Berita Terkini
Trending Tags

20 Bidang Aset Pemkab Magetan Bersertifikat Senilai Rp. 5,11 Miliar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 99
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Upaya penyelamatan dan pemulihan aset milik Pemerintah Kabupaten Magetan terus dilakukan melalui penertiban administrasi dan legalitas kepemilikan. Sebanyak 20 bidang tanah/aset daerah dengan total luas 17.544 meter persegi kini telah memiliki sertifikat dan diserahkan dalam rangka penyelamatan serta pemulihan aset Pemkab Magetan melalui pendampingan Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Magetan. Total nilai aset yang disertifikatkan tersebut mencapai Rp. 5.119.729.000.

Dari data aset yang diserahkan, objek tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, antara lain Kecamatan Maospati, Kawedanan, Ngariboyo, Magetan, dan Plaosan. Peruntukannya beragam, mulai dari bangunan sekolah, jalan inspeksi, saluran irigasi, tanah lembiran, tanah resapan pengairan, hingga fasilitas pemerintahan.

Beberapa aset memiliki luasan cukup besar. Di antaranya SD Negeri Selosari Komplek seluas 4.703 meter persegi, bangunan sekolah di Kraton, Maospati seluas 3.409 meter persegi, serta SD Negeri Selosari 4 dengan luas 1.984 meter persegi.

Selain aset berupa bangunan, sertifikasi juga mencakup sejumlah bidang yang diperuntukkan sebagai jalan inspeksi dan saluran irigasi, termasuk aset di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, serta Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo.

Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Soekesto Ariesto mengatakan, proses sertifikasi tersebut merupakan bagian dari pendampingan hukum yang dilakukan Jaksa Pengacara Negara bersama Pemkab Magetan, khususnya dalam mengidentifikasi dan menertibkan aset daerah yang belum memiliki sertifikat.

“Banyak ditemukan aset pemerintah daerah yang belum tersertifikat. Ternyata ada yang bermasalah, maka kita bantu bersinergi dengan BPN, kepala desa dan camat. Alhamdulillah sekarang sudah tersertifikat,” ujar Soekesto.

Menurutnya, keberhasilan sertifikasi 20 bidang tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi antara Pemkab Magetan, Kejaksaan Negeri Magetan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah desa, serta pemerintah kecamatan.

Soekesto menegaskan, legalitas aset menjadi bagian penting dalam memastikan aset milik pemerintah daerah memiliki kepastian hukum sekaligus mencegah potensi persoalan di kemudian hari.

Ia juga menyebut sertifikasi aset tersebut sebagai bentuk kepercayaan pemerintah daerah dan masyarakat kepada Kejaksaan Negeri Magetan dalam mengawal tata kelola pemerintahan.

“Kalau kita sudah sinergi, kerja sama dan kolaborasi, tidak ada yang sulit. Ini merupakan simbol kepercayaan masyarakat dan Pemda Kabupaten Magetan kepada Kejaksaan Negeri Magetan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menjelaskan, 20 bidang yang telah disertifikatkan memiliki karakteristik berbeda. Sebagian merupakan lahan yang telah dimanfaatkan untuk bangunan, sementara lainnya berupa lahan dan infrastruktur pendukung.

Bupati menyebut terdapat 14 bidang yang masih berupa tanah kosong. Pemanfaatan aset tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah di wilayah masing-masing, baik pemerintah desa maupun kelurahan.

“Nanti kita koordinasikan dengan yang ada di wilayah. Kalau yang ada di desa, kita koordinasikan dengan desa, sedangkan yang di kelurahan kita koordinasikan dengan lurah,” kata Nanik.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, Pemkab Magetan tidak hanya memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan aset, tetapi juga memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan pengamanan, pencatatan, dan menentukan pemanfaatan aset secara tertib.

Pemkab Magetan bersama Kejaksaan Negeri Magetan juga diharapkan dapat melanjutkan proses inventarisasi dan sertifikasi terhadap aset-aset daerah lainnya yang hingga kini belum memiliki legalitas kepemilikan secara lengkap. Langkah tersebut menjadi penting untuk mewujudkan pengelolaan barang milik daerah yang tertib, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    Komunitas Ojol Madiun Raya Gelar Doa Bersama untuk Alm. Affan Kurniawan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojek online (Ojol) Madiun Raya turut berduka atas wafatnya Affan Kurniawan, salah satu pengemudi ojol yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) lalu. Sebagai bentuk solidaritas, ratusan pengemudi ojol menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun, Jumat (29/08/2025) […]

    Bagikan
  • Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

    Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (07/11/2025). Dari informasi yang beredar, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menjadi salah satu yang turut diamankan. Apalagi, Jumat siang, Sugiri juga baru saja melakukan mutasi jabatan terhadap 138 pejabat di Lingkup Pemkab Ponorogo. “Benar. Saat ini […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
  • Tantangan Revolusi Industri, Ini Pesan Danrem 081/DSJ Kepada Civitas Akademika Unmer Madiun 

    Tantangan Revolusi Industri, Ini Pesan Danrem 081/DSJ Kepada Civitas Akademika Unmer Madiun 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto bertatap muka dengan civitas akademika Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, bertempat di Gedung Seminar Bhirawa Anoraga Unmer Madiun, Jumat (21/3/2025). Kepada mereka, Untoro mengajak untuk saling bekerja sama dan bahu-membahu dalam membesarkan Unmer Madiun. “Mulai saat ini, mari kita samakan visi kita, bagaimana membuat Unmer […]

    Bagikan
  • Pastikan Tepat Sasaran di 2026, Pemkab Madiun Pasangi Stiker Rumah Penerima Bantuan

    Pastikan Tepat Sasaran di 2026, Pemkab Madiun Pasangi Stiker Rumah Penerima Bantuan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, kebijakan pemasangan stiker bagi penerima bantuan sosial (bansos) bukan dimaksudkan untuk memberi label negatif. Hal itu melainkan sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Pernyataan itu disampaikan Hari Wuryanto disela sela kegiatan pada Selasa (23/12/2025). Ia menyebut, pemerintah […]

    Bagikan
  • Peringati Harlah Pancasila, Bupati Madiun Sebut Sebagai “Way of Life”  Bangsa Indonesia

    Peringati Harlah Pancasila, Bupati Madiun Sebut Sebagai “Way of Life”  Bangsa Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar tingkat SMP dan SMA, hingga mahasiswa. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian […]

    Bagikan
expand_less