Janggelan dan Jelly Diburu Warga Kota Madiun Saat Ramadan, Penjualan Naik Signifikan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Janggelan atau cincau hitam menjadi buruan warga saat momen Ramadan seperti saat ini. Seperti yang terpantau di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Kamis (19/02/2026), penjual janggelan diserbu para pembeli. Tidak hanya janggelan, bahan minuman lain seperti jelly, nata de coco hingga bahan dawet pun banyak dibeli.
Yuni, salah satu pembeli mengaku membeli bahan-bahan untuk kebutuhan takjil. Selain untuk dikonsumsi sendiri, juga untuk dijual kepada masyarakat. “Tadi beli dawet, tape terus santan sama yang lain untuk nanti dibuat takjil. Saya juga jualan di depan rumah. Untuk harganya masih relatif stabil sih. Cuma ada beberapa yang naik,” terangnya.
Sementara itu, Endang Purwaningsih, pedagang PBM mengaku bahwa untuk awal Ramadan ini permintaan sudah mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Sementara itu, untuk harga per potong janggelan Rp. 6.000 dan Jelly Rp. 5.000. Sementara, satu bungkus mutiara Rp. 9.000, cendol Rp. 5.000 dan tape ketan hitam Rp. 5000.
“Jelly janggel itu ada setiap hari. Ini memasuki Ramadan mulai banyak pembeli. Untuk harganya itu bisa per potong atau beli 1 wadah lebih murah,” ujar Endang.

Lebih lanjut, untuk stok yang dimiliki sekitar 20-25 loyang janggelan maupun jelly. Diperkirakan, permintaan akan semakin meningkat selama bulan Suci Ramadan ini. “Minim stoknya itu 20-25 wadah ya. Bisa jadi nanti makin meningkat. Kalau tahun lalu bisa sampai 50 wadah itu,” pungkasnya.
Janggelan maupun jelly ini pun dapat dipadukan dengan beragam minuman segar untuk berbuka puasa. Seperti es dawet, es teh tarik janggelan, es cincau susu hingga minuman menyegarkan lainnya.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


