
Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) dari berbagai daerah di Indonesia memadati Kota Madiun dalam rangka mengikuti Suran Agung Minggu (06/07/2025). Kegiatan yang digelar setiap bulan Muharram ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang disambut antusias oleh para pendekar PSHW.
Acara Suran Agung tahun ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Madiun Maidi, Wakil Wali Kota, Bupati dan Wakil Bupati Madiun, jajaran Forkopimda dari wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, serta perwakilan dari 14 perguruan silat yang ada di Madiun.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peran organisasi pencak silat dalam membentuk karakter generasi bangsa. Ia menyebut bahwa mayoritas peserta yang hadir merupakan generasi masa depan yang sedang menjalani proses pembentukan akhlak, karakter, dan nasionalisme.
“Saya melihat yang datang ke sini mungkin 90 persen adalah generasi yang akan mengisi masa depan bangsa ini. Mereka sedang dibangun karakternya, akhlaknya, dan keindonesiaannya. Suran Agung ini menjadi bagian dari proses hijrah, bagian dari membangun religiusitas dan nasionalisme,” ujar Khofifah.
Wali Kota Madiun Maidi Apresiasi Suran Agung Berjalan Kondusif
Senada dengan Gubernur, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan bahwa sekitar 40 ribu warga PSHW memadati Kota Madiun selama gelaran Suran Agung. Ia mengapresiasi peran para pendekar dalam menjaga kondusivitas wilayah Madiun Raya.
“Kami berterima kasih kepada 14 perguruan, khususnya PSHW. Kota ini semakin aman dan damai karena dijaga oleh para pendekar. Mudah-mudahan tahun ke tahun acara ini semakin baik,” tutur Maidi.
Sementara itu, Ketua Umum PSHW-TM H.R. Agus Wiyono Santoso menambahkan bahwa tahun ini sekaligus menjadi peringatan hari ulang tahun PSHW yang ke-122, bertepatan dengan 10 Suro 1447 Hijriah.
“Setia Hati didirikan pada tahun 1321 Hijriah atau 1903 Masehi. Bulan Suro adalah waktu untuk berbuat amal sholeh. Mari kita jadikan tahun ini sebagai momen meningkatkan ketakwaan dengan meninggalkan larangan dan melaksanakan perintah-Nya,” ungkap Agus Wiyono.
Acara Suran Agung 2025 ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah berdirinya PSHW, tetapi juga ajang mempererat tali persaudaraan, membangun spiritualitas, dan memperkuat komitmen kebangsaan di kalangan para pendekar.
Surya – Sinergia