Identitas Pelaku “Balap Orang” di Maospati Terungkap, Melibatkan Oknum ASN dan Kreator Konten TikTok
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 139
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Misteri di balik aksi “balap orang” yang sempat membuat geram warga Maospati akhirnya terkuak. Dua sosok yang terekam adu cepat di jalan nasional Twins Road Maospati–Magetan itu ternyata bukan warga biasa. Salah satunya diketahui merupakan oknum ASN Pemkab Magetan, sementara seorang lainnya dikenal sebagai kreator konten TikTok.
Aksi tersebut sebelumnya viral lantaran menggunakan badan jalan sebagai arena lomba, memicu kemarahan warga hingga berujung pemanggilan oleh pihak kepolisian. Identitas kedua pelaku pun kini resmi terkonfirmasi.
Oknum ASN berinisial IA diketahui pernah menjabat sebagai Lurah Maospati dan kini bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Magetan. Selain sebagai aparatur sipil negara, IA juga aktif di media sosial serta merupakan pemilik angkringan yang berada tepat di lokasi kejadian.
Saat dikonfirmasi pada Minggu (22/2/2026), IA mengaku aksi itu terjadi tanpa perencanaan. “Itu spontan saja mas, tidak kami rencanakan. Kami memang sudah lama berteman dengan baik,” katanya.
Pernyataan tersebut justru ramai dipertanyakan publik. Pasalnya kegiatan yang disebut spontan itu terekam rapi hingga menjadi konten media sosial
Diketahui, aksi balap orang itu berlangsung di Jalan Nasional Maospati–Magetan, Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, pada Sabtu malam (21/2/2026). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang berlari di tengah jalur utama, sementara warga lainnya menonton dari pinggir jalan layaknya tribun dadakan. Padahal, ruas jalan tersebut dikenal memiliki arus kendaraan cukup padat pada malam hari.
Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih, menegaskan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas yang dianggap membahayakan dan mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
“Kami segera melakukan klarifikasi dan pembinaan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat,” ungkapnya.
Polisi memberikan teguran keras kepada pemilik angkringan agar tidak lagi memfasilitasi kegiatan yang memanfaatkan badan jalan untuk kepentingan hiburan. Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat, terutama kalangan muda, agar tidak menjadikan jalan raya sebagai ajang konten media sosial yang berisiko.
Menjelang Ramadan, kepolisian mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dengan mengutamakan keselamatan. Hiburan boleh saja, namun tidak dengan mengorbankan pengguna jalan lainnya.
IA sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan kepolisian. Ia mengakui kekeliruannya dan berjanji tidak akan melakukan tindakan serupa.
Sementara itu, polisi memastikan patroli serta pengawasan di wilayah Maospati akan ditingkatkan. Sebab, jalan raya adalah tempat kendaraan melaju — bukan arena sprint mendadak demi viral beberapa detik di linimasa.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


