Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 222
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Sudo, Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/2/2026).
Empat bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai yang berada di kawasan terpencil, jauh dari permukiman warga.
Keempat korban masing-masing berinisial JA (7), AW (4), SA (4), dan AR (4). Seluruh korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama di Dusun Sidowayah.
Orang tua korban tak kuasa menahan tangis saat melihat anaknya telah terbaring kaku di ranjang perawatan Puskesmas Jambon. Tangis histeris keluarga pecah ketika keempat korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.
Modin Desa Sidoharjo, Suwarto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, namun baru diketahui warga setelah para korban dibawa ke Puskesmas Jambon, sekitar pukul 12.30 WIB atau usai salat Jumat.
“Total ada empat anak. Satu anak berusia tujuh tahun dan tiga lainnya berusia empat tahun. Lokasinya di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo,” ujar Suwarto.
Menurutnya, lokasi kejadian berada di kawasan hutan, di bawah bukit dan jurang, sekitar 500 meter dari permukiman warga. Sungai tersebut merupakan sungai kecil yang hanya dialiri air saat hujan, namun memiliki sebuah kolam alami dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Suwarto menduga, keempat korban mandi di sungai tersebut sepulang sekolah tanpa sepengetahuan orang tua. Orang tua korban yang pertama kali mengetahui kejadian langsung mengevakuasi anak-anak dari sungai dan membawa mereka ke Puskesmas Jambon.
“Yang menolong juga orang tuanya sendiri. Saat dibawa ke Puskesmas, seluruh korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan, berdasarkan hasil visum luar, keempat korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.
“Korban terdiri dari satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Penyebab kematian dipastikan karena tenggelam,” kata Kapolres.
Ia menambahkan, kolam di sungai tersebut memang kerap digunakan anak-anak untuk mandi. Dengan kedalaman air yang mencapai leher orang dewasa, lokasi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi anak-anak.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian bersama pemerintah desa berencana memasang pagar serta papan larangan mandi di lokasi sungai tersebut.
Usai dilakukan visum di Puskesmas Jambon, keempat jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan. Hingga berita ini ditulis, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar.(ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris

