Berita Terkini
Trending Tags

Disperindag Akui Terkendala Regulasi untuk Ambil Alih Kios Kosong Pasar Baru Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sepinya lantai dua Pasar Baru Magetan tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga berdampak pada capaian retribusi daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan mengaku sudah berulang kali melayangkan teguran kepada pedagang, namun penertiban kios terbengkalai terbentur aturan.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menjelaskan bahwa seluruh kios (bedak) di Pasar Baru merupakan aset milik daerah. Artinya, jika tidak ditempati, target retribusi ikut terhambat. Meski begitu, penarikan kembali kios yang lama dibiarkan kosong belum bisa dilakukan.

“Kami ingin mengambil alih bedak yang tidak ditempati, tapi sampai sekarang belum ada regulasi khusus tata cara penarikan itu. Surat pernyataan yang mereka pegang, yaitu SK HPTJ, masih berlaku dengan hak dan kewajiban yang melekat. Kalau pedagang enam bulan berturut-turut tidak berjualan, seharusnya bisa dikenakan sanksi hingga penarikan. Namun untuk mengeksekusi itu, kami belum berani karena belum ada payung hukum,” terang Kiki.

Berdasarkan data Disperindag, total kios dan los di lantai dua Pasar Baru berjumlah 114 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 kios dalam kondisi kosong.

Kiki menyebut, jika regulasi sudah jelas, pemerintah daerah bisa mengonsep ulang lantai dua dengan pendekatan tematik agar lebih menarik minat pembeli.

“Kami punya gambaran, misalnya dibuat seperti pusat elektronik, game, hingga laptop yang sekarang sudah jadi kebutuhan pokok. Atau bisa juga zona barang-barang bekas yang tematik. Tapi rencana itu terganjal karena pedagang lama masih memegang hak menempati kios,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, Disperindag tetap membuka ruang bagi pedagang lama untuk kembali berjualan. Bahkan, dinas siap memberikan keringanan hingga pembebasan tunggakan retribusi asalkan kios kembali aktif digunakan.

“Harapan kami pedagang bisa bangkit lagi, sehingga lantai dua Pasar Baru tidak terus dibiarkan kosong. Kalau aktivitas ekonomi kembali hidup, wajah pasar juga akan lebih baik,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stafsus Presiden Tinjau Monumen Reog Di Ponorogo

    Stafsus Presiden Tinjau Monumen Reog Di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kecamatan Sampung, Ponorogo, mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), Yovie Widianto, secara langsung meninjau progres proyek tersebut, Jumat sore (25/4/2025). Didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, musisi dan komposer kenamaan itu bahkan menyempatkan diri naik hingga lantai 13 […]

    Bagikan
  • Aduan Roti Berjamur, Dinkes Madiun Cek SPPG Assalam Geger

    Aduan Roti Berjamur, Dinkes Madiun Cek SPPG Assalam Geger

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Selasa (30/12/2025). Langkah ini menyusul adanya aduan dari wali murid terkait paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa roti berjamur yang diterima peserta didik PAUD. Tim Dinkes memantau lokasi penyimpanan bahan makanan serta meminta […]

    Bagikan
  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
  • Satpol PP-Damkar Kota Madiun Tertibkan Pedagang Ayam Potong di Fasilitas Umum

    Satpol PP-Damkar Kota Madiun Tertibkan Pedagang Ayam Potong di Fasilitas Umum

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Madiun melaksanakan penertiban terhadap pedagang ayam potong yang menempati fasilitas umum di wilayah Kota Madiun. Kegiatan ini dilakukan 7-8 Mei 2025. Penataan tersebut dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kartoharjo, Manguharjo, dan Taman. Selama 2 hari penertiban, Satpol PP dan Damkar telah menindak […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Harga Cabai Tembus Rp. 95 Ribu per Kg, Ayam Potong Rp. 35 Ribu per Kg

    Jelang Ramadhan, Harga Cabai Tembus Rp. 95 Ribu per Kg, Ayam Potong Rp. 35 Ribu per Kg

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit yang kini menembus Rp95 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram. Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Cabai merah […]

    Bagikan
  • Kasus Ternak Suspek PMK Makin Bertambah, Pemkab Enggan Tutup Pasar Hewan

    Kasus Ternak Suspek PMK Makin Bertambah, Pemkab Enggan Tutup Pasar Hewan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Madiun | Gejala hewan ternak mengalami Penyakit Mulut dan Kuku (PMK ) makin bertambah setiap harinya. Namun Pemerintah Kabupaten Madiun masih enggan melakukan kebijakan penutupan sementara pada pasar hewan di wilayahnya. Saat ditemui awak media PJ Bupati Madiun Tontro Pahlawanto mengakui jika ada beberapa wilayah di Kabupaten Madiun yang terdampak virus PMK […]

    Bagikan
expand_less