Berita Terkini
Trending Tags

Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Muncul ke permukaan publik, fenomena perceraian di Kabupaten Magetan menjadi perhatian. Selain jumlah perkara yang cukup tinggi, kini muncul tren baru di kalangan perempuan yang baru saja bercerai.

Beberapa di antaranya tampak berpose di depan Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Magetan sambil memamerkan akta cerai. Mereka tampak bangga status baru yang disandangnya itu kemudian di unggah ke media sosial.

Panitera Muda Hukum PA Magetan, Sri Wilujeng Rahayu, membenarkan adanya fenomena tersebut. Menurutnya, aksi serupa umumnya dilakukan oleh pihak perempuan setelah perkara mereka resmi diputus oleh pengadilan.

“Memang ada beberapa yang membuat konten dengan menunjukkan akta cerai. Rata-rata memang dilakukan setelah sidang putusan selesai,” ujar Sri Wilujeng, Rabu (08/10/2025).

Dari data PA Magetan, sepanjang Januari hingga September 2025 sudah tercatat 927 perkara perceraian. Dari jumlah itu, cerai gugat terbanyak diajukan oleh pihak istri, yaitu sebanyak 669 kasus, sedangkan 258 kasus sisanya adalah cerai talak dari pihak suami. Hingga awal Oktober ini, 721 perkara telah diputus majelis hakim.

Penyebab utama perceraian di Magetan masih didominasi oleh pertengkaran yang berulang, yang angkanya mencapai 701 perkara. Faktor lain masih seperti persoalan ekonomi, kurangnya tanggung jawab, hingga pasangan yang meninggalkan rumah tanpa kabar, namun jumlahnya jauh lebih sedikit.

“Sebagian besar karena konflik rumah tangga yang terus berulang. Sementara alasan ekonomi dan tanggung jawab hanya sebagian kecil,” terangnya.

Yayuk menambahkan, sebelum perkara diputus, tahapan mediasi antara kedua belah pihak selalu diupayakan. Namun, proses ini sering menemui kegagalan karena salah satu pihak tidak hadir.

“Kalau hanya salah satu yang datang, otomatis mediasi tidak bisa dilakukan,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarasehan Kebangsaan, Suarakan Pancasila Sebagai Harapan Bersama

    Sarasehan Kebangsaan, Suarakan Pancasila Sebagai Harapan Bersama

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, sarasehan kebangsaan diselenggarakan di ruang pertemuan baru Paroki Mater Dei, Kota Madiun, Minggu (01/06/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Merasakan Pancasila di Tahun Pengharapan Yubileum 2025” dan menjadi ruang perjumpaan lintas iman untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar berbangsa. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Maidi Bakal Optimalkan Potensi Besar Sektor Pertanian

    Wali Kota Madiun Maidi Bakal Optimalkan Potensi Besar Sektor Pertanian

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun, turut serta dalam panen raya serentak yang digelar di 14 provinsi, termasuk di Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan di area persawahan di Jalan Kartika Manis, Kota Madiun, dengan area seluas 2 hektar. Dalam kesempatan itu, Maidi menyampaikan bahwa Kota Madiun masih […]

    Bagikan
  • Retakan Tanah di Madiun Semakin Bertambah, Tim Kaji Cepat ITS Minta Warga Waspadai Longsor

    Retakan Tanah di Madiun Semakin Bertambah, Tim Kaji Cepat ITS Minta Warga Waspadai Longsor

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Tim Kaji Cepat dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memetakan retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggunakan teknologi LiDAR. Pemetaan dilakukan untuk membaca potensi pergerakan tanah sekaligus memperkuat sistem peringatan dini di wilayah rawan longsor tersebut. Kunjungan kedua tim yang dipimpin pakar geologi ITS, Prof. […]

    Bagikan
  • HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    HUT PGRI ke-80 di Magetan, Bupati Ajak Guru Berinovasi dan Perkuat Sinergi Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Apel akbar dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Magetan digelar dengan penuh khidmat. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pendidik atas dedikasinya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, […]

    Bagikan
  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Pergeseran Pejabat, Bupati Madiun Tegaskan Merotasi ASN Bukan Karena Sesuatu

    Pergeseran Pejabat, Bupati Madiun Tegaskan Merotasi ASN Bukan Karena Sesuatu

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pergeseran sejumlah pejabat memang akan dilakukan. Hanya saja tetap melalui tahapan regulasi di Kemendagri. Terpenting rotasi memang dibutuhkan untuk kekompakan kabinet Harmonis Bersahaja. “Sudah kita perintahkan BKD untuk koordinasi dengan Kemendagri. Yang jelas merotasi ASN harus sesuai kebutuhan, kompetensi dan hal itu jangan sampai karena […]

    Bagikan
expand_less