Berita Terkini
Trending Tags

Ini Hasil Uji Lab Menu MBG Diduga Pemicu Keracunan Massal Siswa di Ngawi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sine waktu lalu, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi beberapa waktu lalu akhirnya menemukan titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi memastikan, menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah menjadi sumber utama penyebab insiden tersebut.

Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji mikrobiologi terhadap 15 sampel makanan, dua sampel air, dan satu sampel muntahan keluar dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Hasilnya menunjukkan adanya dua jenis bakteri berbahaya pada makanan yang dikonsumsi siswa.

“Dari hasil pemeriksaan, menu ayam lada hitam positif mengandung Bacillus cereus, sementara sayur brokoli mengandung Staphylococcus aureus,” jelas Dhina Handayani, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Kesehatan, dan Farmasi (SDMKF) Dinkes Ngawi, Kamis (16/10/2025).

Dhina menuturkan, dua menu tersebut merupakan bagian dari sajian MBG pada Selasa (30/09/2025), sehari sebelum 54 siswa SMKN 1 Sine dan SMP Muhammadiyah Ngawi 4 mengalami gejala keracunan seperti pusing, muntah, dan diare.

Selain makanan, Dinkes juga meneliti sampel air dari depo pengolahan makanan SPPG Yayasan Cahaya Jendela Kebaikan yang menjadi penyedia MBG. Hasilnya, meski tidak ditemukan bakteri, kualitas air dinyatakan belum memenuhi standar kesehatan.

“Bakteri yang ditemukan di makanan ternyata juga terdeteksi pada sampel muntahan siswa, sehingga memperkuat dugaan bahwa sumber keracunan berasal dari menu MBG tersebut,” ungkap Dhina.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Dinkes Ngawi telah mengirimkan surat resmi kepada pihak pengelola SPPG untuk segera melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi makanan. Langkah ini sekaligus menjadi dasar untuk menentukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan yang sempat terjadi.

Menurut Dhina, faktor utama penyebab munculnya bakteri diduga berasal dari proses pengolahan makanan yang kurang higienis dan kualitas air yang tidak memenuhi standar. Ia menegaskan perlunya pembenahan serius agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami masih menunggu hasil lanjutan terkait keberlangsungan SPPG. Yang jelas, aspek kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama ke depan,” tegasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai 10 Tahun Vakum, Kirab Gunungan Jaler-Estri Grebeg Maulud di Kota Madiun Kembali Digelar 

    Usai 10 Tahun Vakum, Kirab Gunungan Jaler-Estri Grebeg Maulud di Kota Madiun Kembali Digelar 

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gema Sholawat Nabi menggema di Masjid Besar Kuno Taman Kota Madiun pada Selasa (25/8/2026). Suasana yang tidak nampak sejak satu dekade terakhir kini kembali disambut suka cita masyarakat dalam Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, Pemerintah Kota Madiun kembali menggelar kirab Gunungan Jaler-Estri yang diberangkatkan dari Masjid Besar Kuno […]

    Bagikan
  • Berkas Penetapan Ketua DPRD Magetan Lengkap, Kembali Dikirim ke Pemprov Jatim

    Berkas Penetapan Ketua DPRD Magetan Lengkap, Kembali Dikirim ke Pemprov Jatim

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses penetapan Ketua DPRD Magetan definitif memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan seluruh persyaratan administrasi yang sebelumnya diminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dipenuhi. Berkas usulan pengangkatan Ketua DPRD dijadwalkan kembali dikirim ke Biro Pemerintahan Setdaprov Jatim pada Rabu (5/8/2026). Kepala Bagian Organisasi dan Tata Pemerintahan Setdakab Magetan, Kun […]

    Bagikan
  • Pengumpulan Koper CJH Kota Madiun 2026 Tuntas, 230 Koper Dikirim ke Embarkasi Surabaya

    Pengumpulan Koper CJH Kota Madiun 2026 Tuntas, 230 Koper Dikirim ke Embarkasi Surabaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Madiun telah mengumpulkan koper keberangkatan di Asrama Haji pada Minggu (26/4/2026). Seluruh koper dijadwalkan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada siang hari setelah proses pengumpulan selesai. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyampaikan bahwa proses pengumpulan koper dimulai sejak […]

    Bagikan
  • IRCC KAI Daop 7 Madiun Ramaikan Harlah IPARI, Gowes Bersama Forkopimda Jadi Magnet Warga

    IRCC KAI Daop 7 Madiun Ramaikan Harlah IPARI, Gowes Bersama Forkopimda Jadi Magnet Warga

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Suasana kebersamaan dan semangat hidup sehat mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di Kabupaten Madiun, Minggu (24/5/2026). Dalam momentum tersebut, komunitas sepeda PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Indonesia Railways Cycling Community (IRCC), turut ambil bagian melalui kegiatan Recovery Ride dan […]

    Bagikan
  • Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

    Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat fragmentasi yang diduga masih aktif di lokasi proyek pembangunan fasilitas olahraga desa, Rabu (5/8/2026). Benda berbahaya tersebut ditemukan seorang pekerja saat meratakan tanah uruk yang berasal dari bongkaran sebuah rumah lama. Setelah menerima laporan warga, aparat Polsek Maospati bersama […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
expand_less