Berita Terkini
Trending Tags

Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 288
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
empat bocah tewas setelah tenggelam di sungai. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Sudo, Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/2/2026).

Empat bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai yang berada di kawasan terpencil, jauh dari permukiman warga.

Keempat korban masing-masing berinisial JA (7), AW (4), SA (4), dan AR (4). Seluruh korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama di Dusun Sidowayah.

Orang tua korban tak kuasa menahan tangis saat melihat anaknya telah terbaring kaku di ranjang perawatan Puskesmas Jambon. Tangis histeris keluarga pecah ketika keempat korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Modin Desa Sidoharjo, Suwarto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, namun baru diketahui warga setelah para korban dibawa ke Puskesmas Jambon, sekitar pukul 12.30 WIB atau usai salat Jumat.

“Total ada empat anak. Satu anak berusia tujuh tahun dan tiga lainnya berusia empat tahun. Lokasinya di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo,” ujar Suwarto.

Menurutnya, lokasi kejadian berada di kawasan hutan, di bawah bukit dan jurang, sekitar 500 meter dari permukiman warga. Sungai tersebut merupakan sungai kecil yang hanya dialiri air saat hujan, namun memiliki sebuah kolam alami dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Suwarto menduga, keempat korban mandi di sungai tersebut sepulang sekolah tanpa sepengetahuan orang tua. Orang tua korban yang pertama kali mengetahui kejadian langsung mengevakuasi anak-anak dari sungai dan membawa mereka ke Puskesmas Jambon.

“Yang menolong juga orang tuanya sendiri. Saat dibawa ke Puskesmas, seluruh korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan, berdasarkan hasil visum luar, keempat korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

“Korban terdiri dari satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Penyebab kematian dipastikan karena tenggelam,” kata Kapolres.

Ia menambahkan, kolam di sungai tersebut memang kerap digunakan anak-anak untuk mandi. Dengan kedalaman air yang mencapai leher orang dewasa, lokasi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi anak-anak.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian bersama pemerintah desa berencana memasang pagar serta papan larangan mandi di lokasi sungai tersebut.

Usai dilakukan visum di Puskesmas Jambon, keempat jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan. Hingga berita ini ditulis, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar.(ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Rombongan Jemaah Umrah Sindo Wisata Ulul Azmi Memulai Perjalanan Suci ke Tanah Suci

    Dua Rombongan Jemaah Umrah Sindo Wisata Ulul Azmi Memulai Perjalanan Suci ke Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Asrama Haji Kota Madiun menjadi titik awal sebelum 2 rombongan bus umrah Sindo Wisata Haji Ulul Azmi berangkat ke Tanah Suci. Minggu, 16 Februari 2025, pukul 1 dini hari, dengan membawa koper bawaan mereka, jemaah umrah Sindo Wisata Madiun ini mulai berdatangan. Satu persatu koper diterima oleh tim Sindo Wisata […]

    Bagikan
  • Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    Efek PMK, Pembeli Daging Sapi di Pasar Sleko Menurun

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah daerah berdampak langsung pada pasokan daging sapi di Pasar Sleko Kota Madiun. Para pedagang daging sapi mengeluhkan penurunan pasokan serta turunnya minat pembeli. Salah satu pedagang daging sapi, Hartanto, mengungkapkan dalam beberapa minggu terakhir pasokan daging sapi yang diterimanya menurun. “Biasanya […]

    Bagikan
  • Antisipasi Inflasi, Pemkot Madiun Gaet Pelajar Lewat Program Sekolah Peduli Inflasi

    Antisipasi Inflasi, Pemkot Madiun Gaet Pelajar Lewat Program Sekolah Peduli Inflasi

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Bank Indonesia Kediri resmi meluncurkan program Kick Off Sekolah Peduli Inflasi dengan tema “Generasi Emas Peduli Inflasi”. Acara ini digelar di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (23/04/2025), sebagai langkah strategis dalam menekan laju inflasi sejak usia dini. Acara ini turut di hadiri oleh siswa siswi dari SMP/MTS […]

    Bagikan
  • Usai Lantik 138 Pejabat, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK

    Usai Lantik 138 Pejabat, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Usai kabar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), kondisi rumah dinas Pringgitan pada Jumat (07/11/2025) malam tampak lengang. Padahal, siang tadi, Sugiri baru saja melakukan mutasi besar-besaran terhadap 138 jabatan aparatur sipil negara (ASN). Mutasi tersebut menyasar pejabat mulai tingkat Kepala OPD, Sekretaris, […]

    Bagikan
  • DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah yang masih menerapkan sistem open dumping. Sebanyak 343 pemerintah kabupaten/kota telah menerima surat teguran, termasuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang disebut masih menjalankan sistem tersebut. Namun, klaim itu dibantah oleh Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Jumlah Rumah Retak di Madiun Bertambah, BPBD Siagakan Tim Reaksi Cepat

    Jumlah Rumah Retak di Madiun Bertambah, BPBD Siagakan Tim Reaksi Cepat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terus bertambah. Jika sebelumnya hanya enam rumah terdampak, kini jumlahnya meningkat menjadi delapan rumah. Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Mendak dan Morosowo membentuk pola menyerupai huruf U. […]

    Bagikan
expand_less