ada payung hukum,” terang Kiki.

Berdasarkan data Disperindag, total kios dan los di lantai dua Pasar Baru berjumlah 114 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 kios dalam kondisi kosong.

Kiki menyebut, jika regulasi sudah jelas, pemerintah daerah bisa mengonsep ulang lantai dua dengan pendekatan tematik agar lebih menarik minat pembeli.

“Kami punya gambaran, misalnya dibuat seperti pusat elektronik, game, hingga laptop yang sekarang sudah jadi kebutuhan pokok. Atau bisa juga zona barang-barang bekas yang tematik. Tapi rencana itu terganjal karena pedagang lama masih memegang hak menempati kios,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, Disperindag tetap membuka ruang bagi pedagang lama untuk kembali berjualan. Bahkan, dinas siap memberikan keringanan hingga pembebasan tunggakan retribusi asalkan kios kembali aktif digunakan.

“Harapan kami pedagang bisa bangkit lagi, sehingga lantai dua Pasar Baru tidak terus dibiarkan kosong. Kalau aktivitas ekonomi kembali hidup, wajah pasar juga akan lebih baik,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penangkapan ular jenis sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar empat meter di Sungai Gempol, Jalan Mayjen Sungkono, Gang Menco, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menjadi perhatian warga setempat. Ketua RW 13 Kelurahan Nambangan Lor, Suntoyo, menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, pihaknya menerima laporan dari warga yang melihat […]

    Bagikan
  • Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Praktik prostitusi terselubung di wilayah Kabupaten Madiun kembali terbongkar. Operasi gabungan digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Sosial di tiga wilayah. Petugas mendapati sebanyak enam pekerja seks komersial (PSK) di Kecamatan Mejayan, Pilangkenceng dan Saradan pada Selasa dinihari (27/05/2025). Hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Kakek 50 Tahun Tewas di Sawah Diduga Tersengat Listrik Jebakan Tikus

    Kakek 50 Tahun Tewas di Sawah Diduga Tersengat Listrik Jebakan Tikus

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang kakek ditemukan meninggal dunia di pematang sawah, tepatnya masuk Desa Sirapan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun pada Senin (03/02/2025). Korban diketahui bernama Lancip warga setempat diduga tersengat aliran listrik untuk jebakan tikus. Pihak kepolisian yang menerima informasi mendatangi lokasi untuk dilakukan identifikasi. Kapolsek Nglames, AKP Gunawan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis. Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Apresiasi Kinerja Pengelolaan Fiskal Pemkab Sepanjang 2024

    DPRD Ponorogo Apresiasi Kinerja Pengelolaan Fiskal Pemkab Sepanjang 2024

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo memberikan apresiasi atas kinerja Bupati Sugiri Sancoko dalam mengelola fiskal daerah selama tahun anggaran 2024. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna masa sidang III yang berlangsung di aula Bappeda Litbang, Selasa (10/06/2025). Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno atau yang akrab disapa Kang […]

    Bagikan
  • Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun Masih Kurang Ribuan, Baru 8.100 Titik Terpasang

    Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun Masih Kurang Ribuan, Baru 8.100 Titik Terpasang

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Madiun hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total kebutuhan sekitar 10 ribu titik alat penerangan jalan (APJ), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun baru mampu memasang sekitar 8.100 titik. Kepala Seksi Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Devie Anggara, membenarkan masih adanya kekurangan tersebut. Ia […]

    Bagikan
expand_less