Berita Terkini
Trending Tags

Master Cete Ajak Ratusan Siswa Madiun Belajar di Luar Kelas, UMKM Ikut Kecipratan Manfaat

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kegiatan Master Cete menggabungkan belajar, bermain, dan seni. (10/9/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Ratusan siswa SD hingga SMP di wilayah Madiun bagian selatan mengikuti program Masyarakat Terdidik, Cerdas dan Terampil (Master Cete) di Lapangan Beran, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026).

Program yang digagas Pemkab Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengusung konsep outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas. Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi diajak menerapkannya melalui aktivitas dan pengalaman langsung di lingkungan sekitar.

Koordinator Master Cete wilayah selatan, Heny Sulistyorini, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 19 sekolah dari jenjang SD dan SMP. Selain menjadi sarana pembelajaran, Master Cete juga dirancang untuk membangun kemampuan sosial dan karakter peserta didik.

“Konsepnya ketika di sekolah di luar. Jadi kita mau memberitahu kalau belajar itu tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas,” kata Heny.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari senam Kampung Pesilat, yel-yel antarsekolah, permainan atau fun game, hingga pembelajaran akademik yang disesuaikan dengan kondisi lokasi kegiatan.

Salah satu pembelajaran dilakukan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa diminta berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM di sekitar lokasi untuk menggali informasi mengenai usaha, termasuk menghitung laba dan rugi.

“Karena kebetulan ini di Bangunsari, jadi nanti ada LKPD untuk anak-anak. Anak-anak wawancara dengan UMKM yang ada di sini, menghitung laba rugi dan sebagainya,” ujar Heny.

Selain numerasi, siswa juga mendapatkan pembelajaran literasi melalui kegiatan mengarang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas masing-masing sekolah.

Heny menjelaskan, konsep pembelajaran tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan psikomotorik, penalaran kritis, kreativitas, sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Ketika anak-anak kita bawa keluar, pembelajaran yang biasanya diajarkan di sekolah kita terapkan di dunia nyata. Inilah dunia yang sesungguhnya yang nanti anak-anak akan hadapi,” tuturnya.

Program Master Cete dilaksanakan secara bergantian pada Selasa, Rabu, dan Kamis di wilayah selatan, tengah, serta utara Kabupaten Madiun. Peserta didik dari sekolah yang mengikuti kegiatan juga dijadwalkan secara bergantian.

Lokasi kegiatan tidak terpaku pada satu tempat. Di wilayah selatan, misalnya, kegiatan dapat digelar di sejumlah lokasi seperti Umbul, Bangunsari, Watu Rumpuk, hingga Pundensari.

Image Not Found
Ratusan siswa mengikuti Master Cete di Lapangan Beran Dolopo. Foto : Tova-Sinergia

Menurut Heny, pemilihan lokasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kita juga ingin menghidupkan UMKM yang ada di sekitarnya,” katanya.

Salah satu peserta, Kenzi Romdhoni, siswa kelas 9, mengaku senang mengikuti Master Cete. Baginya, kegiatan tersebut memberikan suasana berbeda karena pembelajaran dilakukan di luar lingkungan sekolah.

“Seru. Sebenarnya fun game-nya itu menarik. Fun game-nya antar sekolah,” kata Kenzi.

Sejak pagi, para siswa mengikuti apel pembukaan, senam, yel-yel, permainan, hingga mengerjakan LKPD. Setelah itu, mereka dijadwalkan mengikuti pameran karya dan berbagai kegiatan lainnya.

Kenzi menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena siswa dapat berinteraksi dengan teman dari sekolah lain sekaligus mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

“Sangat bermanfaat banget. Bisa refreshing, bisa merasakan pelajaran di luar sekolah, bisa bersama teman-teman dari luar sekolah juga, dan bisa berkenalan dengan teman-teman baru,” ujarnya.

Melalui Master Cete, Pemkab Madiun berupaya menjadikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi di dalam kelas, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat membentuk siswa menjadi lebih aktif, kreatif, terampil, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Sat/Frl

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah […]

    Bagikan
  • Mobil Terjang Pintu Perlintasan di Kedunggalar, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Sanksi Pidana

    Mobil Terjang Pintu Perlintasan di Kedunggalar, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perlintasan sebidang kereta api di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Sebuah mobil Daihatsu Taruna dilaporkan menabrak pintu perlintasan di JPL 35 Emplasemen Stasiun Kedunggalar, Ngawi, hingga terguling pada Senin (5/1/2026). Meskipun tidak ada gangguan pada jadwal perjalanan kereta api, kejadian ini menyebabkan kerusakan fasilitas negara […]

    Bagikan
  • Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo, 5 Remaja Luka-Luka Dilarikan ke Rumah Sakit

    Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo, 5 Remaja Luka-Luka Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ledakan petasan rakitan menggemparkan warga Jalan Irawan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis dini hari (29/05/2025). Ledakan tersebut berasal dari salah satu rumah warga. Akibat peristiwa ini lima remaja mengalami luka bakar serius. Suara ledakan yang cukup keras berasal dari rumah milik seorang warga bernama Ismi. Diduga ledakan […]

    Bagikan
  • 227 Calon Jemaah Haji Kota Madiun Terima Uang Saku 750 Riyal, Permudah Pembayaran Dam

    227 Calon Jemaah Haji Kota Madiun Terima Uang Saku 750 Riyal, Permudah Pembayaran Dam

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persiapan keberangkatan jemaah haji Kota Madiun tahun 2026 telah memasuki tahap akhir. Selain kesiapan fisik dan administrasi, perhatian utama juga tertuju pada pemberian uang saku (living allowance) bagi jemaah sebagai bekal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Madiun dipastikan telah menerima perlengkapan utama, […]

    Bagikan
  • Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    Bimtek Event Nasional Dorong Penguatan Daya Saing Pariwisata Magetan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Magetan kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Event Nasional yang berlangsung di Hotel Bukit Bintang, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini Mochamad, yang sekaligus melakukan kunjungan kerja dan menjalin silaturahmi dengan […]

    Bagikan
  • Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    Nyaru Polisi, Pria Asal Kediri Ditangkap Saat Lamaran di Magetan

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aksi penipuan kembali mencuat di media sosial. Seorang pria asal Kediri, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi sungguhan setelah nekat menyamar sebagai anggota kepolisian demi melamar seorang janda asal Magetan. Identitas palsunya terbongkar tepat saat prosesi lamaran berlangsung. Pelaku diketahui bernama Doni Setiawan. Ia berkenalan dengan korban, RS warga Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less