Distribusi Banpang di Madiun Capai 77 Persen, Ditarget Rampung Lebih Cepat
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Penyaluran bantuan pangan (Banpang) periode Februari–Maret 2026 di Kabupaten Madiun dipastikan berjalan lancar. Pemerintah menjamin isu kenaikan harga plastik yang sempat mencuat tidak mengganggu distribusi program tersebut.
Deputi III Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, mengatakan seluruh kebutuhan pengadaan, termasuk karung kemasan, telah diantisipasi pemerintah.
“Karena ini program pemerintah, seluruh biaya operasional Bulog akan diganti oleh negara. Jadi tidak ada kendala terkait kenaikan harga plastik,” ujar Andriko saat meninjau penyaluran di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, program bantuan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, di tengah potensi tekanan harga bahan pokok.
Menurut Andriko, hingga saat ini tidak ada laporan kendala distribusi di wilayah Madiun Raya. Ia juga mendorong percepatan penyaluran agar tidak terjadi penumpukan pada periode berikutnya.

“Kalau periode Februari–Maret bisa selesai April ini, maka distribusi berikutnya untuk April–Mei bisa langsung berjalan,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, optimistis penyaluran di Kabupaten Madiun dapat rampung lebih cepat dari target nasional yang ditetapkan hingga akhir Mei 2026.
Ia menyebut, pihaknya menargetkan distribusi di Madiun selesai pada 23 April 2026.
“Realisasi penyaluran saat ini sudah mencapai 77 persen. Beras yang sudah tersalurkan sekitar 1.600 ton dari target 2.200 ton, serta 338 ribu liter minyak goreng dari total 440 ribu liter,” jelas Agung.
Dengan capaian tersebut, Bulog berharap bantuan pangan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak menerima, bukan untuk diperjualbelikan.
“Harapannya bantuan ini digunakan sesuai peruntukan, untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu,” tutupnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





