Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan sulit, Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat pada musim tanam kali ini. Selain ancaman hama, anjloknya harga jual di pasaran turut menambah beban petani.

Suratin (50), Petani Bawang Merah asal Desa Panekan, mengungkapkan bahwa serangan ulat menjadi kendala paling serius saat ini. Menurutnya, hama tersebut sangat sulit dikendalikan, terutama pada kondisi cuaca seperti sekarang.

“Yang paling sulit itu ulat. Kalau musim seperti ini, ulat cepat sekali menyerang. Itu kendala paling berat,” ujarnya, Senin (15/12/2025) saat ditemui di lahan pertanian.

Serangan ulat berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman. Daun bawang merah habis dimakan sehingga tanaman tidak mampu membentuk umbi. Akibatnya, tanaman mengering dan gagal panen.

“Ulat itu menghabiskan daunnya, akhirnya tanaman tidak mau berbuah dan lama-lama mengering,” jelasnya.

Selain ulat, musim hujan juga memicu munculnya jamur pada tanaman. Namun, Suratin menilai jamur masih relatif mudah diatasi dibandingkan hama ulat.

“Kalau jamur masih bisa pakai obat jamur, biasanya bisa pulih. Yang susah itu ulat,” tambahnya.

Tak hanya soal produksi, persoalan harga juga menjadi keluhan utama petani. Saat ini, harga bawang merah di tingkat pasar mengalami penurunan signifikan.

Jika sebelumnya harga sempat menyentuh kisaran Rp48 ribu per kilogram, kini bawang merah kering turun hingga sekitar Rp30 ribu, sementara bawang basah hanya berkisar Rp27–28 ribu per kilogram.

“Katanya dari penebas sekarang turun. Kalau dari petani minimal empat puluh, tapi sampai pasar cuma empat delapan. Sekarang malah turun lagi,” ungkap Suratin.

Dengan harga tersebut, petani berada di posisi rawan merugi, terutama jika hasil tanam tidak maksimal. Menurutnya, harga ideal agar petani tidak merugi setidaknya harus mengikuti harga benih.

“Minimal harus tiga puluh ribu. Itu baru nutup modal. Modal petani itu besar,” katanya.

Di lahan seluas sekitar 2,5 are, Suratin mengaku menghabiskan lebih dari tiga kuintal benih bawang merah. Jika panen gagal atau harga terus menurun, kerugian sulit dihindari.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan 308 Taruna Muda Angkatan XII, PPI Madiun Cetak SDM Unggul dan Berintegritas

    Pelantikan 308 Taruna Muda Angkatan XII, PPI Madiun Cetak SDM Unggul dan Berintegritas

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Langit cerah menyambut momen spesial di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun pada Sabtu (29/11/2025). Ini menjadi momen spesial dalam Pelantikan Taruna Angkatan XII PPI Madiun yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Sivitas Akademika PPI Madiun, para dosen, Dharma Wanita Persatuan PPI Madiun serta tamu undangan orang tua para […]

    Bagikan
  • Diduga Korsleting Listrik, Mobil Nissan Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Mobil Nissan Ludes Terbakar

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Mobil Nissan X-trail AE 1321 GE terbakar hebat di Jalan Thamrin Kota Madiun, Minggu Sore (05/01/2025). Mobil berwarna abu-abu itu tiba-tiba mengeluarkan kepulan saat berhenti di lampu trafic light. Niken Swastika (42) warga Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun yang mengemudikan mobil lantas menepikannya di dekat Masjid Baitussalam. Niken mengaku dirinya lantas […]

    Bagikan
  • 3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Telaga Sarangan Magetan pada Senin dini hari (20/1/2025). Dampaknya 3 warung milik pedagang di Telaga Sarangan rusak parah tertimpa Pohon. BPBD Magetan mencatat pemilik 3 warung itu diantaranya Ipan, Midi, dan Saeran, warga Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. “Saat kejadian kondisi warung tengah kosong. […]

    Bagikan
  • Ribuan Ikan Mati di Telaga Ngebel Diduga Akibat Gas Belerang

    Ribuan Ikan Mati di Telaga Ngebel Diduga Akibat Gas Belerang

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan ikan nila di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, mendadak mati. Diduga, kematian ikan ini disebabkan oleh fenomena alam berupa munculnya gas belerang dari dasar telaga. Kejadian ini membuat para petani keramba mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Menurut keterangan para pembudidaya ikan nila, kematian ikan mulai terjadi sejak Jumat pekan […]

    Bagikan
  • Mediasi Gugatan Gus Wahid Kembali Tertunda, Ketua DPRD Magetan Dua Kali Mangkir

    Mediasi Gugatan Gus Wahid Kembali Tertunda, Ketua DPRD Magetan Dua Kali Mangkir

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi antara Nurwahid (Gus Wahid) dan pimpinan DPRD Magetan kembali tidak membuahkan hasil. Agenda mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Magetan pada Rabu (26/11/2025) terpaksa dihentikan karena Ketua DPRD Magetan, Suratno, kembali tidak hadir untuk kedua kalinya. Sidang yang dipimpin oleh mediator Hakim Dedi Alfarizi […]

    Bagikan
  • Tiga SPPG Ngawi Stop Operasional, Satgas MBG Beberkan Alasan

    Tiga SPPG Ngawi Stop Operasional, Satgas MBG Beberkan Alasan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi resmi terhenti sementara. Satgas MBG kabupaten menyebut penghentian distribusi menu terjadi akibat dana dari pemerintah pusat tak kunjung tersalurkan. Keputusan ini menambah daftar SPPG yang berhenti beroperasi di Ngawi. Hingga saat ini, total ada enam […]

    Bagikan
expand_less