Berita Terkini
Trending Tags

Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 221
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan sulit, Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat pada musim tanam kali ini. Selain ancaman hama, anjloknya harga jual di pasaran turut menambah beban petani.

Suratin (50), Petani Bawang Merah asal Desa Panekan, mengungkapkan bahwa serangan ulat menjadi kendala paling serius saat ini. Menurutnya, hama tersebut sangat sulit dikendalikan, terutama pada kondisi cuaca seperti sekarang.

“Yang paling sulit itu ulat. Kalau musim seperti ini, ulat cepat sekali menyerang. Itu kendala paling berat,” ujarnya, Senin (15/12/2025) saat ditemui di lahan pertanian.

Serangan ulat berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman. Daun bawang merah habis dimakan sehingga tanaman tidak mampu membentuk umbi. Akibatnya, tanaman mengering dan gagal panen.

“Ulat itu menghabiskan daunnya, akhirnya tanaman tidak mau berbuah dan lama-lama mengering,” jelasnya.

Selain ulat, musim hujan juga memicu munculnya jamur pada tanaman. Namun, Suratin menilai jamur masih relatif mudah diatasi dibandingkan hama ulat.

“Kalau jamur masih bisa pakai obat jamur, biasanya bisa pulih. Yang susah itu ulat,” tambahnya.

Tak hanya soal produksi, persoalan harga juga menjadi keluhan utama petani. Saat ini, harga bawang merah di tingkat pasar mengalami penurunan signifikan.

Jika sebelumnya harga sempat menyentuh kisaran Rp48 ribu per kilogram, kini bawang merah kering turun hingga sekitar Rp30 ribu, sementara bawang basah hanya berkisar Rp27–28 ribu per kilogram.

“Katanya dari penebas sekarang turun. Kalau dari petani minimal empat puluh, tapi sampai pasar cuma empat delapan. Sekarang malah turun lagi,” ungkap Suratin.

Dengan harga tersebut, petani berada di posisi rawan merugi, terutama jika hasil tanam tidak maksimal. Menurutnya, harga ideal agar petani tidak merugi setidaknya harus mengikuti harga benih.

“Minimal harus tiga puluh ribu. Itu baru nutup modal. Modal petani itu besar,” katanya.

Di lahan seluas sekitar 2,5 are, Suratin mengaku menghabiskan lebih dari tiga kuintal benih bawang merah. Jika panen gagal atau harga terus menurun, kerugian sulit dihindari.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik Kedekatan Kolonel Arm Untoro Bersama Prajurit di Yonif 511/DY

    Menilik Kedekatan Kolonel Arm Untoro Bersama Prajurit di Yonif 511/DY

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Tatapnya tajam bukan untuk menakutkan, melainkan pelita yang selalu menuntun anak buahnya. Tak ada jarak yang membentang, hanya emosional yang teramat kuat. Setiap derap langkah menggambarkan bulatnya tekad untuk sama-sama melangkah dan bergerak maju. Bukan sekedar kedekatan Sang Komandan dan anak buah. Momen ini terlihat jelas saat Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm […]

    Bagikan
  • Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi baru saja melakukan mutasi terhadap 5 pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu (07/05/2025). Bahkan, 2 Kepala Dinas masuk “kotak” di posisi Staf Ahli. Rupanya, gerbong mutasi tidak ada berhenti disini saja. Maidi mengungkapkan bahwa perubahan struktur atau “gerbong” pemerintahan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, […]

    Bagikan
  • Status Tiga Pajero Pemkab Magetan Terungkap, Sekda Pastikan Proses Pengembalian

    Status Tiga Pajero Pemkab Magetan Terungkap, Sekda Pastikan Proses Pengembalian

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keberadaan tiga unit Mitsubishi Pajero milik Pemerintah Kabupaten Magetan yang sempat menimbulkan tanda tanya kini mulai mendapat kejelasan. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, memastikan bahwa kendaraan dinas lama itu akan segera ditarik kembali ke gudang aset. Hal itu setelah ia meminta klarifikasi langsung kepada instansi terkait. “Saya sudah koordinasikan dengan […]

    Bagikan
  • Aksi Simpatik TNI-Polri Bagi Bingkisan Lebaran untuk Abang Becak

    Aksi Simpatik TNI-Polri Bagi Bingkisan Lebaran untuk Abang Becak

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – TNI-Polri di Madiun menggelar aksi sosial dengan membagikan bingkisan lebaran kepada para abang becak yang mangkal di Alun-Alun Kota Madiun, Kamis (27/3/2025). Kasrem 081/DSJ, Letkol Inf Meina Helmi menyebut, aksi itu merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri kepada masyarakat. “Kami TNI-Polri berasal dari rakyat dan akan siap membantu apapun kesulitan masyarakat,” ujarnya. […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng, Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng, Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar bakti sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Rail Clinic di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api dan memiliki keterbatasan […]

    Bagikan
  • Pendapatan Daerah pada Rencana P-APBD 2025 Kota Madiun Turun Rp. 33,9 Miliar

    Pendapatan Daerah pada Rencana P-APBD 2025 Kota Madiun Turun Rp. 33,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dampak efisiensi oleh Pemerintah Pusat, pendapatan daerah pada rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun tahun anggaran 2025 diproyeksikan turun. Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun pada Senin (14/07/2025) dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran […]

    Bagikan
expand_less