Berita Terkini
Trending Tags

Viral Ritual Berpakaian Putih-Putih di Puncak Gunung Lawu, Diduga Terkait Bulan Suro

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan orang berpakaian putih melakukan ritual di sekitar tugu Trianggulasi, titik tertinggi Gunung Lawu, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Magetan – Puncak Gunung Lawu kembali menjadi sorotan usai viralnya video puluhan orang berpakaian putih melakukan ritual di sekitar tugu Trianggulasi, titik tertinggi Gunung Lawu. Video yang diunggah di media sosial itu telah disukai lebih dari 46 ribu kali dan menuai hampir 3.000 komentar.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat (11/07/2025) sekitar pukul 10.00 hingga 12.30 WIB. Dalam video, terlihat laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian serba putih, mirip ihram, berjalan mengelilingi tugu di puncak Lawu. Aktivitas ini pun menuai beragam spekulasi.

Sebagian warganet mengaitkan kegiatan itu dengan praktik Islam Kejawen, sinkretisme antara ajaran Islam dan budaya Jawa. Ada juga yang menyebut ritual ini terkait Bulan Suro, bulan pertama kalender Jawa yang identik dengan kegiatan spiritual.

Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Magetan, Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah memang dikenal sejak era Majapahit sebagai tempat bertapa dan ritual spiritual. Jalur Cemoro Sewu dan Cetho kerap dipadati pendaki maupun peziarah.

Dewa Pujangga, pendaki asal Sragen, mengaku mendengar tentang ritual tersebut saat hendak mendaki puncak Gunung Lawu.

“Kalau itu sempat dengar sih, Pak, tahu dari medsos. Setahu saya kejadiannya itu hari Jumat lalu. Tadi saya enggak ketemu langsung, cuma kata teman-teman pakai baju putih seperti gamis haji. Tapi saya enggak tahu pasti itu sedang ritual atau apa,” ujarnya. Senin (14/07/2025).

Sementara itu, Ilham Budiarto selaku pengelola pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu membenarkan adanya aktivitas serupa di Bulan Suro, meski baru kali ini melihat rombongan berseragam putih-putih.

“Momen Suro memang banyak yang melakukan ritual di Lawu. Kalau yang pakai seragam putih-putih dan mengelilingi tugu, baru tahun ini kami temukan. Mereka biasanya naik tidak pakai seragam dari bawah, jadi tidak terdeteksi. Selagi tidak melanggar aturan dan kearifan lokal, kami persilakan,” kata Ilham.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang terkait ritual tersebut. Namun, video itu memicu perdebatan di media sosial. Sebagian melihatnya sebagai penghormatan tradisi lokal, sementara lainnya menilai itu meniru ibadah haji secara keliru.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Jawaban Wali Kota Madiun atas PU Fraksi DPRD terkait LKPJ 2024

    Ini Jawaban Wali Kota Madiun atas PU Fraksi DPRD terkait LKPJ 2024

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun kembali menggelar rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kota Madiun tahun 2024. Agenda kali ini, penyampaian jawaban Wali Kota Madiun atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun pada Jumat (23/05/2025). Legislatif menyoroti terkait tingginya piutang daerah maupuan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2024. Diketahui, piutang pendapatan […]

    Bagikan
  • Santri Tenggelam Saat Mandi di Bengawan Solo, Ibu Korban Menangis Histeris

    Santri Tenggelam Saat Mandi di Bengawan Solo, Ibu Korban Menangis Histeris

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Kamis (11/6/2026) sore. Korban bernama Muhamad Maulana Rifai (14), warga Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama 13 rekan sesama santri mandi di Sungai […]

    Bagikan
  • SPMB SMA Negeri Kota Madiun Disorot, Banyak Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri, Pemkot Turun Tangan

    SPMB SMA Negeri Kota Madiun Disorot, Banyak Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri, Pemkot Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA Negeri di Kota Madiun menjadi sorotan. Hal itu setelah banyak warga mengeluhkan anak mereka tidak diterima di sekolah negeri. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.Bagus mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait keterbatasan […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kawedanan, untuk tahun anggaran 2023–2024. Kasus ini kini telah memasuki tahap penyidikan, dengan belasan saksi dari unsur perangkat desa telah dimintai keterangan. Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, […]

    Bagikan
  • Tiga Bulan Tercatat Sudah 14 Muda Mudi Ajukan Nikah Dini

    Tiga Bulan Tercatat Sudah 14 Muda Mudi Ajukan Nikah Dini

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tiga Bulan Pertama di tahun 2025, jumlah pasangan muda mudi yang melakukan pernikahan dini di Kabupaten Madiun terbilang banyak. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Madiun, hingga Maret ini tercatat 14 pasang yang melakukan pernikahan usia dini atau permohonan dispensasi nikah.  […]

    Bagikan
  • Jelang Hari Raya, Sejumlah Bumbu Dapur Terus Alami Kenaikan Harga

    Jelang Hari Raya, Sejumlah Bumbu Dapur Terus Alami Kenaikan Harga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh pembeli maupun pedagang yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Pantauan di Pasar Legi, Rabu (26/3), menunjukkan cabai rawit yang sebelumnya seharga Rp 50 ribu per kilogram kini melonjak […]

    Bagikan
expand_less